fbpx

Memahami Perbedaan KIS dan BPJS

Sejak diluncurkan di zaman pemerintahan bapak Susilo Bambang Yudhoyono, program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan sudah menembus angka 217 juta jiwa atau sekitar 75% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta jiwa!

Meski banyak orang yang menikmati layanan BPJS, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang justru asing dengan manfaat serta aturan yang berlaku di dalam program BPJS kesehatan ini. (Lihat syarat dan cara daftar BPJS kesehatan)

Hal-hal semacam inilah yang kemudian menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Menurut pemerintah masyarakat Indonesia cenderung banyak menuntut manfaat dari program BPJS kesehatan tanpa mau tahu aturannya dengan benar.

Maka dari itulah kami ajak kamu semua biar gak jadi orang yang hanya bisa menuntut pemerintah. Dengan menambah wawasanmu seputar BPJS kamu juga bisa berkontribusi kok terhadap carut marut masalah yang dihadapi program BPJS kesehatan saat ini.

Ilmu apa aja sih? Yuk dibaca aja!


Apa itu BPJS Kesehatan?

BPJS kesehatan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS  merupakan suatu badan hukum yang didirikan dengan tujuan menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia.

Jaminan sosial sendiri merupakan bentuk perlindungan sosial dari negara kepada rakyatnya dan termasuk orang asing yang bekerja minimal 6 bulan di Indonesia, dan tentu saja yang telah membayar iuran.

BPJS sendiri memiliki fungsi registrasi yakni menerima dan mendata peserta yang ingin menjadi anggota. Selain itu BPJS juga bertugas untuk mengumpulkan iuran dari peserta, pemberi kerja, serta bantuan iuran dari pemerintah untuk kemudian dikelola untuk kepentingan peserta. (cek cara bayar tagihan bpjs kesehatan)

BPJS juga diamanatkan oleh undang-undang untuk membiayai pelayanan kesehatan dengan uang tersebut. Terakhir BPJS diamanatkan untuk selalu memberikan informasi penyelenggaraan program BPJS kepada peserta dan masyarakat non peserta.

Oh iya kamu juga harus tahu loh bahwa BPJS juga diberikan kewenangan untuk menginvestasikan dana jaminan sosial tersebut pada investasi jangka pendek dan panjang dengan memperhatikan aspek likuiditas, solvabilitas, hingga kehati-hatian dan keamanan dana.


Siapa Saja Peserta dan Pembayar Iuran BPJS?

Kantor BPJS Kesehatan

Sesuai aturan yang berlaku semua warga negara Indonesia serta tenaga asing yang telah bekerja minimal 6 bulan di Indonesia diwajibkan untuk mendaftarkan dirinya menjadi peserta program BPJS ini.

Sementara bagi para pemberi kerja selain wajib mendaftarkan dirinya, ia juga harus mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS loh. Jadi kamu yang termasuk pemberi kerja jangan lupakan hak-hak pekerjamu ya!

Peserta BPJS kesehatan sendiri nantinya terbagi menjadi peserta bukan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan atau yang lazim disebut dengan istilah Non PBI dan peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan atau PBI.

Kemudian yang tergolong ke dalam PBI adalah semua fakir miskin maupun orang tidak mampu dengan standar yang telah ditetapkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah berlaku.

Sementara pembahasan Non PBI cukup panjang nih, jadi kita bagi saja ya menjadi poin-poin besar. Orang-orang yang termasuk ke dalam peserta Non PBI adalah:

1. Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya

  • Aparatur Sipil Negara
  • Anggota TNI dan Anggota Polri
  • Pejabat Pemerintahan
  • Seluruh pegawai pemerintahan yang bukan pegawai negeri atau tenaga honorer
  • Pegawai Swasta
  • Pekerja selain poin di atas namun menerima upah pekerjaan

2. Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya

  • Pekerja yang bekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri
  • Pekerja selain yang tergolong ke dalam poin di atas namun bukan penerima upah

3. Bukan Pekerja dan anggota keluarganya

  • Investor
  • Pemberi kerja, atau bisa dibilang pebisnis atau entrepreneur
  • Penerima pensiun yang terdiri dari PNS, anggota TNI, anggota Polri, Pejabat Negara, janda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun, yang seluruhnya mendapatkan hak pensiun
  • Veteran perang
  • Perintis kemerdekaan
  • Janda, duda, ataupun anak yatim piatu dari veteran perang atau perintis kemerdekaan
  • Bukan tergolong pekerja, tidak termasuk poin a hingga f namun dianggap mampu membayar iuran

Lalu siapakah anggota keluarga yang ditanggung? Bagi pekerja penerima upah maka keluarga inti yang terdiri dari istri atau suami serta anak yang sah dengan maksimal 5 orang. Khusus bagi anak-anak yang sah ini masi bisa menerima tanggungan apabila tidak atau belum menikah atau tidak berpenghasilan, serta belum berusia 21 tahun atau berusia 25 tahun tapi masih sekolah formal.

Sementara bagi pekerja bukan penerima upah, ia berhak untuk mengikutsertakan sebanyak apapun anggota keluarga yang diinginkan. Bahkan ia berhak loh mengikutsertakan anggota keluarga tambahan (anak ke-4 dan seterusnya, hingga ayah ibu dan mertua, serta saudara, ipar, dan asisten rumah tangga).


Berapa Iuran BPJS Terbaru?

Iuran BPJS

Iuran BPJS saat ini masih sama dengan yang sebelumnya terbagi berdasarkan kelas-kelas tertentu. Saat ini sih iuran BPJS masih dibagi atas 3 kelas yakni kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Oh iya per tahun 2016 iuran BPJS naik loh.

Untuk iuran kelas 1 sejak tahun 2016 berdasarkan peraturan presiden nomor 10 tahun 2016, mereka diwajibkan untuk membayar iuran sejumlah Rp 80.000,- per bulannya dengan ketentuan berhak mendapatkan fasilitas ruang rawat inap kelas 1 dan biayanya ditanggung BPJS kesehatan.

Sementara bagi kamu yang memilih membayar iuran kelas 2, berdasarkan peraturan presiden nomor 10 tahun 2016, mereka diwajibkan untuk membayar uang sejumlah Rp 51.000,- per bulannya dan berhak mendapatkan layanan kamar keals 2.

Terakhir bagi kamu yang memutuskan untuk memilih kelas 3, maka kamu diwajibkan untuk membayarkan iuran sejumlah Rp 25.500,- per bulannya. Kalau masih enggak mampu juga maka orang-orang tersebut disarankan untuk mengajukan bantuan untuk menjadi peserta PBI.

Oh iya, walaupun iuran ini bersifat mutlak, tapi kamu diberikan naik kelas loh dari ruang rawat inap sesuai kelas iuran. Misalnya kamu bayar iuran kelas 3, kamu berhak loh naik kelas ke ruang rawat inap kelas 2 dan 1, namun dengan membayar selisih biayanya sendiri.


Lalu Apa Perbedaan KIS dan BPJS?

Jokowi dengan kartu BPJS bersama rakyat

Sampailah kita kepada pertanyaan yang membuat banyak orang bingung. Apa perbedaan KIS dan BPJS?

KIS yang merupakan Kartu Indonesia Sehat merupakan program yang diresmikan oleh bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 November 2014. Awalnya KIS dibuat untuk mengakomodasi orang-orang yang terpinggirkan (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial / PMKS) misalnya orang-orang gelandangan.

Mudahnya sih, orang-orang PMKS yang memiliki keterbatasan dalam kepemiliki surat-surat berharga dan kartu identitas tetap akan bisa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS melalui program KIS ini.

Meski awalnya dianggap sebagai kartu perluasan dari program BPJS dan khusus bagi orang-orang yang miskin, sejak 1 Maret 2015 KIS sudah ditetapkan sebagai kartu identitas bagi seluruh peserta JKN atau orang-orang yang merupakan anggota BPJS.

Nah sekarang paham kan, kenapa kebanyakan bahasan dari artikel ini adalah pembahasan tentang BPJS? Karena KIS pada awalnya merupakan perluasan dari BPJS saja, dan akhirnya bahkan dijadikan kartu identitas anggota BPJS saat ini. Intinya saat ini sih, gak ada bedanya.

Tapi yang lebih penting dari semua itu adalah bahwa kamu sebagai anggota BPJS sekarang harusnya sudah lebih tahu mengenai aturan dan kewajiban dasarmu. Harapannya tentu saja agar semakin banyak masyarakat yang paham dan polemik mengenai BPJS perlahan-lahan bisa selesai.

1 Comment

  1. CHAIRUL ANWAR DALIMUNTHE

    July 18, 2019 at 12:18 pm

    jadi kenapa kartu kis bisa dirubah nama pengguna nya seperji kejadian ibu saya atas nama NURSIAH HARAHAP jadi NURSIAH SITOMPUL

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *