Berapa Gaji Pegawai Pajak di 2019 ?

Saatnya membahas salah satu instansi favorit yang paling banyak diincar oleh para pencari kerja saat pembukaan formasi CPNS, Kementerian Keuangan! Lebih tepatnya kita sekarang akan membahas gaji pegawai pajak 2019.

Barangkali dari seluruh pembahasan gaji pegawai Kementerian Keuangan, gaji pegawai pajak adalah salah satu yang paling menarik untuk dibedah. Karena memang banyak yang beranggapan kalau pegawai pajak merupakan PNS yang mendapatkan gaji terbesar diantara gaji PNS lainnya di tahun 2019.

Nah kalau kamu tertarik untuk menjadi seorang pegawai pajak, sebagaimana institusi yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan lainnya kamu akan masuk bersamaan dengan penerimaan direktorat jenderal bea dan cukai, direktorat jenderal kekayaan negara, dan direktorat jenderal lainnya.

Untuk menjadi seorang pegawai pajak kamu bisa sekolah di sekolah tinggi perpajakan maupun jurusan-jurusan pajak lainnya yang bertebaran di Indonesia. Kesempatannya sama kok tidak ada sekolah tertentu yang diistemewakan.

Yuk langsung masuk ke bahasan utamanya: gaji pegawai pajak 2019!

Baca juga: Berapa pendapatan orang Bea Cukai ?


Komponen Gaji Pegawai Pajak 2019

Sri Mulyani si menteri keuangan

Sebelum masuk ke dalam komponen gaji pegawai pajak satu persatu, kita harus tau dulu nih beberapa komponen gaji yang akan diterima pegawai yang bekerja di lingkungan direktorat jenderal pajak. Meski demikian komponenya sama kok dengan PNS lainnya.

Komponen gaji pegawai pajak secara lengkapnya adalah gaji pokok, tunjangan kinerja alias “tukin”, tunjangan anak dan istri, tunjangan beras, uang lembur dan uang makan.

Nah secara umum sama kan dengan dengan PNS di lembaga pemerintahan lainnya. Yang membuatnya menjadi lebih besar mungkin adalah tukin dari pegawai pajak, karena mereka mendapatkan tukin berdasarkan pendapatan pajak negara di tahun yang bersesuaian.

Biar engga bingung, bahas satu-satu yuk!

Baca juga: Perhitungan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) 2019


Gaji Pokok Pegawai Pajak 2019

para lelaki menonjok udara diatasnya

Nah sebagaimana artikel-artikel kami yang membahas mengenai gaji PNS, gaji pokok PNS saat ini masih mengacu kepada PP nomor 30 tahun 2015 mengenai Perubahan ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 mengenai Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Untuk besarannya kamu bisa melihat tabel di bawah ini.

Gaji pokok PNS

Nah berdasarkan tabel itu nilai gaji PNS memang fixed dan semuanya bergantung kepada golongan maupun masa kerja.

Tapi ternyata ada wacana baru loh, nantinya PNS akan digaji berdasarkan sistem baru yang berdasarkan kepada rasio gaji tertinggi dan terendah. Nantinya pun take home pay akan berubah hanya menjadi gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan saja.

Wacananya rasio gaji pokok terendah dan tertinggi yang saat ini masih 1:3,7 akan berubah menjadi 1:11,9! Selain itu nilainya pun akan didasarkan kepada beban kerja, tanggung jawab, dan risikonya.

Jadi walaupun saat ini belum pasti berubah, setidaknya kamu bisa memperkirakan loh berapa nantinya gaji pegawai di kementerian masing-masing.


Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak

Layaknya para pegawai negeri sipil di direktorat jenderal lainnya di bawah Kementerian Keuangan, seorang pegawai pajak juga diberikan tukin yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sri mulyani memberikan penyuluhan

Nah nilainya didasarkan atas peringkat jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan, dengan pertimbangan kebutuhan sumber penerimaan negara. Jadi tunjangan ini nantinya akan berdasarkan realisasi penerimaan pajak yang berhasil dicapai.

Nilai dari tukin pegawai pajak bisa kamu lihat nih di tabel di bawah ini!

NOMINALHARGA
5000 Rp. 5.100
10.000 Rp. 9.700
20.000 Rp. 19.800
25.000 Rp. 24.750
50.000 Rp. 49.250
60.000 Rp. 59.100
100.000 Rp. 98.500
150.000 Rp. 147.000
200.000 Rp. 196.000
250.000 Rp. 245.000
300.000 Rp. 294.000
500.000 Rp. 488.930
1.000.000 Rp. 976.900

Nah setiap jabatan gak berarti mendapatkan nilai tukin sebesar angka disampingnya. Tapi bisa 100%, 90%, dan bahkan hanya 50% dari nilai tersebut. Hal ini semua berdasarkan penerimaan pajak di tahun yang sesuai, seperti tabel di bawah ini:

NOMINALHARGA
1000 Rp. 1.250
2000 Rp. 2.225
5000 Rp. 5.350
8000 Rp. 8.050
10.000 Rp. 10.000
15.000 Rp. 14.850
20.000 Rp. 19.000
25.000 Rp. 24.700
30.000 Rp. 29.650
50.000 Rp. 49.900
100.000 Rp. 98.750
150.000 Rp. 148.100
200.000 Rp. 197.500
300.000 Rp. 296.250
500.000 Rp. 493.800

Uang Tunjangan Lain

Selain dari gaji pokok dan tukin tadi, seorang PNS dari Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana PNS lainnya, layak mendapatkan uang tunjangan lainnya.

Pertama-tama mereka berhak mendapatkan tunjangan untuk istri dan dua orang anak (maksimal). Tunjangan seorang istri maksimal adalah 10% dari gaji pokok seorang PNS, sementara tunjangan anak adalah 2% dari gaji pokok.

Selain itu seorang PNS juga berhak mendapatkan uang lembur, uang makan, serta tunjangan beras untuk masing-masing orang. Nilai tunjangan beras adalah Rp 7.242,- per Kg. Sementara uang lembur dan uang makan nilainya berdasarkan golongan PNS masing-masing.

PNS Golongan I akan mendapatkan Rp 10.000,- per jamnya, sementara Golongan II mendapatkan Rp 13.000,- per jamnya, golongan II mendapatkan Rp 17.000,- per jamnya, dan terakhir PNS Golongan IV akan mendapatkan uang lembur sebesar Rp 20.000,- per jamnya.

Nilai uang makan ini pun diberikan berdasarkan dari golongan PNS nya masing-masing. Untuk Golongan I dan Golongan II masing-masing diberikan Rp 35.000,-; Golongan III Rp 37.000,-; dan Golongan IV Rp 41.000,-

Kesimpulan

Boediono

Nah dengan gaji pokok dan segala tunjangannya tidak heran kan kalau seorang pegawai pajak bisa membawa take home pay yang cukup besar. Apakah kamu tertarik untuk menjadi pegawai pajak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *