15 Tips Interview Kerja agar Kesempatan Diterima Lebih Besar

Di dunia pendidikan, salah satu hal yang paling menakutkan barangkali adalah proses ujian. Sementara di dunia kerja, salah satu hal yang paling sering menjadi momok menakutkan barangkali adalah performa yang turun.

Nah tapi tahukah Anda ada satu hal penting yang harus dilewati setiap orang yang sedang menjalani fase pendidikan menuju fase dunia kerja, dan (lagi-lagi) hal ini menjadi hal yang cukup menakutkan: interview kerja!

Banyak dari para lulusan baru yang merasa tidak pede ketika melakukan interview kerja, sehingga lamaran kerja yang mereka ajukan ditolak mentah-mentah. Lebih-lebih lagi bila mereka ditolak lebih dari satu kali, kepercayaan diri mereka pun akan semakin turun.

Anda yang berada di sini pun, kami yakin pasti sedang mencari cara bagaimana tips interview kerja yang baik dan benar agar kesempatan diterima bekerja menjadi lebih besar? Kami punya caranya, tak peduli jadi PNS, jadi pegawai swasta, pegawai BUMN, hingga pegawai outsource, ini dia tipsnya!

#1 Riset Seputar Perusahaan dan Industri yang Dijalankan

lowongan kerja

Salah satu poin yang akan menjadi pertanyaan dan akan dicaritahu oleh pihak penerima kerja adalah seberapa besar Anda memahami perusahaan mereka, dan seberapa besar Anda memahami insdustri yang mereka jalankan.

Memahami perusahaan secara menyeluruh bisa membuat impresi positif bagi si penerima kerja, karena bagi mereka tentu saja Anda akan dianggap lebih meyakinkan. Tapi memang sih tidak selalu, apalagi kalau Anda terlalu membuat-buat dengan menyebut perusahaan tersebut sering-sering di dalam wawancara.

Sementara dengan memahami industri yang dijalankan oleh perusahaan, Anda akan dianggap ‘niat’ dan memiliki potensi. Perusahaan tentu senang memiliki karyawan yang memahami industri yang mereka jalankan.

Terlepas dari apapun gelar dan keahlianmu, dengan memahami seluruh industri yang dijalankan maka perusahaan akan merasa bahwa Anda adalah aset yang berharga. Seseorang yang memiliki pengetahuan lengkap terhadap seluruh industri di dalam perusahaan, memiliki potensi untuk menduduki jabatan penting di perusahaan loh!

#2 Persiapkan Nilai Selling Point Dirimu dengan Baik

mikrofon

Salah satu kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh para calon pelamar kerja adalah tidak mempersiapkan selling point diri dengan baik. Biasanya mereka terlalu berfokus dengan portofolio dan CV, sampai lupa nantinya bagaimana ‘menjual diri’mu kepada perusahaan.

Namun ada pula kandidat yang menyiapkan berbagai macam selling point namun sulit dibuktikan. Misalnya seorang kandidat berkata “Saya merupakan orang yang bisa bekerja di dalam tim” namun seluruh portfolionya menunjukkan kalau ia selalu bekerja sendiri.

Lalu bagaimana solusinya? Mudah saja, siapkanlah setidaknya tiga sampai lima nilai dirimu yang sekiranya bisa bermanfaat di dalam perusahaan. Untuk hal ini sesuaikan pula dengan posisi yang akan Anda lamar.

Misalnya Anda bisa berkata, “Saya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, hal ini ditunjukkan dengan portfolio saya yang sukses meloloskan perusahaan saya ke dalam lebih dari 5 tender besar pemerintah”.

Dengan demikian si penerima kerja bisa mengkonfirmasi apa yang Anda katakan, dan tentu saja menghindari Anda dicap sebagai calon pegawai yang besar mulut tapi penuh dengan omong kosong.

Selain nilai diri, persiapkanlah alasan mengapa para penerima kerja harus menerima Anda sebagai karyawan mereka. Untuk menambah nilai jual ini, Anda boleh menjelaskan kemampuan dan keahlian yang Anda punya dan sekiranya bisa membantu perusahaan.

Satu hal yang perlu Anda ingat, seseorang memiliki perusahaan tentu saja dengan niat berbisnis dan menambah keuntungan. Ketika Anda sedang diwawancara, Anda harus bisa menunjukkan kepada perusahaan bahwa keahlian yang Anda punya bisa menambah omzet perusahaan mereka.

#3 Persiapkan Jawaban atas Pertanyaan Wawancara Kerja Umum

pertanyaan

Untuk mengetahui beberapa pertanyaan yang mungkin keluar saat Anda melakukan wawancara Anda bisa membeli buku seputar pertanyaan-pertanyaan umum wawancara yang banyak berseliweran di toko buku.

Nah Anda bisa membaca salah satu dari beberapa buku yang banyak tersebut. Lalu persiapkan saja jawaban-jawaban yang bisa Anda keluarkan. Saran kami, jangan memberikan jawaban yang terlalu bertele-tele dan dibuat-buat. Buatlah sesimpel mungkin namun meyakinkan.

#4 Antisipasi Pertanyaan Tembakan Pewawancara

kemeja digulung

Dalam setiap wawancara kerja, sudah pasti si pewawancara akan banyak menyecar Anda dengan berbagai pertanyaan. Alasannya tentu saja agar mereka bisa mendapatkan seseorang yang terbaik diantara seluruh pelamar kerja.

Nah seringkali salah satu cara yang meleka lakukan adalah dengan bertanya beberapa pertanyaan yang membuat si pelamar kaget. Tapi tenang saja, Anda bisa kok mengantisipasi pertanyaan model ini.

Caranya adalah, bayangkan bila Anda berada di posisi mereka dan Anda melihat diri Anda sendiri. Bayangkan kemungkinan apa saja yang membuat mereka menolak Anda sebagai kandidat.

Setelah itu barulah Anda persiapkan jawaban yang mungkin bisa membantu Anda keluar dari pertanyaan tersebut.

#5 Berlatih dalam Menjawab Pertanyaan

teman akrab

Salah satu hal penting yang seringkali membuat para kandidat gagal menjalankan proses wawancara adalah ketidaksiapan mental. Banyak orang yang menyepelekan tekanan yang muncul di saat proses wawancara berlangsung.

Untuk menghilangkan rasa was-was ini, Anda bisa berbicara di depan kaca sambil terus-terusan mengucapkan beberapa kata yang nantinya akan Anda sampaikan saat wawancara, misalnya perkenalan diri, portfolio, hingga misalnya alasan-alasan mengapa Anda harus diterima bekerja.

Bila sudah berlatih dengan diri sendiri, saatnya Anda memanggil satu atau dua orang teman dekatmu. Lalu mintalah mereka menanyakan beberapa pertanyaan wawancara kerja yang umum ditanyakan. Pertanyaan boleh mengacu kepada buku-buku wawancara kerja maupun internet.

Setelah itu selesaikan seluruh rangkaian wawancara tersebut, dan di akhir sesi wawancara Anda bisa langsung meminta feedback dan saran dari temanmu. Cara lain adalah dengan merekam seluruh rangkaian wawancara tersebut.

Nantinya Anda bisa memutar ulang rekaman tersebut dan bisa mengira-ngira dimana titik lemahmu. Lalu Anda bisa kembali menyusun strategi serta mengulang latihan di momen yang Anda rasa Anda kurang yakin ketika menjawab pertanyaan wawancara.

Selain itu hindari menjawab pertanyaan-pertanyaan jebakan dengan salah. Misalnya Anda dipancing untuk menceritakan prestasimu, hindari bersikap sombong dan cepat puas. Ini bukan persoalan budaya ketimuran, tapi banyak HRD yang beranggapan orang-orang yang angkuh akan sulit diajak bekerja sama dalam tim dan hal ini tentu akan menyulitkan jalannya perusahaan.

Kemudian bersiaplah ditanya “berapa gaji yang anda inginkan?” Meski terdengar sulit, Anda bisa kok menjawab dengan tepat. Cari saja gaji di posisi yang Anda lamar di internet sebelumnya, lalu Anda bandingkan berdasarkan kemampuan diri serta perusahaan tempatmu melamar gaji.

Saran kami Anda bisa langsung tembak gaji dengan angka yang tertinggi dari rata-rata gaji di posisi serupa, yang telah Anda cari sebelumnya di internet. Tidak perlu khawatir karena biasanya setelah diterima, akan ada proses negosiasi gaji kok. Kalau sudah pasang tarif tinggi, setidaknya Anda bisa menawar gaji dengan lebih mudah nantinya.

Ada pula pertanyaan yang cukup menarik yakni seputar hobi. Jawablah dengan jujur, jelas, dan lengkap. Hal ini dimaksudkan agar si pewawancara secara umum mengetahui latar belakang, serta kepribadianmu, apakah nantinya kira-kira akan cocok dengan lingkungan perusahaan.

Pertanyaan jebakan berikutnya adalah “apakah anda melamar ke perusahaan lain selain perusahaan kami?” Nah jawablah dengan jujur. Anda bisa juga menggiring si pewawancara, apalagi bila kebetulah posisi dan kultur dari semua perusahaan yang Anda lamar mirip.

Hal ini justru bisa memperkuat alasanmu bekerja di dalam perusahaan tersebut. Anda bisa bilang begini “Saya melamar di perusahan A,B, dan C, dengan posisi X. Karena selain menunjang kemampuan saja, menurut saya secara kultur dan lingkungan kerja ketiga perusahan ini mirip sehingga harapannya saya bisa berkembang dengan maksimal.” Wah keren!

#6 Lima Menit Pertama adalah Kunci

kunci jawaban

Percaya atau tidak, kebanyakan pewawancara sudah bisa mengambil kesimpulan terhadap kandidat pelamar kerja hanya berdasarkan lima menit pertama saat mereka melakukan wawancara.

Nah untuk itulah Anda harus banyak-banyak berlatih di masa krusial ini. Dengan membuat impresi yang baik selama 5 menit pertama, Anda pada dasarnya telah mengamankan posisi Anda dibandingkan kandidat-kandidat lainnya.

#7 Sopan tapi Tidak Pasif

jepang

Sopan barangkali bukanlah tips yang aneh, apalagi bagi Anda yang tinggal di Indonesia yang memang budayanya lebih sensitif terhadap tata krama dan tingkah laku. Jadi Anda tidak perlu bingung.

Tapi mengapa kami tulis disini? Percaya atau tidak semakin ke bawah semakin banyak HRD yang mengeluh karena si calon pegawai yang tidak mempunyai tata krama. Mulai dari ketika mengirim email lamaran kerja, hingga ketika wawancara.

Percaya deh, sepintar apapun otakmu bila tidak memiliki tata krama pasti akan sulit dalam mencari kerja. Anda mungkin bisa lolos ketika seleksi berkas, tapi HRD bisa saja secara subjektif tidak meloloskanmu hanya karena mereka tidak suka dengan tingkah laku Anda.

Meski demikian, Anda tetap perlu mengingat bahwa sopan tidak sama dengan pasif loh. Anda harus sopan dalam bersikap dan membawa diri, tapi bukan berarti Anda harus lebih banyak diam dan menunggu ditanya oleh pewawancara.

Selain itu jangan pernah memposisikan pewawancara sebagai musuh yang harus Anda lawan dan patahkan argumennya. Anda memang harus cukup peka untuk yang satu ini. Tapi biar bagaimanapun bertanya dan mencecar kandidat adalah salah satu cara pencari kerja untuk mendapatkan karyawan yang terbaik.

Kuncinya, bukalah pikiranmu dan jangan terkurung dengan asumsi-asumsi diri yang ada. Anda harus bisa membuka pikiran terhadap seluruh pertanyaan maupun sanggahan si pewawancara terhadap apa yang Anda katakana.

#8 Cara Menjawab Soal “Jelaskan Tentang Diri Anda!”

duduk

Salah satu pertanyaan paling umum dan kemungkinan besar ditanyakan oleh pewawancara adalah “jelaskan tentang dirimu”. Hal ini sebenarnya merupakan salah satu kesempatan terbesar Anda untuk mempromosikan dirimu.

Dengan pertanyaan terbuka macam ini, Anda sudah sewajarnya bisa menjelaskan berbagai macam hal yang sekiranya cocok dengan posisi yang Anda lamar di perusahaan, dan berbagai hal yang sekiranya berhubungan dengan perusahaan.

Sayangnya seringkali orang-orang yang diberikan pertanyaan macam ini justru membuangnya secara sia-sia dengan menceritakan hal-hal yang tidak penting. Misalnya, penting memang menceritakan riwayat hidup, tapi buat apa Anda cerita dimana TK dan SD Anda berasal?

Intinya jawab pertanyaan ini dengan berbagai aktivitasmu semasa sekolah, soft skill yang Anda punya, pengalaman organisasi, serta prestasi akademik dan tentu saja ‘prestasi’ secara organisasi.

Mengapa prestasi dalam organisasi penting? Prestasi akademik memang penting, karena hal ini menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan di atas rata-rata. Namun menunjukkan prestasi organisasi tidak kalah penting, karena hal ini menunjukkan bahwa Anda merupakan orang yang matang dalam berorganisasi dan tentu bisa bekerja dengan baik di dalam tim.

Percayalah, hal ini merupakan salah satu hal penting yang cukup dicari oleh perusahaan. Karena di dalam perusahaan bidang apapun, hampir selalu Anda akan bekerja di dalam tim yang besar, dan ini membutuhkan keterampilan sosialisasi dan organisasi yang tidak bisa didapat dengan singkat!

#9 Perhatikan Bahasa Tubuh Anda

baju putih

Bila konten yang ingin Anda sampaikan sudah matang, jangan lupa sekali lagi berlatih. Nah, selama berlatih ini coba Anda sesekali perhatikan bahasa tubuh Anda, intonasi, kontak mata, dan hal-hal kecil macam ini.

Pertama kali masuk ke dalam ruangan wawancara, sampaikan salam secara jelas dan tegas. Kemudian Anda boleh berjabat tangan dengan para pewawancara, sambil kembali membuka wawancara dengan hangat.

Bila sudah dipersilahkan maka Anda bisa langsung menyampaikan yang ingin Anda sampaikan dan menjawab pertanyaan pewawancara secara lugas, tegas, dan jelas. Pastikan kontak mata tertuju terus kepada pewawancara.

Hindari hilang kontak mata! Meski terdengar sepele, percayalah ketika Anda gugup tanpa sadar Anda akan sangat sering melirik ke kanan kiri, dan yang lebih bahaya ketika Anda melirik ke atas. Gestur-gestur macam ini akan membuat Anda dianggap sedang mengingat-ngingat dan membuat-buat jawaban.

Selain itu pertahankan postur tubuh yang baik, tegak, tidak menunduk, tapi tidak membusungkan dada. Keluarkan suara yang jelas, tidak perlu keras, apalagi bila Anda diwawancara di dalam ruangan yang cukup sempit. Setidaknya jangan sampai suara Anda sulit didengar si pewawancara.

Terakhir matikan saja nada dering dan getar di ponsel Anda. Hindari distraksi ponsel dengan cara ini. Karena ketika Anda tampak gelisah dengan ponsel Anda, para pewawancara pasti akan sadar. Selain itu khawatirnya Anda juga tidak akan bisa menjawab pertanyaan dengan benar.

#10 Jangan Takut Bertanya

telapak tangan

Salah satu kesalahan yang cukup umum ditemui oleh para penerima kerja adalah, banyaknya kandidat yang pasif dan takut bertanya soal perusahaan, dan tentu soal beban kerja, gaji, dan hal-hal seputar pekerjaannya kepada si pemberi kerja.

Padahal pertanyaan macam ini merupakan pertanyaan yang penting loh. Anda akan selalu diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai jenis pekerjaan, jobdesc, pembagian tugas, hingga honor kepada si pemberi kerja.

Manfaatkanlah waktu untuk bertanya ini dengan sebaik mungkin. Tapi hindari menanyakan pertanyaan yang sama berulang-ulang. Caranya adalah dengan membuat catatan, dan selalu lihat catatan Anda untuk setiap pertanyaan yang telah dan akan Anda tanyakan.

Kami pun memiliki beberapa pertanyaan ‘cerdas’ yang bisa Anda tanyakan kepada si pewawancara, yang tentu bisa membuat Anda tampak cedas dan capable. Berikut ini adalah pertanyaannya:

  1. Bisakah anda jelaskan mengenai tanggung jawab harian yang perlu saya kerjakan selama di perusahaan ini?
  2. Kira-kira bagaimana nantinya perusahaan saya akan menilai performa saya dalam bekerja di posisi ini? Seberapa sering?
  3. Dari perusahaan sendiri, bagaimana kira-kira orang yang bisa sukses bekerja di posisi ini sebelumnya?
  4. Apa tantangan atau masalah terbesar yang sekiranya bisa saya bantu untuk hadapi bila saya dapat bekerja di posisi ini?
  5. Di posisi ini, dengan divisi apa saya kebanyakan akan berhubungan? Bagaimana proses dan cara kerja divisi tersebut?
  6. Benefit apa saja yang sekiranya bisa saya dapatkan di perusahaan ini, dan apakah ada uang lembur?

#11 Hindari Bicara Buruk Tentang Perusahaan Tempat Anda Bekerja Sebelumnya

ghibah

Salah satu hal yang seringkali dilakukan oleh seorang calon pelamar kerja adalah membicarakan hal-hal jelek mengenai perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Apalagi memang orang Indonesia terkenal sebagai orang yang senang gibah, wow!

Nah hindari hal semacam ini, karena percayalah banyak diantara perusahaan-perusahaan besar yang para HRD nya rajin berkomunikasi. Selain itu dengan membicarakan hal buruk mengenai perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya, artinya Anda memberikan impresi buruk kepada pewawancara.

Tentu saja si pewawancara boleh berasumsi bahwa orang-orang macam ini nantinya akan mudah bicara buruk mengenai perusahaan tempatnya bekerja kepada orang-orang di luar sana. Akhirnya? Mudah ditebak, Anda pasti akan sulit diterima bekerja diperusahaan manapun.

Pikirkanlah, biar bagaimanapun perusahaan tempat Anda bekerja tetaplah membantu Anda di dalam memberikan rezeki. Pun perlakuan yang diberikan tidak baik, saran kami simpanlah untuk dirimu sendiri dan akan lebih bijak bila tidak Anda sampaikan ketika wawancara kerja kemudian.

#12 Ucapkan Salam Penutup dan Terima Kasih

kartu ucapan

Bila sudah selesai menjalankan seluruh rangkaian wawancara, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan tentu saja salam penutup. Wawancara memang sudah selesai, tapi Anda akan tetap dinilai hingga Anda keluar ruangan.

Jangan sampai Anda tidak menutup wawancara dengan terima kasih dan salam penutup. Karena bisa-bisa Anda dianggap sebagai calon pegawai yang tidak memiliki tata krama, dan ini penting karena sangat menentukan apakah Anda akan diterima di dalam bekerja atau tidak.

#13 Jangan Menyerah

nyerah

Terdengar klise memang, tapi menurut kami Anda harus memiliki semangat juang yang tinggi. Sekolah di kampus ternama, IPK mentereng, sederet riwayat prestasi akademik, sederet perjalanan organisasi, tidak menjamin Anda akan diterima di perusahaan-perusahaan elit.

Ada banyak faktor yang menentukan apakah Anda diterima kerja di suatu perusahaan. Anda pun perlu mengingat bahwa si pewawancara pun manusia juga. Ada kalanya mereka pun tidak fit saat mewawancarai Anda, sehingga bisa saja karena kesalahan penilaian mereka Anda justru ditolak.

Hal-hal macam ini, atau yang lazim disebut faktor X merupakan segala faktor yang menurut kami sulit diprediksi. Sehingga ketika mengalami kegagalan, Anda harus terus evaluasi dan berusaha kembali dan jangan cepat menyerah.

Prinsipnya, apakah Anda akan diterima atau tidak diterima bekerja ditentukan berbagai faktor baik yang bisa dikendalikan ataupun yang tidak bisa dikendalikan. Namun ketika Anda sama sekali tidak mencoba, otomatis kesempatan Anda mendapat kerja adalah nol persen!

#14 Pakaian yang Harus Dipakai Saat Wawancara

pakai jas

Memang sih tidak ada yang bilang dan boleh mengatur mengenai pakaian apa yang harus Anda pakai di wawancara, Anda adalah Anda! Tapi sayangnya, banyak pewawancara yang akan mengambil impresi pertama dari penampilan fisik dan pakaian yang Anda pakai.

Untuk alasan itulah saran kami turunkanlah ego Anda sedikit saja, dan cobalah pakai pakaian yang sesuai. Meski tidak ada aturan baku, tapi kami coba simpulkan beberapa pakaian yang bisa Anda pakai saat wawancara kerja.

Untuk atasan, Anda bisa menggunakan pakaian yang:

  • Formal dan terlihat profesional.
  • Normal fit, atau slim fit boleh selama postur dan bentuk badan sesuai.
  • Bersih, bebas noda apapun.
  • Licin disetrika, dan tidak ada sobekan.
  • Gunakan warna-warna polos yang hangat, hindari penggunaan warna-warna terang seperti hijau muda, kuning, pink, ungu muda, oranye, dll.
  • Motif minimal.
  • Warna matching.

Sementara itu untuk bawahan Anda bisa menggunakan pakaian yang:

  • Formal, terlihat profesional.
  • Normal fit dan slim fit boleh selama postur dan bentuk badan mendukung.
  • Bersih bebas noda, licin disetrika.
  • Hindari penggunaan rantai-rantai atau apapun yang berbunyi.
  • Gunakan ikat pinggang kulit bagi laki-laki.
  • Bila menggunakan rok, gunakan rok dengan tinggi yang sesuai.

Tips untuk penggunaan pakaian lainnya adalah sebagai berikut:

  • Rapi secara umum, dan tampak profesional.
  • Warna matching.
  • Hindari penggunaan perhiasan berlebihan.
  • Bagi wanita yang menggunakan tas tangan, hindari warna mencolok.
  • Gunakan parfum secukupnya, sepele sih, tapi seringkali Anda melakukan wawancara di ruangan tertutup. Jadi pasti Anda menghindari para pewawancara untuk terlalu terfokus kepada wangi parfum-mu yang mencolok.
  • Bagi pria gunakan sepatu pantofel yang telah disemir.
  • Bagi yang berjanggut, rapikan janggut Anda.
  • Anda juga bisa menggunakan pakaian tertentu sesuai dengan ketentuan perusahaan, khusus untuk yang satu ini Anda bisa mencari tahu sebelumnya.

#15 Doa

doa

Terakhir, jangan pernah lupa untuk berdoa. Bagi yang masih memiliki orang tua, boleh juga untuk meminta doa dan restu dari orang tua. Usaha boleh maksimal, tapi jangan lupa ya untuk berdoa selalu!

Cek juga: Gaji PNS di Tahun 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *