Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat ATM BNI

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa BPJS Kesehatan merupakan salah satu asuransi nasional yang saat ini amat terasa manfaatnya. Meski di awal-awal kemunculannya beberapa tahun lalu sempat memicu berbagai macam polemik.

Bahkan dengan banyaknya polemik yang mengikuti kemunculan BPJS, dahulu sedikit masyarakat yang ingin bergabung. Namun semakin lama tentu masyarakat sadar bahwa BPJS merupakan hal yang bermanfaat dan saat ini bahkan angka partisipasi masyarakat sudah meningkat pesat.

Salah satu nilai yang diusung BPJS sebagai salah satu asuransi merupakan nilai-nilai gotong royong yang amat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di Indonesia saat ini. Maksudnya adalah iuran bersama seluruh masyarakat nantinya dialokasikan kepada sebagian yang membutuhkan.

Nah gotong royong, asuransi, dan iuran, tentu amat erat kaitannya dengan pembayaran BPJS kesehatan. Namun menariknya, dari awal kemunculan BPJS pembayarannya terasa amat mudah dibandingkan dengan banyak tagihan lainnya.

Salah satunya adalah yang akan kita bahas yakni mengenai cara bayar BPJS Kesehatan lewat ATM BNI!

Berapa sih Iuran BPJS?

Sebelum memahami lebih jauh mengenai cara bayar BPJS Kesehatan lewat ATM BNI, ada baiknya kamu memahami luar dalam mengenai pembiayaan BPJS. Supaya tidak bingung seputar jumlah yang nantinya kamu bayarkan bukan?

Khusus bagi kamu yang memutuskan untuk ikut BPJS kelas 1, maka per bulannya kamu akan dikenai biaya sejumlah Rp 80.000,- per kepala. Aturannya adalah bila kepala keluarga memilih BPJS Kelas 1 maka seluruh anggotanya wajib membayar iuran kelas 1.

Mudahnya bagi kamu yang memiliki 1 orang istri dan 3 orang anak, maka setiap bulannya bila mengikuti BPJS kelas 1 wajib membayarkan uang sejumlah 5 x Rp 80.000,- yakni Rp 400.000,-

Berhubung biaya iuran bulanan yang cukup mahal bila dihitung terhadap seluruh anggota keluarga, kamu bisa memilih BPJS Kelas 2 yang memiliki iuran bulanan sejumlah Rp 51.000,- per kepala per keluarga. Nah cocok bagi kamu yang masih merasa berat di kelas 1.

Terakhir ada pula iuran khusus bagi kamu yang masih merasa berat dengan biaya BPJS Kelas 2, yakni BPJS Kelas 3. Kamu yang mengikuti BPJS Kelas 3 ini nantinya akan dikenai biaya iuran bulanan sebesar Rp 25.500,- per kepala per keluarga.

Bila kamu lupa membayar iuran ini maka kamu akan dikenai denda BPJS. Nantinya ketika kamu membutuhkan pelayanan rawat inap yang dijamin BPJS 45 hari setelah kartumu aktif, kamu akan dikenai biaya denda sebesar 2,5% total dari diagnosis rawat inap dikali bulan tertunggak.

Nah untuk bulan tertunggak, supaya tidak terlalu memberatkan maka dibuatlah aturan bulan tertunggak maksimal 12 bulan. Lebih dari 12 bulan menunggak, jumlah denda yang harus dibayar hanya akan dikalikan 12 bulan. Selain itu biaya denda tertinggi maksimal adalah Rp 30 juta.

Meski demikian denda ini akan dikenai untuk setiap diagnosa pelayanan rawat inap lho. Jadi misalnya dalam 45 hari masa tunggakan kartu aktif kamu dirawat inap selama 3 kali, kamu harus membayar denda untuk ketiga jenis penyakit tersebut.

Wah wah jangan sampai kamu denda deh kalau begitu, bisa-bisa penggunaan BPJS malah jadi memberatkan deh. Meski demikian aturan ini sengaja dibuat loh, dengan tujuan gotong royong dan keadilan.

Karena pemerintah merasa tidak adil apabila peserta yang malas-malasan membayar iuran mendapatkan manfaat dari BPJS yang dibayarkan oleh peserta lain yang rajin dalam membayar iuran. Jadi bukan tanpa alasan ya!

Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat ATM BNI

Kalau kamu sudah memahami berapa jumlah yang harus kamu bayarkan dalam setiap bulan terkait BPJS, saatnya kamu memahami cara bayar BPJS Kesehatan lewat ATM BNI yang boleh dibilang cukup mudah!

Untuk bisa melakukan pembayaran BPJS Kesehatan melalui ATM BNI kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Carilah mesin ATM BNI yang terdekat dengan rumahmu. Usahakan datangi mesin ATM yang resmi milik Bank BNI atau setidaknya ATM Bersama Link yang bisa dimanfaatkan oleh kartu debit BNI. Karena biasanya bila kamu menggunakan mesin ATM di bank yang berbeda, ada beberapa fitur yang terkunci dan salah satu fitur yang terkunci adalah pembayaran BPJS ini. Meski demikian ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan:
    • Sebagaimana yang telah kami sarankan di atas, carilah mesin ATM Bersama yang kompatibel dengan kartu debit BNI mu. Salah satu jaringan yang bisa kamu gunakan misalnya adalah jaringan ATM Link.
    • Bila kamu kesulitan mencari ATM BNI ataupun ATM Bersama Link, kamu bisa mengganti kartu debit BNI mu dengan kartu debit BNI yang memiliki logo GPN alias Gerbang Pembayaran Nasional. Dengan cara ini kamu bisa memanfaatkan kartu debit BNI mu di ATM Bank manapun. Namun untuk mengubah kartu debit BNI biasa menjadi kartu BNI berlogo GPN, kamu harus melakukannya di kantor cabang BNI terdekat!
  2. Setelah menemukan mesin ATM yang cocok kamu bisa langsung memasukkan kartu debit BNI mu. Kemudian masukkanlah nomor PIN dari kartu debit BNI yang kamu punya dan pilihlah bahasa yang ingin kamu gunakan di mesin ATM. Pilihlah Bahasa Indonesia agar lebih mudah.
  3. Kemudian kamu bisa langsung masuk ke dalam menu pembayaran BPJS. Bergantung dari mesin ATM yang kamu gunakan, setidaknya ada dua cara untuk masuk ke dalam menu tersebut:
    • Cara pertama, di menu utama kamu bisa tekan Menu Lainnya untuk kemudian mencari menu Pembayaran. Tekanlah menu Pembayaran dan kemudian tekan kembali menu JKN / BPJS Kesehatan.
    • Cara kedua pada dasarnya sama dengan cara pertama, namun di beberapa mesin ATM kamu bisa langsung menemukan pilihan Pembayaran di halaman utama mesin tersebut. Kemudian tekanlah menu JKN / BPJS Kesehatan untuk melakukan pembayaran iuran bulanan.
  4. Setelah itu kamu akan diminta untuk memasukkan nomor kartu BPJS yang kamu punya. Caranya adalah ketik 88888 (angka delapan 5 kali) diikuti 11 angka terakhir nomor kartu BPJS. Setelah itu kamu bisa langsung menekan Ya atau Benar.
  5. Kemudian kamu akan diminta bulan iuran yang ingin dibayarkan. Nah pilihlah sesuai dengan jumlah bulan iuran dan tekan kembali tombol Ya atau Benar.
  6. Setelah itu pilihlah Tabungan untuk melakukan pemotongan uang iuran dari uang tabungan BNI mu.
  7. Setelah itu tunggu beberapa saat selama mesin melakukan pemrosesan transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatanmu, dan tunggulah hingga resi atau struk pembayaran keluar.
  8. Simpanlah resi bukti pembayaran untuk berjaga-jaga, dan jangan lupa ambil kembali kartu debit BNI mu!

Mudah bukan? Tapi tetap saja ya masih ada kemungkinan kamu kelupaan bayar iuran dan akhirnya ketika butuh malah ditimpa denda yang jumlahnya bisa jutaan rupiah! Untuk itulah bank BNI telah berkolaborasi bersama BPJS Kesehatan sehingga kamu bisa memanfaatkan fitur autodebit yang mereka punya!

Bagaimana caranya?

Cara Autodebit BPJS Kesehatan via BNI

Sebagaimana namanya fitur autodebit merupakan fitur pemotongan saldo tabungan BNI mu secara otomatis setiap bulannya untuk membayar iuran BPJS Kesehatan yang kamu punya. Meski demikian saat ini fitur autodebit hanya bisa dimanfaatkan peserta kelas 1 dan 2 saja.

Untuk mengaktivasi fitur ini kamu bisa mendatangi kantor cabang BPJS di kotamu atau kantor cabang Bank BNI terdekat dari rumahmu. Di sana kamu bisa langsung mengantre dan bertemu pihak customer service dan sampaikan maksudmu untuk mendaftar autodebit.

Nantinya kamu akan diberikan formulir pengisian baik dari BPJS ataupun Kantor Cabang BNI, mengenai permohonan autodebit. Isilah formulir permohonan tersebut secara benar, tepat, dan tentu dengan menggunakan tulisan yang jelas.

Setelah itu kamu bisa mengembalikan formulir yang telah diisi tersebut kepada mas mbak customer service untuk diproses. Tunggu sebentar, kira-kira 5 menit selagi petugas melakukan input data, dan selesai! Fitur autodebitmu sudah aktif!

Nah meskipun fitur ini sudah aktif ada sedikit pengecualian kecil. Fitur ini baru bisa aktif pada pembayaran iuran kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya kamu yang baru saja membuat kartu BPJS harus membayarkan iuran secara manual di awal, barulah kemudian bisa memanfaatkan fitur ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *