fbpx

20 Lokasi Pemandangan Alam Terindah yang Wajib Dikunjungi

Berlibur merupakan salah satu cara paling mudah untuk melepaskan penat, menghilangkan stress, dan beristirahat sejenak dari kejenuhan pekerjaan kita baik di kantor ataupun bagi kita semua yang masih sekolah.

Lebih jauh lagi ada banyak destinasi wisata yang dipilih oleh orang-orang yang ingin berlibur, mulai dari jalan-jalan ke luar kota, ke luar negeri, hingga mencari tempat-tempat wisata dengan pemandangan alam yang indah.

Nah kami akan coba membahas beberapa lokasi pemandangan alam terindah yang wajib banget kamu kunjungi bila ingin berlibur. Setelah datang ke tempat itu dijamin deh seketika itu pula kamu akan merasa plong dan lega!

Labuan Bajo

pulau padar

Masih termasuk ke dalam wilayah Flores, Labuan Bajo merupakan satu lokasi wisata yang menurut kamu wajib dikunjungi olehmu setidaknya sekali seumur hidupmu. Alasannya? Tentu saja karena di lokasi ini ada banyak pemandangan indah yang bisa kamu nikmati.

Hanya saja memang sih tempat ini kurang cocok bagi kamu yang senang menikmati pemandangan alam perbukitan dan gunung yang cenderung tenang. Karena rata-rata yang disajikan oleh alam disini adalah lautan dan bukit-bukit menghadap laut yang sangat indah.

Setidaknya ada 17 spot wisata yang bisa kamu nikmati di Labuan Bajo, yuk kita bahas satu persatu supaya kamu tidak kehabisan spot wisata (foto) tentu saja!

Pulau Padar – pulau yang memiliki tiga pantai indah ini merupakan salah satu spot foto paling populer di Labuan Bajo. Sebut saja Gwyneth Paltrow, Valentino Rossi, Fiona Callaghan, Luna Maya, hingga Ricardo Kaka legenda AC Milan pernah berfoto di Pulau Padar.

Saking indahnya Pulau Padar banyak yang bilang bahwa Pulau Padar merupakan serpihan dari surga yang tercecer di bumi Indonesia. Intinya sih jangan sampai kamu lupa ke Pulau Padar ya kalau berjalan-jalan ke Labuan Bajo.

Pulau Kelor – masih di seputar Labuan Bajo, pulau kelor juga merupakan salah satu spot wisata favorit banyak orang. Alasannya? Tentu saja pemandangannya yang menakjubkan, dan tidak kalah dari Pulau Padar loh!

Sama seperti Pulau Padar, untuk bisa menikmati keindahan Labuan Bajo kamu harus mendaki bukit yang cukup tinggi. Dari ketinggian inilah nantinya kamu bisa menikmati surga yang tercecer di bumi Indonesia!

Pantai Pink – nah bila kedua spot wisata sebelumnya merupakan perbukitan yang dikelilingi lautan Labuan Bajo, maka pantai pink merupakan pantai yang memiliki pasir berwarna pink (sesuai namanya! Ha ha).

Alasan dari mengapa pasir di pantai ini bisa berwarna pink adalah karena banyak pasir dan serpihan batuan kecil yang memiliki pigmen kemerahan sehingga dari jauh pantai ini benar-benar berwarna pink loh.

Tapi sayangnya menurut pengakuan para tour guide yang sudah bertahun-tahun di sana, pantai pink sekarang sudah tidak se-pink dahulu. Alasannya? Tentu saja banyak wisatawan tak bertanggung jawab yang mengambil pasirnya sebagai oleh-oleh.

Walau sedikit tapi bila yang mengambil ada banyak, tentu saja akan merusak. Jangan jadi wisatawan tak bertanggung jawab seperti itu ya!

Pulau Kanawa – meski telah dimiliki oleh swasta, Pulau Kanawa hingga saat ini masih bisa dikunjungi oleh oleh orang secara umum loh. Kamu yang merupakan penghobi fotografi pasti tidak akan puas bila mengelelilingi pulau ini sebentar saja, mungkin butuh seharian untuk mengeksplor seluruh lokasi foto yang ada!

Goa Rangko – percaya kah kamu di tengah-tengah Labuan Bajo yang memang indah ini masih ada spot-spot tersembunyi seperti Goa Rangko ini? Kamu harus percaya!

Untuk sampai ke Goa Rangko kamu harus menaiki kapal ke pulau yang berada di tengah-tengah perairan Labuan Bajo. Setelah itu kamu bisa menyusuri jalan-jalan di pinggir tebing di pulau tersebut untuk mencapai Goa Rangko.

Goa Rangko sendiri merupakan cerukan besar yang berisi air asin yang amat jernih dan dipenuhi bagai stalaktit di dalamnya. Bila ke Labuan Bajo kamu wajib datang dan berendam di dalam Goa Rangko ini ya!

Manta Point – siapa bilang pemandangan alam yang kami maksud di sini hanyalah pemandangan-pemandangan tanpa kehidupan? Karena di Labuan Bajo kamu bisa berenang di dalam laut bebas bersama ikan pari berukuran lebih dari 2 meter!

Kamu tidak perlu khawatir karena pari raksasa ini merupakan pari yang tidak berbahaya dan cukup ‘berani’ berada di dekat manusia loh. Artinya? Tentu saja berarti kamu bisa berfoto bersama mereka.

Tidak perlu lisensi diving untuk berfoto bersama pari raksasa ini, selama kamu bisa berenang dan menyelam bebas alias free diving maka modalmu sudah cukup untuk bisa melakukan foto bersama si ikan pari raksasa ini.

Pulau Rinca – pernah dengan pulau Komodo yang penuh dengan si kadal purba ini? Kalau pernah, jangan lupa juga kalau Labuan Bajo masih memiliki Pulau Rinca yang juga merupakan habitat asli Komodo.

Berbeda dengan beberapa spot sebelumnya, kamu yang ingin menjelajah Pulau Komodo atau Pulau Rinca ini harus menyiapkan fisik yang prima ya. Karena biasanya kamu akan diajak trekking dengan jarak yang lumayan untuk bisa menemui si kadal purba ini.

Ijen

ijen blue lava

Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal dengan Ijen dengan kawahnya yang memiliki api biru fenomenal? Tapi untuk bisa menikmati pemandangan alam yang luar biasa ini lagi-lagi kamu harus menyiapkan kondisi fisik yang prima karena kamu akan banyak menggunakan kakimu untuk trekking dalam jarak yang lumayan jauh loh.

Lalu setelah jauh-jauh mendaki Ijen, dimana saja kamu harus berfoto dan menikmati pemandangan alam terindah itu? Yuk bahas satu persatu!

Blue fire – alias si api biru yang amat fenomenal. Untuk bisa mencapai kesana pertama-tama tentu saja kamu harus melakukan trekking hingga bisa mencapai kawah ijen. Persiapkan kaki dan tenagamu brader!

Memang sih di sana nantinya ada layanan ‘taksi’ tradisional, kamu bisa memanfaatkan jasa orang lokal untuk menarikmu menggunakan gerobak yang biasa mereka gunakan untuk menambang batu.

Kami tentu saja tidak akan melarangmu menggunakan jasa ini, karena ini merupakan salah satu mata pencaharian orang sana. Tapi bagi kamu yang masih muda dan masih kuat, tidak ada salahnya loh berjalan sambil menikmati perjalanan di kanan kiri.

Sesampainya kamu di atas, kamu harus turun kembali ke bawah kawah ijen, dan untuk menikmati si api biru ini kamu harus turun di malam hingga pagi hari (tentu saja). Karena bila kamu turun ke kawah ijen di siang hari, tentu saja si cahaya biru ini akan sulit terlihat.

Untuk bisa turun ke dalam kawah waktu yang diperlukan cukup beragam sih, tergantung dari kecepatanmu dan teman-temanmu. Tapi rata-rata orang memerlukan waktu 30 menit hingga 1 jam untuk turun dan menikmati pemandangan di sana.

Milky way – loh apa maksudnya milky way? Maksudnya adalah kamu bisa menikmati spot foto bintang-bintang yang luar biasa cantik. Namun untuk bisa mencapai spot ini kamu harus mendaki menuju kawah ijen via jalur pendakian Paltuding yang mulai dibuka pukul 01.30 pagi.

Datanglah kira-kira pukul 01.00 pagi dan langsung mendaki, cus! Cepat yak arena pemandangan yang indah ini tidak bisa dinikmati lama-lama, hanya sampai matahari terbit saja. Tapi percayalah lelahmu akan terbayarkan oleh keindahan panorama yang disajikan alam ijen!

Sun Rise Spot – sunrise spot merupakan salah satu lokasi pemandangan alam yang cukup indah di Ijen ini. Biasanya wisatawan akan menikmati spot kawah ijen terlebih dahulu saat kondisi gelap untuk menikmati api biru, dan menikmati spot sunrise ini saat menuruni ijen.

Bromo

bromo

Sama seperti Ijen, siapa sih yang tidak kenal dengan Gunung Bromo? Gunung purba yang terletak di Malang ini merupakan salah satu spot wisata dengan pemandangan alam yang terindah yang bisa kamu temui di Indonesia.

Sama seperti Ijen dan Labuan Bajo, ada beberapa spot foto yang bisa kamu nikmati dan bagikan kepada teman-temanmu bila kamu sedang berwisata di Bromo.

Penanjakan 1 – merupakan titik pemandangan yang cukup diminati untuk melihat sunrise di Gunung Bromo ini. Boleh dibilang titik Penanjakan 1 merupakan titik wajib yang harus dikunjungi untuk bisa mendapatkan foto Gunung Bromo saat sunrise.

Berhubung spot Penanjakan 1 merupakan salah satu spot paling favorit, kamu harus datang ke sini sepagi mungkin ya, bahkan mungkin dari puku 02.00 hingga 03.00. Selain itu untuk bisa mencapai ke titik ini kamu harus menyewa jeep karena kendaraan biasa tak mungkin bisa menjajal medan ke sini.

Dari titik Penanjakan 1 kamu bisa melihat Gunung Bromo, Gunung Batok yang fenomenal, serta Gunung Kursi dan Gunung Semeru yang berada di kejauhan. Spot ini bisa dibilang merupakan spot wajib yang gambarnya seringkali kamu temukan di internet, jadi tidak ada salahnya toh melihat dengan mata kepala sendiri.

Penanjakan 2 – kamu yang bepergian ke Gunung Bromo di saat musim liburan bisa jadi terjebak ditengah kerumunan manusia. Maka alternatifnya adalah dengan mencapai ke spot penanjakan 2 ini.

Bisa dijamin spot ini cenderung lebih sepi pengunjung, dan mungkin kamu malah akan lebih banyak bertemu dengan pengunjung mancanegara. Alasannya karena untuk menuju spot ini kamu harus berjalan lebih jauh dibandingkan bila ingin menuju spot penanjakan 1.

Namun panorama yang bisa kamu saksikan disini tidak kalah kok dengan spot penanjakan 1, karena kamu pun bisa menikmati keindahan Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi, dan tentu saja Gunung Semeru dari spot ini.

Tapi untuk sampai ke spot ini kamu harus berhati-hati ya, karena spot ini sempat ditutup karena longsor. Untungnya saat ini spot Penanjakan 2 sudah dibuka kembali. Tapi tentu saja berhati-hati tidak ada salahnya toh.

Pasir Berbisik – menikmati pasir mungkin terdengar aneh, sampai kamu datang ke area Pasir Berbisik. Pasir Berbisik sebenarnya merupakan area kaldera pasir yang merupakan area amat luas yang terdiri dari pasir-pasir hasil muntahan letusan Gunung Bromo.

Meski cukup ramai, tapi dijamin sih kamu tidak akan berebutan spot foto karena memang lokasi Pasir Berbisik ini sangat luas. Kamu bisa mengambil foto yang biasa-biasa saja hingga yang amat menarik disini, tergantung kreativitasmu.

Tapi jelas Pasir Berbisik merupakan salah satu lokasi di Bromo yang memiliki pemandangan alam yang memanjakan mata.

Kawah Bromo – datang ke Gunung Bromo tanpa mengunjungi kawah Bromo tentu saja merupakan perbuatan yang sia-sia. Eh tapi perhatikan juga kondisi tubuhmu ya, karena untuk mencapai kawah Bromo dari bawah memerlukan energi yang cukup dan badan yang fit.

Untuk bisa mencapai kawah bromo, pertama-tama kamu harus mendaki anak tangga bromo yang berjumlah lebih dari 200 anak tangga. Sudutnya pun lumayan curam loh, jadi kami sarankan kamu berhati-hati ya.

Sepanjang jalan anak tangga ini pun bisa menjadi momen yang menarik menurut kami, karena memang pemandangannya cukup sayang bila tidak diabadikan di dalam foto. Hanya saja sekali lagi karena memang ramainya pengunjung, tentu kamu tidak bisa berlama-lama foto disini.

Sesampainya di atas, alias bibir kawah bromo, kamu akan langsung disuguhi pemandangan kawah yang ciamik. Di sini pun kamu harus berhati-hati berhubung minimnya pegangan yang ada di atas kawah Bromo ini.

Selain dari pemandangan yang menarik, kamu pun bisa mendengar gemuruh dari kawah yang menggelegar. Kalau ke Gunung Bromo, jangan sampai lupa deh ke kawah Bromo!

Dataran Tinggi Dieng

dataran tinggi dieng

Masih berlokasi di pulau Jawa, kamu yang hobi travelling rasa-rasanya sayang bila belum pernah menikmati keindahan alam Dieng. Lokasinya yang relatif mudah dicapai tentu harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh para traveler.

Sama seperti beberapa lokasi wisata sebelumnya, ada beberapa spot menarik di dataran tinggi Dieng yang bisa kamu nikmati bersama teman-temanmu, jangan sampai terlewat ya!

Bukit Sikunir – sebagai salah satu bukit paling populer di Dieng, bisa dipastikan bahwa bukit ini selalu menjadi primadona yang tidak pernah sepi pengunjung. Alasannya tentu saja pemandangan alamnya yang amat indah.

Akan tetapi untuk bisa menikmati keindahan alam dari bukit Sikunir ini, kamu harus datang ke sana pukul 2 hingga 4 pagi, agar bisa menikmati sunrise. Apalagi untuk mencapai puncak Sikunir ini kamu harus mendaki anak tangga kira-kira 20-30 menit loh.

Jangan lupa siapkan tenaga dan fisik yang prima sebelum mulai mendaki bukit Sikunir ini. Tapi memang sih meski judulnya mendaki, tapi anak tangga yang ada dibuat selandai mungkin kok sehingga kamu tetap bisa menikmati alam di dataran tinggi Dieng ini.

Nah dari atas bukit Sikunir inilah nantinya kamu bisa melihat barisan Gunung Merbabu, Gunung Merapi, hingga Gunung Sindoro dan Sumbing. Seluruh barisan gunung-gunung inilah yang selalu menjadi primadona dan objek foto yang ikonik dari dataran tinggi Dieng.

Gunung Prau – merupakan salah satu puncak tertinggi di dataran tinggi Dieng di 2.590 mdpl yang seringkali menjadi spot incaran para wisatawan. Tapi bisa dijamin deh dari Gunung Prau ini kamu akan bisa lebih menikmati indahnya sunrise di dataran tinggi Dieng.

Alasannya karena untuk mencapai puncak kamu membutuhkan waktu pendakian kira-kira 3 hingga 4 jam. Jarang ada turis, terutama turis keluarga yang mau menempuh jalur pendakian ini. Tapi bagi kamu yang masih muda dan prima, tidak ada salahnya loh mendaki Gunung Prau dan mendirikan tenda di camping ground yang ada disana.

Petak 9 – spot wisata yang dinamakan Petak 9 ini aslinya memiliki nama Bukit Sidengkeng. Namun karena masuk ke dalam wilayah Perum Perhutani, maka dinamakan kawasan wanawisata Petak 9.

Dari petak 9 ini kamu bisa melihat telaga warna Dataran Tinggi Dieng yang fenomenal itu dengan jauh lebih jelas dan tentu saja memanjakan mata. Hanya saja kamu akan dikenakan retribusi sejumlah Rp 5.000,- per orang dan harus melakukan trekking selama kira-kira 15 menit sampai tujuan.

Kawah Sileri – bersama Kawah Sikidang, Kawah Sileri saat ini menjadi salah satu spot wisata paling populer yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tentu saja karena keindahan alamnya yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kawah Sileri ini sebagaimana Kawah Sikidang, terbentuk dari hasil erupsi gunung api yang masih aktif. Tercatat bahkan dalam 50 tahun terakhir sudah 3 kali kawah ini meletus dan terakhir di tahun 2009. Tapi tenang karena toh kawah ini dinyatakan aman untuk dikunjungi saat ini.

Hidden Paradise di Indonesia

pantai ora

Kalau kalian merasa Labuan Bajo, Dieng, Gunung Bromo, dan Ijen sudah terlalu mainstream untuk dijadikan tempat liburan di Indonesia berarti kamu harus lanjut baca artikel ini. Karena kami juga mengulas beberapa hidden paradise yang wajib kalian kunjungi setidaknya sekali seumur hidupmu.

Air Terjun Tumpak Sewu – terletak antara Kabupaten Lumajang dan Kota Malang, air terjun Tumpak Sewu ternyata belum sepopuler tempat wisata lainnya di Indonesia loh. Padahal kamu cukup mengendarai kendaraan selama kurang lebih 2 jam dari kota Malang untuk sampai kesini.

Saking fenomenalnya, Air Terjun Tumpak Sewu ini seringkali disebut sebagai air terjun Niagaranya Jawa Timur. Karena memang memiliki debit yang tinggi dengan ukuran yang cukup lebar.

Nah tapi bagi kamu yang memang tidak terlalu fit dan tidak berani, kamu cukup mengamati air terjun ini dari pos pandang saja. Tapi bila memang berani kamu bisa menyusuri tebing tanah dan tangga-tangga bambu, serta berjalan di dasar jurang melawan arus sungai untuk mencapai air terjun ini.

Pantai Ora Maluku – sebagai salah satu surga dunia di Indonesia, sayang rasanya bila kamu belum pernah mengunjungi Pantai Ora di Maluku. Saking indahnya, banyak yang menyebut Pantai Ora ini adalah pantai eksotis yang bisa mengalahkan kecantikan pantai di Maladewa.

Tidak heran kalau Pantai Ora saat ini menjadi destinasi bulan madu favorit bagi banyak orang. Di Pantai Ora kamu bisa menyewa penginapan terapung yang memiliki latar pantai dengan air laut yang sangat bening.

Belum cukup, pantai dengan air laut yang bening ini memiliki arus yang tenang loh sehingga kamu tidak perlu khawatir akan ombak dan gelombang pasang yang tinggi. Sayangnya untuk bisa mencapai kesini kamu butuh merogoh kocek agak dalam nih.

Mulai dari pemesanan tiket pesawat, transportasi di sana, hingga akomodasi selama kamu berada di Pantai Ora. Tapi yah ada harga ada kualitas kok, yakin deh kamu tidak akan menyesal bila berlibur kesana.

Pulau Sangalaki – menjadi bagian dari lokasi wisata Derawan di Kalimantan nampaknya memang sudah menjadi takdir bagi pulau Sangalaki. Keindahan pulau kecil seluas 15 hektar ini membuatnya menjadi salah satu pulau favorit wisatawan.

Bukan hanya menikmati alam, kamu pun bisa merenung sejenak. Karena ada beberapa spesies yang dinyatakan terancam punah yang hidup di Pulau Sangalaki. Diantaranya adalah penyu sisik serta penyu hijau.

Untuk alasan itulah kemudian hanya sedikit saja bagian dari Pulau Sangalaki yang didesain dan dibuat khusus bagi para wisatawan. Sementara sisanya sengaja dibuat alami dengan tujuan konservasi alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *