fbpx

12 Pertanyaan Jebakan Saat Interview Kerja

Salah satu proses penting di dalam melamar pekerjaan adalah proses wawancara kerja. Selain penting ternyata proses wawancara kerja ini merupakan salah satu proses yang cukup ditakuti oleh banyak pelamar kerja.

Alasannya? Tentu saja khawatir salah menjawab, khawatir diberikan pertanyaan sulit, dan lebih mengkhawatirkan lagi bila diberikan pertanyaan jebakan. Salah-salah menjawab, bisa-bisa kamu ditolak bekerja disini.

Tapi tenang, karena kami sudah coba merangkum beberapa pertanyaan jebakan saat interview kerja dan cara menjawabnya. Dengan beberapa tips dari kami, harapannya tentu saja peluangmu diterima kerja menjadi lebih besar.

Selain itu perlu kamu ingat bahwa untuk menjawab beberapa pertanyaan jebakan saat interview kerja ini, bukanlah benar atau salah yang dicari. Tapi biasanya para HRD akan melihat bagaimana kamu merespons pertanyaan-pertanyaan ‘tak terduga’ dari mereka.

Yuk langsung saja disimak, tapi sebelum itu jangan lupa ya cek artikel kami mengenai tips-tips interview kerja paling josss, supaya kamu diterima!

 

#1 Ceritakan tentang diri anda!

Pertanyaan, atau lebih tepatnya kalimat perintah ini biasa digunakan para pewawancara untuk mengetahui si calon karyawan lebih dalam. Terutama di dalam kepribadian, kemampuan, keterampilan, serta perilaku dirimu.

Biasakan menjawab pertanyaan ini sesuai dengan posisi yang ingin kamu lamar di perusahaan tempatmu bekerja. Jangan bertele-tele, tapi jangan sampai jawabanmu tampak seperti dibuat-buat.

Ada beberapa patokan yang bisa kamu ambil bila kamu ditanya pertanyaan semacam ini, berikut ini adalah panduannya:

  • Sampaikanlah identitas dirimu, mulai dari nama, usia, hingga riwayat pendidikan terakhir. Bagi kamu yang telah menempuh pendidikan S2 dan S3, kami sarankan kamu tetap menyebutkan pendidikan S1 yang kamu tempuh selama masih berhubungan dengan bidang kerja yang ingin kamu lamar.
  • Bila memiliki riwayat organisasi yang cukup mentereng, kamu boleh mengucapkannya di depan. Prestasi akademik? Selama berhubungan dengan bidang kerja maka kamu boleh menyampaikannya.
  • Biasanya setelah itu para pewawancara akan bertanya mengetahui karakter dirimu. Untuk pertanyaan ini, sampaikanlah seluruh karakter positif yang kira-kira berhubungan dengan bidang kerja yang kamu lamar.

Di luar itu biasanya pertanyaannya akan lebih spesifik. Tapi setidaknya camkanlah di dalam kepalamu bahwa untuk menjawab pertanyaan terbuka semacam ini, kamu bisa mengacu kepada tiga poin di atas.

#2 Apakah kelemahan terbesarmu?

Salah satu pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan oleh pewawancara adalah “apakah kelemahan terbesarmu?” atau tentu saja pertanyaan-pertanyaan serupa. Untuk menjawab pertanyaan ini ada poin penting yang wajib kamu ingat:

  • Pertanyaan ini dibuat agar si pewawancara mengetahui apakah kamu memiliki kemampuan untuk mengetahui batasan-batasan dalam diri. Oleh karena itu jujurlah kepada pewawancara, tapi jangan terlalu naif!
  • Sebisa mungkin buat jawaban ini sebagai rangkaian cerita yang menarik. Kamu boleh memberi tahu kelemahan tersebut dan beri tahu pula bagaimana caramu mengetahui kelemahan tersebut, bagaimana caramu mengatasi kelemahan itu, dan yang terpenting bagaimana sekarang kelemahan tersebut justru berbalik dan menjadi salah satu kelebihanmu. Lebih hebat lagi kalau kelebihan tersebut ternyata bisa bermanfaat di posisi yang kamu lamar saat ini.
  • Jangan pernah berkata kamu tidak mengetahui kelemahan dirimu, atau kamu tidak memiliki kelemahan. Hal-hal semacam ini menurut kami adalah hal yang tidak bijak untuk dilakukan. Toh karena memang setiap manusia pasti memiliki kelemahan, dan kita tidak bisa menghindari hal tersebut. Hal terpenting adalah bagaimana kita bisa mawas diri dan memahami kelemahan diri untuk memperbaikinya.

Dengan mengacu kepada poin tersebut percayalah, pewawancara manapun pasti akan memberikan impresi yang baik terhadap dirimu. Tapi tetap saja, sebisa mungkin jangan mengarang cerita yang sulit dicek kebenarannya ya!

#3 Saat liburan, apakah anda termasuk orang yang akan mengecek email soal kerja?”

Ada beberapa perusahaan yang cukup sering bertanya soal ini kepada para pelamar kerja, terlebih lagi perusahaan-perusahaan multinasional yang banyak berkomunikasi via internet, dalam hal ini email.

Di satu sisi sebagai seorang karyawan kamu pasti paham bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap performa dirimu selama bekerja di perusahaan tersebut.

Namun di sisi lain kami yakin bahwa kamu pun ingin menunjukkan dedikasimu di dalam bekerja. Kamu pasti tidak ingin menjawab pertanyaan yang membuatmu tampak sebagai seorang pemalas yang tidak memiliki dedikasi bukan?

Untuk menjawab pertanyaan jebakan macam ini, dan yang serupa tentunya, kamu bisa menggunakan cara ini:

  • Kamu bisa menjawab pertanyaan ini secara diplomatis, namun tidak tampak berputar-putar.
  • Kamu harus mengonfirmasi bahwa kamu adalah orang yang berdedikasi tinggi, namun tetap memperhatikan kesehatan dirimu.
  • Begini kalimatnya “biar bagaimanapun saya akan memberikan 100% diri saya terhadap tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada saya. Namun saya tahu bahwa menjaga kesehatan diri saya, dengan cara liburan misalnya, adalah salah satu cara saya untuk memaksimalkan performa jangka panjang diri saya. Untuk itu saya memilih untuk tidak membuka email pekerjaan selama berlibur, hanya saja saya akan memastikan bahwa seluruh tanggung jawab dan pekerjaan yang saya miliki 100% tuntas sebelum saya mengambil liburan. Selain itu saya pun akan memastikan supervisor/manajer memiliki nomor ponsel pribadi saya sebagai kontak darurat bila memang ada pekerjaan yang benar-benar mendesak untuk dikerjakan.

Intinya, jangan terlalu naif dan berdiplomasilah sebaik mungkin. Tapi jangan juga bermanis-manis mulut, karena pasti si pewawancara akan memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutmu. Kuncinya diplomatis namun tetap realistis!

#4 Kalau anda bisa bekerja di semua perusahaan, di perusahaan mana anda ingin bekerja?

Pertanyaan ini merupakan cara si pewawancara untuk mengetahui seberapa tertarik dirimu untuk bekerja di perusahaan mereka. Biasanya ketika keluar pertanyaan ini banyak para pelamar kerja yang keringat dingin takut salah menjawab.

Khusus untuk pertanyaan ini, kamu boleh bermanis-manis mulut namun jangan sampai terlihat menjilat. Analogikan saja ketika pasanganmu bertanya kepadamu, “kalau kamu diizinkan untuk menikahi semua orang, siapa yang kira-kira akan kamu nikahi?”

Tentu saja secara insting kamu akan menjawab bahwa pasanganmulah orangnya. Sama seperti itu, kamu cukup menjawab bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang menurutmu cocok. Setelah kamu lakukan riset terhadap beberapa perusahaan, kamu rasa perusahaan ini memiliki visi, misi, serta nilai yang seragam dengan yang kamu punya. Semudah itu!

#5 Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan kami?

Pertanyaan ini boleh dibilang sebagai salah satu pertanyaan jebakan yang cukup mudah untuk dijawab. Selain itu tujuan ditanyakan pertanyaan ini pun hanya karena para pewawancara ingin mengetahui seberapa besar riset yang kamu lakukan mengenai perusahaan mereka.

Untuk bisa menjawab pertanyaan ‘mudah’ ini, kamu bisa mengikuti poin di bawah:

  • Hindari menyebutkan benefit sebagai alasan utama. Benefit yang baik boleh menjadi alasan, namun sebisa mungkin hindari menyebut benefit yang baik sebagai alasan utama kamu memilih bekerja di perusahaan tersebut.
  • Buatlah jawabanmu tampak seperti kamu antusias (dan memang seharusnya begitu!) untuk bekerja di perusahaan mereka. Kamu bisa menghubungkan alasanmu bergabung di perusahaan karena sama-sama memiliki misi, visi, nilai, serta kultur serupa dengan yang kamu miliki.
  • Setelah itu kamu boleh masuk ke posisi yang kamu lamar. Misalnya kamu berkata, karena di perusahaan tersebut kamu tahu bahwa posisi X adalah salah satu posisi yang memiliki kemungkinan berkembang amat baik dibandingkan di perusahaan lainnya. Selain itu kamu merasa cocok dan bisa berkembang bila bekerja di posisi X di perusahaan tersebut.

Untuk pertanyaan yang cukup mudah ini, kami rasa kamu tidak perlu banyak bertele-tele. Cukup gunakan ketiga poin diatas dan biasanya para pewawancara di perusahaan-perusahaan sudah akan puas dengan jawaban yang kamu punya.

#6 Kira-kira dalam lima tahun, dimanakah posisi anda akan berada?

Pertanyaan ini menurut kami susah-susah-gampang. Tujuan dari pewawancara menanyakan pertanyaan ini adalah semata-mata mereka ingin menilai seberapa besar komitmen para calon pekerjanya.

Sebagai perusahaan yang memiliki tujuan meraup keuntungan, tentu saja mereka tidak ingin berinvestasi dalam pelatihan, mempekerjakan, dan membayar pegawai yang tidak memiliki komitmen. Apalagi isu ini cukup kencang berhembus di generasi milenial, yang terkenal sebagai pegawai kutu loncat.

Untuk menjawab pertanyaan jebakan ini, berikut adalah poin-poin yang bisa kamu ikuti:

  • Hindari menjawab “saya jelas akan tetap berada di perusahaan ini”. Meski kamu terdengar berkomitmen, jawaban semacam itu adalah jawaban yang klise dan hanya menggambarkan bahwa kamu tidak memiliki motivasi diri, dan gambaran rencana diri yang jelas. Bisa-bisa perusahaan tersebut malah tidak mau mempekerjakan kamu.
  • Poin yang harus kamu keluarkan adalah bahwa kamu merupakan calon pegawai yang memiliki komitmen untuk terus belajar dan berkembang di bidang kerja yang kamu lamar tersebut. Intinya sampaikan bagaimana nantinya kamu berencana untuk terus belajar dan berkembang disana.
  • Lebih lanjut lagi seringkali para pewawancara akan bertanya tujuan spesifik terkait rencanamu tersebut. Nah untuk itu siapkanlah ‘ceritamu’ sebaik-baiknya sebelum datang ke wawancara kerja ya.

#7 Di dalam jobdesc dan tanggung jawab kerja, poin manakah yang menurut anda paling berat?

Pertanyaan jebakan ini biasanya dikeluarkan agar si pewawancara bisa menilai seberapa banyak pengalamanmu di dalam bidang kerja yang ingin kamu lamar, dan seberapa lihai kamu dalam menangani masalah-masalah tersebut.

Seringkali banyak para pelamar kerja yang ingin terlihat bagus di depan pewawancara. Hasil akhirnya? Bisa ditebak, banyak pelamar kerja yang malah berbohong soal ini dan justru melebih-lebihkan jawaban mereka.

Percayalah ketika kamu berbohong soal keahlianmu di hadapan pewawancara, kamu mungkin akan diterima bekerja. Tapi nantinya ekspektasi perusahaan terhadap dirimu akan begitu tinggi, sehingga akan menyulitkanmu di kemudian hari.

Lalu bagaimana caramu menjawab pertanyaan jebakan ini?

  • Jujur, karena dengan jujur selain para pewawancara bisa melihat pengalamanmu mereka pun bisa menakar kemampuan yang kamu punya, yang nantinya bisa digunakan untuk negosiasi gaji, ekspektasi perusahaan, dan hal-hal semacam ini.
  • Karena mungkin akan sangat banyak tantangan yang kamu dapatkan terkait jobdesc yang diberikan, jadikanlah pertanyaan ini sebagai unsur ‘pamer’ diri. Kamu bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu merupakan pekerja yang selalu terbuka terhadap tantangan dan berkomitmen untuk meningkatkan dan menambah keahlian untuk bisa menghadapi tantangan-tantangan tersebut.
  • Kira-kira kamu bisa menjawab dengan cara ini “Sebagai orang yang telah berpengalaman di posisi X, saya merasa ada beberapa tantangan besar yang akan saya hadapi yakni A, B, C. Meski demikian diantara semuanya masalah A saya pikir merupakan yang cukup merepotkan dan menantang. Hanya saja saya pikir karena telah berkomitmen untuk bekerja di posisi X ini maka tidak jadi masalah, dan justru saya merasa persoalan tersebut bisa memacu saya untuk meningkatkan kemampuan diri.”

Wah wah dengan mendengarkan jawaban macam ini, percaya deh, para pewawancara pasti akan puas dan kemungkinanmu diterima di perusahaan mereka akan semakin besar. Tapi ingat, kuncinya jangan bohong dan jangan melebih-lebihkan!

#8 Setiap pelamar biasanya melebih-lebihkan beberapa hal di dalam CV mereka, kalau anda yang mana yang anda lebih-lebihkan?

Tidak ada jawaban tepat untuk menjawab pertanyaan jebakan ini. Karena memang sebenarnya pertanyaan inilah yang benar-benar menjebak para calon karyawan. Apalagi bila ternyata di dalam CV mu benar-benar ada kebohongan.

Jawabannya, buatlah CV mu sejujur mungkin sehingga kamu bisa berkata dengan yakin bahwa semua hal yang kamu tulis di dalam CV mu adalah benar tanpa ada penambahan maupun pengurangan.

Percaya deh ketika kamu berbohong, para pewawancara akan bisa mendeteksi keanehan di dalam gerak gerikmu. Mungkin tidak terbayangkan oleh kamu, tapi bagi orang yang pernah mewawancara ratusan orang tentu mudah untuk mendeteksi kebohongan kecil seperti itu.

#9 Mengapa anda keluar dari perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya?

Pertanyaan ini sebenarnya bertujuanuntuk memancingmu, para pewawancara ingin melihatmu apakah kamu (mungkin) akan menjelek-jelekkan perusahaan tempatmu bekerja sebelumnya. Hal ini penting loh!

Bila seseorang bisa dengan mudah menjelek-jelekkan perusahaan tempatnya bekerja, biasanya pewawancara akan ragu untuk menerima mereka bekerja. Karena tentu khawatir hal yang sama akan menimpa perusahaan mereka.

Selain itu dengan menyalahkan dan menjelek-jelekkan perusahaan tempatmu bekerja sebelumnya, akan membuatmu tampak sebagai orang yang sulit menerima tantangan, mudah menyerah, dan selalu mencari pembenaran.

Untuk menjawab pertanyaan jebakan yang satu ini, ada beberapa poin penting yang harus disampaikan:

  • Bahwa tidak ada masalah besar yang menyebabkan terjadinya putus hubungan kerja antara perusahaan lama. Sebisa mungkin pula, minta surat rekomendasi kerja sebelum kamu berhenti dari perusahaanmu yang lama. Karena surat rekomendasi ini bisa membuktikan bahwa memang tidak ada hal buruk yang menyebabkanmu keluar.
  • Sampaikan bahwa kamu selalu dan tetap bisa mengerjakan seluruh pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan yang lama. Biar bagaimanapun, kamu harus meyakinkan pewawancara bahwa kamu keluar bukan karena tidak sanggup menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.
  • Sampaikan pula bahwa menurutmu, dengan pindah ke perusahaan tersebut maka kesempatanmu untuk mengembangkan diri menjadi terbuka lebar. Usahakan agar hal ini menjadi poin penting yang ditangkap oleh para pewawancara.
  • Hindari berbicara buruk mengenai perusahaanmu yang lama.

Menurut kami keempat poin ini merupakan poin penting yang harus selalu kamu ingat apabila mendapatkan pertanyaan jebakan yang cukup sulit macam ini.

#10 Mengapa ada waktu jeda setelah anda berhenti bekerja di perusahaan yang lama?

Nah boleh dibilang pertanyaan ini pun merupakan salah satu pertanyaan yang bisa bikin para pelamar kerja keringat dingin. Karena selain menusuk, boleh jadi pertanyaan ini mengungkap hal-hal yang membuat citramu buruk di depan para pewawancara.

Untuk yang satu ini sih, memang cukup sulit. Tidak ada trik untuk menjawabnya dan satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan adalah jujur mengenai mengapa kamu keluar dari pekerjaanmu sebelumnya.

Kemudian agar citramu tidak tampak buruk, kamu bisa menceritakan beberapa aspek-aspek positif selama bekerja di perusahaan yang lama, sehingga pengalaman-pengalaman tersebut kemudian kamu harapkan bisa bermanfaat bila kamu diterima bekerja diperusahaan yang baru.

#11 Apa yang membedakan anda dengan pelamar kerja lainnya?

Merupakan pertanyaan jebakan yang cukup sulit di jawab, namun bila dikeluarkan akan sangat menguntungkan bagi kamu. Karena bila bisa menjawab dengan sesuai, kemungkinan kamu diterima bekerja akan menjadi sangat besar.

Tidak perlu dibuat sulit dan berbelit-belit, intinya para pewawancara ingin bertanya menganai hal apa saja yang bisa kamu lakukan atau berikan untuk perusahaan bila nantinya kamu diterima bekerja.

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dengan matang sebelum bisa mengeluarkan isi kepalamu kepada para pewawancara:

  • Pelajari deskripsi kerja dan tanggung jawab yang akan kamu ambil terkait posisi yang ingin kamu lamar.
  • Pelajari resume dan pengalaman hidup yang kamu punya, carilah yang sekiranya berhubungan dan bermanfaat dengan deskripsi kerjamu nantinya.
  • Pelajari pula beberapa kelebihan dan keterampilan yang kira-kira bermanfaat dan berhubungan dengan deskripsi kerjamu nantinya.
  • Hubungkan ketiga faktor di atas, lalu sampaikan beberapa hal dengan contoh nyata yang pernah kamu hadapi. Intinya yakinkan para pewawancara bahwa kamu merupakan orang yang akan memecahkan masalah mereka sehingga bisa memberikan keuntungan yang besar kepada perusahaan nantinya.

Memang sih pertanyaan ini cukup sulit untuk di jawab. Tapi percayalah bila pewawancara puas dengan jawabanmu, maka kesempatanmu untuk diterima bekerja di perusahaan tersebut akan melonjak drastis.

#12 Menjawab pertanyaan “bagaimana jika anda….”

Pertanyaan bagaimana jika… merupakan salah satu pertanyaan jebakan yang boleh jadi cukup menegangkan. Karena tentu saja cukup sulit bagi kamu untuk menebak kira-kira pertanyaan macam apa yang akan keluar.

Kunci dari soal semacam ini bukan hanya terletak di dalam jawaban yang kamu berikan kepada pewawancara. Karena memang kebanyakan pewawancara bertanya pertanyaan macam ini semata-mata hanya karena ingin melihat reaksi dan caramu dalam menanggapi hal-hal yang diluar ekspektasi.

Dari sana seharusnya kamu bisa berusaha untuk tetap tenang bila mendapatkan pertanyaan jebakan macam ini. Bahkan kamu bisa saja meminta waktu sesaat kepada pewawancara untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hal yang terpenting adalah, jangan sekali-kali kamu menjadi gugup dan buyar seketika dalam menjawab pertanyaan hanya karena pertanyaan bagaimana jika…

Penutup

about me

Meski terdengar kejam dan jahat, pada dasarnya para pewawancara seringkali senang bertanya mengenai hal-hal yang cukup sulit dan tidak diduga-duga oleh para pelamar pekerjaan di perusahaan mereka.

Jawaban memang satu hal penting, tapi jangan pernah lupa bahwa para pewawancara juga menilai gerak gerikmu selama menjawab pertanyaan-pertanyaan tak terduga ini. Tetap tenang dan jangan sampai gugup sehingga menghancurkan proses wawancara seluruhnya.

Tapi setidaknya kamu bisa mengingat 3 hal penting dibawah ini:

  1. Para pewawancara bukan bertugas untuk mempermalukanmu, apalagi menolakmu bekerja. Mereka berbuat demikian semata-mata karena ingin mencari pegawai terbaik yang bisa bekerja sama dengan mereka nantinya di dalam perusahaan.
  2. Selain itu, adalah hal yang wajar ketika kamu meminta waktu sesaat untuk berpikir kepada pewawancara bila diberikan pertanyaan yang sulit. Hanya saja jangan melakukan hal ini terlalu sering ya.
  3. Terakhir, ada beberapa pertanyaan yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya memancingmu untuk berpikir, dan dari sanalah kemudian para pewawancara bisa melihat proses pikir si calon pekerja.

Akhir kata, selamat melamar pekerjaan, semoga kamu diterima di tempat yang kamu idam-idamkan ya!

Jangan Lupa, Supaya Lancar Lamarannya Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *