Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat ATM Mandiri

Sebagai salah satu badan jaminan sosial, BPJS sudah memberikan manfaatnya kepada banyak seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini tentu sejalan dengan tujuan Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

BPJS sendiri sejak kemunculannya terbagi menjadi dua bagian besar, yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. BPJS Ketenagakerjaan sesuai namanya berfokus pada kesejahteraan sosioekonomi pekerja-pekerja di Indonesia.

Sementara BPJS Kesehatan merupakan lembaga jaminan sosial yang memiliki fungsi seperti lembaga asuransi nasional milik negara. BPJS Kesehatan wajib memastikan seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses fasilitas kesehatan tanpa harus terbentur biaya.

Meski sejak pertama kali diluncurkan pada zaman pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono banyak menimbulkan polemik, tidak dapat dipungkiri bahwa BPJS berjasa besar dalam menjaga kesehatan banyak masyarakat di Indonesia.

Sejak kemunculannya pula kemudian BPJS banyak berbenah dan menghasilkan banyak inovasi. Salah satu inovasi dari BPJS yang kami rasa cukup bermanfaat bila dibahas saat ini misalnya adalah cara pembayaran BPJS Kesehatan yang kini jauh lebih mudah.

Salah satu cara yang lebih spesifik yakni cara bayar BPJS Kesehatan lewat ATM Mandiri. Bisa? Tentu saja, kalau tidak bisa buat apa kami buat artikel ini. Yuk disimak!

Iuran BPJS Kesehatan yang Harus Dibayarkan per Bulan

Sebagai penerima manfaat jaminan sosial, kamu tentu harus mengetahui besaran dari iuran bulanan yang dikenai oleh pihak BPJS Kesehatan kepada para penerimanya. Baru setelah itu kamu bisa cari tahu cara bayar BPJS Kesehatan lewat ATM Mandiri.

Nah besaran iuran dari BPJS kesehatan sebenarnya dibagi menjadi 3 kelompok besar. Yakni kelompok kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Secara umum biaya yang harus dibayarkan paling tinggi adalah kelas 1 dan turun hingga kelas 3.

Selain itu jumlah biaya yang harus dibayarkan adalah sesuai dengan anggota keluarga yang ada di dalam Kartu Keluarga. Besarannya adalah mengikuti besaran biaya iuran bulanan dari kepala keluarga yang tertera di dalam Kartu Keluarga.

Misalnya bagi kamu yang merupakan kepala keluarga dan memutuskan untuk ikut BPJS Kelas 1, maka dalam satu bulan kamu harus membayarkan uang iuran sejumlah Rp 80.000,- per kepala. Jika kamu memiliki 2 orang anak dan 1 orang istri, maka per bulan kamu harus membayar Rp 320.000,-

Sementara bila kamu memutuskan untuk ikut BPJS Kelas 2, biaya bulanan yang harus kamu tanggung per kepala adalah Rp 51.000,- Sama seperti kasus di atas, kamu tinggal mengalikan jumlah anggota keluarga di dalam kartu keluarga dengan Rp 51.000,-

Terakhir bila kamu masih merasa keberatan dengan iuran BPJS Kelas 2, kamu bisa mengikuti iuran BPJS kelas 1 dan akan dikenai biaya sejumlah Rp 25.500,- per kepala. Lagi-lagi kamu cukup mengalikan jumlah anggota keluarga yang tertera di kartu keluarga dengan Rp 25.500,- untuk membayar iuran BPJS bulananmu kemudian.

Masalah timbul bila kamu lupa membayar iuran tersebut. Nantinya ketika kamu butuh pelayanan rawat inap yang dijamin BPJS (45 hari setelah kartu aktif), kamu akan dikenai biaya 2,5% dari total berdasarkan diagnosis rawat inap dikali bulan tertunggak.

Namun biaya pengali bulan tertunggak sesuai dari peraturan BPJS maksimal adalah 12 bulan dan maksimal denda yang harus dibayarkan oleh seorang penunggak BPJS adalah Rp 30 juta. Selain itu denda juga akan dikenai berdasarkan diagnosis terakhir yang ada ya!

Terakhir ada pula biaya yang bisa kamu tambahkan bila kamu ingin naik kelas rawat inap. Misalnya kamu yang di kelas III ingin naik rawat inap di kelas II, kelas I, hingga VIP. Atau kamu yang di kelas II ingin naik di kelas I atau VIP. Hingga kamu yang dikelas I ingin naik ke VIP.

Bagi kamu yang kelas I ingin naik VIP, kamu diperkenankan naik kelas dengan catatan membayar biaya maksimal 75% tarif INA-CBG kelas I. Kamu di kelas II yang ingin naik ke kelas I wajib membayar selisih tarif kelas I dan II, sementara bila ingin naik ke VIP dari kelas II kamu wajib membayar selisih tariff kelas I dan II ditambah maksimal 75% tarif INA-CBG kelas I.

Sementara bagi kamu yang di kelas III ingin naik ke kelas II atau I, cukup membayar biaya sejumlah selisif tarif kelas III dan II atau I. Bila ingin naik ke kelas VIP, selisih tersebut ditambahkan dengan biaya maksimal 75% tarif INA-CBG kelas I.

Cara Bayar BPJS Kesehatan Lewat ATM Mandiri

Jadi setelah memahami berapa biaya yang harus dibayarkan oleh seorang penerima manfaat BPJS, sekarang saatnya kamu memahami bagaimana cara bayar BPJS kesehatan lewat ATM Mandiri.

Berikut inilah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti!

  1. Pertama-tama kamu bisa mencari mesin ATM yang memiliki logo Mandiri. Carilah mesin ATM Mandiri sehingga seluruh fitur pembayaran bisa kamu akses, termasuk fitur pembayaran BPJS kesehatan ini. Meski demikian bila kamu tidak bisa menemukan ATM Bank Mandiri, setidaknya ada dua cara lain yang kami sarankan untukmu.
    • Pertama-tama carilah ATM yang memiliki satu jaringan dengan Mandiri. Tanda-tandanya biasanya adalah terdapat logo Mandiri bersama beberapa bank nasional lainnya di mesin ATM tersebut.
    • Cara kedua yang kami sarankan adalah dengan mengganti kartu debit mandiri yang kamu punya menjadi kartu debit Mandiri dengan logo GPN alias Gerbang Pembayaran Nasional. Dengan kartu debit berlogo GPN ini kamu bisa melakukan transaksi apapun di mesin ATM bank manapun di Indonesia tanpa biaya tambahan apapun. Namun untuk melakukan pengubahan kartu debit ini, tentu kamu harus menyediakan waktu lebih untuk datang ke kantor cabang Mandiri terdekat, serta menunggu beberapa waktu hingga kartu barumu keluar.
  2. Setelah kamu menentukan mesin ATM yang ingin kamu gunakan, kamu bisa langsung memasukkan kartu debit Mandiri yang kamu punya ke dalam mesin ATM tersebut. Setelah itu kamu bisa memilih bahasa, pilihlah Bahasa Indonesia dan kemudian masukkan pin ATM yang kamu miliki.
  3. Setelah itu barulah kamu bisa langsung masuk ke dalam menu pembayaran BPJS. Kamu bisa masuk dengan mencari menu Bayar / Beli di depan, kemudian pilihlah menu Lainnya. Di dalam menu Lainnya tersebut kamu harus mencari submenu BPJS dan kemudian masuk kembali ke dalam menu BPJS Kesehatan.
  4. Kamu yang ingin membayar iuran sebagai individu bisa memilih INDIVIDU dan kamu yang merupakan bos atas karyawanmu dan ingin membayarkan iuran seluruh karyawanmu bisa memilih pilihan BADAN USAHA.
  5. Setelah itu barulah kamu akan diminta untuk memasukkan nomor virtual dari kartu BPJS kamu. Cara memasukkannya adalah tekan 89888 diikuti 11 angka terakhir nomor kartu BPJS Tekan benar jika kamu sudah memastikan angka yang dimasukkan adalah benar.
  6. Setelah itu kamu akan diminta untuk memasukkan jumlah bulan tagihan yang ingin kamu bayarkan, pilihlah sesuai dengan kebutuhanmu dan tekan kembali Ya atau Benar.
  7. Terarkhir tunggu sampai muncul konfirmasi pembayaran, pastikan seluruh data yang tertera di layar mesin ATM tersebut adalah benar. Bila kamu yakin seluruhnya sudah benar, kamu cukup tekan Ya atau
  8. Tunggu beberapa saat hingga mesin ATM tersebut melakukan pemrosesan transaksi tersebut. Bila proses transaksi sudah selesai dijalankan seharusnya struk atau bukti pembayaran akan keluar secara otomatis. Jangan lupa ambil dan simpan struk bukti pembayaran tersebut.
  9. Selesai, jangan lupa untuk kembali mengambil kartu debit Mandiri yang kamu gunakan dalam bertransaksi ya!

Alangkah mudahnya cara yang telah didesain sedemikian rupa oleh pihak BPJS bersama Bank Mandiri. Tapi tahukah kamu, para nasabah bank Mandiri juga memiliki satu keuntungan lebih loh soal pembayaran BPJS.

Ternyata para nasabah Bank Mandiri memiliki hak untuk mendapatkan fitur autodebit dari bank Mandiri untuk pembayaran BPJS? Penasaran caranya?

Cara Autodebit BPJS Kesehatan Menggunakan Bank Mandiri

Sebagaimana yang kami sebut sebelumnya, kamu para nasabah Bank Mandiri ternyata diberikan keuntungan lebih dimana kamu bisa memanfaatkan fitur autodebit untuk membayar iuran bulanan BPJS loh.

Meski demikian fitur autodebit alias pemotongan saldo otomatis untuk pembayaran ini hanya berlaku untuk peserta kelas 1 dan kelas 2 saja ya. Selain itu fitur autodebit ini baru bisa berlaku setelah pembayaran iuran pertama, alias baru berlaku pada pembayaran iuran ke 2, 3 dan seterusnya.

Untuk melakukan aktivasi fitur autodebit pembayaran BPJS Kesehatan oleh Bank Mandiri, kamu bisa memilih untuk mendatangi kantor cabang BPJS ataupun kantor cabang Bank Mandiri yang paling dekat dengan tempat tinggal mu.

Setelah itu kamu bisa langsung mengambil nomor antrean dan menyampaikan maksudmu untuk mendaftarkan rekeningmu autodebit pembayaran BPJS Kesehatan. Pihak yang berwenang nantinya akan memberikanmu formulir khusus yang harus diisi.

Formulir permohonan tersebut berisi data diri, rekening, data kepesertaan BPJS yang masih berlaku, hingga beberapa aturan serta perjanjian dan kewajiban terkait autodebit ini. Isi dan bacalah dengan cermat dan teliti, setelah itu kembalikan kepada petugas.

Setelah formulir permohonan dikembalikan, petugas akan melakukan pemrosesan. Silahkan tunggu sambil mereka melakukan validasi atas data-data yang telah kamu isi di dalam formulir permohonan autodebit tersebut.

Bila petugas sudah selesai mengisi, ia akan memberitahumu dan proses selesai deh! Kamu tidak perlu lagi repot-repot datang ke ATM Mandiri untuk melakukan pembayaran iuran bulanan BPJS mu dan keluargamu. Karena pihak Bank Mandiri secara otomatis akan memotong saldo tabunganmu setiap bulannya untuk pembayaran tersebut! Mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *