Budidaya Ikan Mas yang Mudah dan Menghasilkan

Selain ikan gurami dan ikan nila, ikan mas diketahui sudah menjadi salah satu lauk favorit bagi masyarakat di Indonesia. Bahkan hampir di semua tempat dengan berbagai macam latar belakang dan sukunya, memiliki makanan berbahan dasar ikan mas.

Selain rasanya yang relatif netral alias ‘masuk’ ke lidah banyak orang, harga ikan mas ini pun relatif mudah dan tentu saja Anda bisa mendapatkan ikan mas dengan mudah di pasar-pasar dekat rumah Anda dimanapun di Indonesia.

Untuk alasan itulah kemudian tentu saja budidaya ikan mas menjadi salah satu alternatif bisnis yang bisa dipilih untuk menghasilkan dana tambahan. Selain relatif lebih mudah, keuntungan yang didapatkan dari budidaya ikan mas pun relatif besar.

Tapi pertanyaan utama yang harus kami jawab disini adalah bagaimana cara budidaya ikan mas yang baik dan benar bukan? Ini dia!

Baca Juga 10 pengusaha tersukses di Indonesia, Dropshiper vs Reseller, Franchise Pilihan, Belajar Ternak Lele

Mengapa Ikan Mas?

Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya bahwa permintaaan akan ikan mas sebagai ikan konsumsi di masyarakat relatif tinggi dibanding ikan lainnya, lebih spesifik lagi di daerah Jawa Barat yang terkenal sebagai pusat budidaya ikan mas.

Menariknya bila beberapa ikan air tawar konsumsi lainnya hanya bisa dibudidayakan di kolam tanah ataupun kolam terpal, Anda bisa melakukan budidaya ikan mas di kolam tanah, kolam terpal, kolam arus deras, hingga kolam jaring apung (KJA) loh!

Meski demikian idealnya ikan mas dibudidayakan di lokasi dengan ketinggian antara 150 hingga 1000 meter di atas permukaan air laut dengan suhu ideal 20-25 derajat celcius dan pH air tawar alias sekitar 7-8 saja.

Terakhir, sebagai seorang ‘calon petani’ ikan mas, Anda harus memikirkan pakan tentunya. Nah menariknya pakan ikan mas diketahui termasuk yang cukup mudah karena memang ikan mas lebih mudah menyantap berbagai jenis pakan mulai dari pakan alami hingga buatan.

Mempersiapkan Kolam Budidaya Ikan Mas

kolam ikan

Ada beberapa jenis kolam yang kami rekomendasikan untuk Anda gunakan dalam membudidayakan ikan mas, mulai dari kolam air deras, kolam tanah atau terpal, hingga KJA yang termasuk cukup mahal.

Kolam air deras – untuk melakukan budidaya ikan mas di dalam kolam air deras Anda harus memperhatiakan beberapa faktor penting dibawah ini:

  1. Lokasi kolam air deras harus dekat dengan sumber air, dan harus mudah didapatkan. Misalnya sungai ataupun saluran irigasi.
  2. Debit air yang dibutuhkan untuk membuat kolam air deras paling kecil adalah 100 liter per menit.
  3. Ukuran, bentuk, dan model dari kolam air deras biasanya disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah dinding-dinding kolam air deras tersebut cukup kuat sehingga tidak terkikis oleh derasnya aliran air serta aktivitas ikan mas.
  4. Kemiringan kolam berkisar antara 10 hingga 30 derajat dengan padat tebar ikan sejumlah 75 sampai 150 gram per ekor dengan kepadatan 10 – 15 kg/m3 air kolam yang ada.

Untuk poin ketiga bisa diakali dengan cara membuat konstruksi beton atau dilapisi papan bila ingin menghemat biaya. Selain dari 4 poin di atas, maka cara pembesaran benihnya relatif sama antara satu kolam dengan kolam yang lain.

Kolam Jaring Apung (KJA) – untuk membesarkan ikan di KJA biasanya membutuhkan modal dan perizinan yang relatif lebih rumit dibandingkan membudidayakan ikan mas di kolam tanah, kolam terpal, dan kolam air deras.

Karena biasanya KJA dibuat di perairan umum misalnya waduk, danau, dan embung, tentu saja proses pembuatan dan perizinanny arelatif lebih rumit. Ukurannya pun cenderung lebih baku yakni berkisar antara 7 x 7 x 3 meter hingga 6 x 6 x 3 meter.

Kolam tanah – adapun membudidayakan ikan mas di kolam tanah bisa dibilang cukup mudah namun membutuhkan beberapa proses penting dan membutuhkan kesabaran yang cukup dikarenakan persiapannya yang lumayan panjang.

Proses pertama yang harus kamu lakukan adalah pengeringan kolam tanah setelah menemukan tempat yang cocok. Proses pengeringan ini cukup dilakukan di bawah terik matahari penuh selama 3 hingga 7 hari.

Nah apabila tempat Anda memiliki curah hujan yang relatif tinggi maka Anda bisa menambah waktu penjemuran, apalagi bila kebetulan terjadi hujan selama beberapa hari proses pengeringan kolam tanah.

Pada prinsipnya pengeringan kolam budidaya ikan mas bisa Anda lakukan hingga tanah agak keras, tampak retakan-retakan, namun masih meninggalkan jejak kaki sedalam 1 hingga 2 cm apabila dipijak. Lebih dari itu tanah berarti terlalu keras dan tidak bisa dijadikan kolam.

Setelah proses pengeringan Anda bisa langsung mencangkul kolam hingga kedalaman 10-15 cm. Proses ini dinamakan dengan proses pembajakan kolam budidaya. Sembari melakukan pembajakan kolam Anda bisa mencari sampah-sampah dan sisa kotoran di dasar kolam untuk dibersihkan.

Setelah itu Anda harus mengukur pH tanah dengan menggunakan pH meter. Tujuannya adalah mengembalikan pH tanah menjadi tawar apabila ditemukan ketidaksesuaian pH tanah. Untuk mengembalikan pH tanah Anda bisa menggunakan kapur pertanian atau dolomite dengan patokan di bawah ini:

  1. Bila pH kurang dari 4 gunakan kapur pertanian sejumlah 500 hingga 1000 kg per hektar kolam.
  2. Bila pH antara 5 hingga 6 gunakan kapur pertanian sejumlah 250 hingga 500 kg per hektar kolam.
  3. Bila pH 6 kamu cukup menggunakan kapur pertanian sejumlah 100 hingga 250 kg per hektar kolam.

Kapur yang sudah ditaburkan di atas kolam harus diaduk dengan menggunakan cangkul hingga kedalaman sekitar 10 cm. Setelah diaduk kembali maka Anda harus mendiamkan kolam hingga dua ataupun tiga hari ke depannya.

Setelah itu Anda bisa memberikan pupuk naik menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk kompos sejumlah 1-2 ton pupuk organik per hektar kolam yang Anda punya. Anda juga bisa menambahkan pupuk urea sejumlah 50-70 kg per hektar ataupun TSP 25-30 kg per hektar kolam untuk kemudian didiamkan selama 3-5 hari setelahnya.

Terakhir barulah Anda bisa melakukan penggenangan kolam dengan menggunakan air. Penggenangan pertama dilakukan hingga kedalaman kolam 10-20 cm untuk kemudian didiamkan selama 5 hari. Tujuannya adalah membiarkan mikroorganisme kecil yang akan menjadi pakan alami benih ikan tumbuh di atas kolam.

Bila sudah tampak adanya organisme-organisme kecil Anda bisa langsung menambahkan air hingga mencapai kedalaman 1 meter atau lebih sedikit.

Pembenihan Ikan Mas

tangan orang

Setelah mempersiapkan kolam untuk budidaya ikan mas, kamu bisa langsung memilih indukan atau dengan kata lain menyediakan benih ikan mas dengan kualitas yang tinggi dengan sifat-sifat unggul yang dimiliki.

Ada beberapa patokan yang bisa kamu gunakan untuk memilih benih ikan mas unggulan, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Berasal dari indukan yang terpercaya. Anda bisa langsung bertanya kepada si penjual benih ikan mas. Memang harganya biasanya akan lebih mahal, namun dengan memilih benih ikan mas unggul tentu saja hasil panen yang diharapkan akan bisa lebih optimal.
  2. Ukuran benih relatif seragam. Hal ini bisa menurunkan risiko persentase kematian ikan di akhir masa panen nantinya.
  3. Benih yang akan Anda beli relatif lebih aktif bergerak. Memang cukup sulit sih melihat ciri yang satu ini, tapi setidaknya jangan memilih benih ikan mas yang cenderung berdiam diri saja di tepi kolam.

Nah kali ini kami tidak akan membicarakan mengenai pembenihan secara lebih dalam. Karena proses pembenihan dan pemijahan ikan mas merupakan salah satu bagian yang  harus dibaca dengan lebih detil lagi. Anda bisa lanjut membaca mengenai pemeliharaan ikan mas.

Pemeliharaan Ikan Mas

kolam ikan

Proses pemeliharaan ikan mas relatif lebih mudah loh, pertama-tama perlu diperhatikan bahwa ukuran ikan benih ikan mas yang lazim ditebar dalam budidaya ikan mas adalah benih berukuran 10-12 cm dengan berat sekitar 100 gram saja.

Untuk pakan ikan yang harus Anda berikan kepada ikan-ikan mas yang Anda punya adalah sejumlah 4% dari bobot total tubuh ikan. Untuk perhitungannya tentu saja bisa Anda hitung berdasarkan jumlah kolam secara keseluruhan.

Pilihlah pakan berupa pellet dengan kadar protein 25% dengan pemberian sekitar 3 kali dalam satu hari. Dengan perawatan seperti ini biasanya Anda bisa melakukan panen ikan mas dalam jangka waktu dua hingga tiga bulan setelahnya.

Adapun beberapa hama penyakit yang perlu Anda khawatirkan menjangkit ikan mas yang Anda punya adalah sebagai berikut ini:

  1. Kini-kini
  2. Urcit
  3. Notonecta
  4. Penyakit Bintik Putih
  5. Cacing Insang dan Cacing Kulit
  6. Cacing Lernaea
  7. Bakteri Aeromonas
  8. Penyakit Kutu Ikan
  9. Bakteri Pseudomonas Flurescens
  10. Penyakit Jamur Saprolegniasis

Untuk masing-masing penyakti sebenarnya sudah ada obat dan penangkalnya, dan Anda bisa langsung bertanya ke toko-toko pertanian. Biasanya mereka pun menjual obat ataupun penangkal untuk setiap hama penyakit yang menyerang ikan mas tersebut.

Adapun penyakit yang menyerang ikan mas biasanya diakibatkan kebersihan kolam dan kondisi air kolam yang kurang baik. Kebersihan kolam yang buruk ditandai denngan kandungan oksigen yang turun, pH yang menjadi asam, perubahan sushu mendadak, dan pakan yang tampak cepat membusuk.

Sebenarnya bila Anda sukses menjaga kondisi kolam budidaya ikan mas Anda dengan baik biasanya tingkat kematian ikan mas relatif rendah dan akan sesuai dengan perhitungan di awal. Selain itu biasanya ikan mas yang Anda puny apun akan lebih jarang diserang oleh hama penyakit.

Proses Panen Ikan Mas

banyak ikan mas

Nah tiba lah waktu yang ditunggu-tunggu oleh para petani budidaya ikan mas yakni masa panen. Untuk proses panen ikan mas sendiri diketahui bisa dilakukan dengan dua cara yakni panen keseluruhan kolam atau panen sebagaian kolam saja.

Biasanya panen ikan mas dipilih berdasarkan bobot ikan mas yang ada dan disesuaikan dengan pasar tempatmu menjual ikan mas yang kamu punya. Ikan mas yang tidak memenuhi bobot minimal harus dipisah sebelum dipanen karena khawatir terjangkit penyakit atau luka.

Untuk bobot standar dilakukannya panen ikan mas, biasanya berkisar di antara 300 gram hingga 400 gram ikan mas per ekornya. Kurang dari itu Anda masih punya pilihan untuk terus memperbesar bobot ikan mas.

Namun lebih dari itu biasanya sudah tidak layak untuk dijual kembali. Karena biaya pakan akan meningkat namun harga jual untuk ikan-ikan mas berukuran yang lebih besar dari 300 – 400 gram per ekornya biasanya tidak beda jauh dengan ikan mas ukuran standar.

Oleh karena itulah hindari membudidayakan ikan mas hingga terlalu besar. Memang sih secara ukuran tampak lebih menarik, namun dari segi pemberian pakan, perawatan, dan harga jual ikan mas dikhawatirkan justru akan membuat petani merugi.

Nah itulah tadi beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melakukan budidaya ikan mas yang, mudah bukan? Dengan beberapa langkah mudah di atas Anda sudah bisa membudidayakan ikan mas, dengan jangka waktu yang relatif cepat pula yakni sekitar 2 hingga 3 bulan saja hingga panen.

Nah apakah Anda tertarik untuk mulai melakukan budidaya ikan mas sebagai salah satu bisnis sampingan Anda?

Baca Juga 10 pengusaha tersukses di Indonesia, Dropshiper vs Reseller, Franchise Pilihan, Belajar Ternak Lele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *