fbpx

Cara Bayar BPJS Online 2019

BPJS adalah salah satu lembaga di Indonesia yang memiliki tugas secara spesifik menjaga kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Tanpa memandang status sosial dan ekonominya.

Kemudian untuk mencapai tujuan tersebut dibentuklah dua perpanjangan tangan dari BPJS, yakni BPJS Kesehatan yang secara spesifik menjamin biaya kesehatan masyarakat dan BPJS Ketenagakerjaan yang secara spesifik menjamin kehidupan para pekerja di masyarakat.

Sejak pertama kali dimunculkan keduanya memang kerap kali menuai berbagai macam kontroversi. Mulai dari sistem hingga manajemennya yang sempat dicap buruk. Oleh karena itulah kemudian BPJS melakukan pembenahan di sana sini.

Hingga pembenahan tersebut membawa banyak manfaat bagi BPJS dan tentu saja bagi para penggunanya. Salah satu pembenahan yang paling terasa manfaatnya misalnya adalah kemudahan dalam pembayaran iuran.

Bila di awal-awal pembayaran iuran memerlukan proses yang rumit dan panjang, saat ini kamu bisa melakukan bayar BPJS dengan mudah. Bahkan bila tahu cara bayar BPJS Online, semudah ketukan jari saja kamu sudah bisa membayar iuran BPJS mu.

Tapi ‘gimana’ sih cara bayar BPJS online sebenarnya?

Seputar Cara Bayar BPJS Online

Sebagaimana inti dari artikel ini, kami akan membahas secara umum beberapa cara bayar BPJS Online yang bisa kamu lakukan. Agar lebih mudah kami akan membahasnya satu persatu dan tentu akan kami jabarkan dengan sesederhana mungkin!

Manfaatkan Mobile Banking

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memanfaatkan sarana mobile banking alias m-banking. Dengan memanfaatkan ini kamu bisa melakukan pembayaran BPJS, baik BPJS Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan melalui ponsel pintarmu.

Beberapa bank nasional yang sudah memiliki fitur m-banking rata-rata bisa dimanfaatkan pula untuk membayar BPJS online. Meski berbeda bank, secara umum caranya cukup serupa. Langkah-langkahnya kira-kira adalah sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi m banking yang kamu punya. Bila belum memiliki, kamu tentu bisa mendatangi kantor cabang dari bank tempatmu menabung dan mintalah untuk aktivasi fitur ini.
  2. Setelah itu masukkan ID serta password m banking yang kamu punya.
  3. Barulah setelah itu kamu bisa masuk ke menu pembayaran BPJS. Untuk masuk ke sana secara umum kamu cukup mencari pilihan menu Pembayaran atau Pembelian. Dari sana kamu bisa langsung mencari BPJS.
  4. Setelah itu kamu akan masuk ke dalam menu BPJS. Disana kamu akan diminta untuk mengisi nomor virtual serta bulan yang ingin kamu bayarkan iurannya.
  5. Setelah itu kamu akan masuk ke dalam tampilan konfirmasi yang berisi data dirimu serta bulan tagihan dan jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Bila sudah benar kamu bisa langsung tekan lanjut dan masukkanlah MPIN yang kamu punya.
  6. Selesai!

Manfaatkan Aplikasi dan Website dari Pihak Ketiga

Apabila kamu belum memiliki layanan m-banking, atau malah bank tempatmu menabung belum mendukung fitur pembayaran melalui layanan m-banking ini, kamu tetap bisa loh melakukan pembayaran BPJS secara online.

Caranya adalah dengan memanfaatkan pihak ketiga, baik via aplikasi ataupun laman website. Cara ini kami rasa cukup praktis karena tidak membutuhkan banyak langkah, dibandingkan misalnya kamu harus mengaktivasi layanan m-banking mu terlebih dahulu.

Salah satu pihak ketiga yang bisa kamu manfaatkan jasanya adalah Alphapay. Semudah kamu mengunduh aplikasi Alphapay, semudah itupula kamu bisa melakukan pembayaran BPJS secara online. Tinggal unduh di Google Playstore, buka aplikasinya, dan selesai!

Selain Alphapay, kamu juga bisa memanfaatkan pihak ketiga lainnya. Salah satu contoh yang kami rekomendasikan adalah Sepulsa. Kamu bisa langsung membuka laman pembayaran BPJS di Sepulsa, atau malah mengunduh aplikasi Sepulsa untuk melakukan pembayaran BPJS Online.

Di luar itu kamu juga bisa kok memanfaatkan beberapa start up yang tergolong besar untuk melakukan pembayaran BPJS online, sebut saja Shoppee, Tokopedia, hingga start up besar seperti Traveloka.

Berapa Tarif BPJS Kesehatan?

Kalau sudah tahu cara bayar BPJS online, hal yang ingin kamu ketahui selanjutnya pastilah berapa biaya bulanan yang perlu kamu bayarkan bukan? Untuk itulah kami membahas secara spesifik tariff BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, tapi kita mulai dari BPJS Kesehatan dulu ya!

Perlu diketahui bahwa setiap kali kamu atau ayahmu membayar iuran bulanan BPJS Kesehatan, kamu sebenarnya sedang membayarkan iuran seluruh anggota keluarga yang tertera di dalam kartu keluargamu.

Maksudnya adalah, ketika seorang kepala keluarga (yang tertulis di dalam kartu keluarga) melakukan pembayaran iuran BPJS. Secara langsung ia juga wajib membayarkan iuran dari seluruh anggota keluarganya, yang sah dan tertulis di dalam kartu keluarga.

Misalnya kamu yang merupakan seorang kepala keluarga dan memiliki 1 orang istri beserta 2 orang anak. Maka ketika kamu ingin melakukan pembayaran BPJS di akhir bulan, kamu harus membayar sekaligus untuk 4 orang yakni kamu dan anggota keluargamu.

Lalu berapa biaya iuran yang harus dibayarkan per bulannya? Nah bagi kamu yang merupakan penerima manfaat BPJS Kesehatan kelas 1 alias kelas tertinggi, maka kamu harus membayarkan iuran sejumlah Rp 80.000,- per bulannya per anggota keluarga.

Di bawah itu ada pula biaya bagi penerima manfaat BPJS Kesehatan kelas 2, yang wajib membayar biaya iuran sebesar Rp 51.000,- per anggota keluarga per bulannya. Bila biaya ini masih terlalu mahal, tentu kamu bisa turun kelas lagi.

Kelas terakhir adalah kelas 3 atau merupakan kelas penerima manfaat BPJS yang paling rendah. Biaya yang harus dibayarkan per bulannya pun termasuk paling rendah loh, yakni hanya sebesar RP 25.500,- per anggota keluarga per bulannya.

Perlu diingat pula, untuk setiap anggota keluarga memiliki kelas manfaat yang mengikuti kelas manfaat kepala keluarga. Bila kamu sebagai kepala keluarga memutuskan untuk ikut di kelas 1, maka secara otomatis istri dan anak-anakmu akan masuk ke kelas 1 pula.

Jangan lupa pula bahwa BPJS Kesehatan juga menetapkan sistem denda bagi para penerima jaminan kesehatan yang lupa atau sengaja tidak membayarkan iuran bulanan yang telah ditentukan oleh pihak BPJS Kesehatan.

Biaya denda yang dikenakan kepada orang-orang tersebut cukup mahal loh, yakni mencapai 2,5% dikali jumlah bulan tertunggak dikali total biaya rawat inap dari diagnosis terakhir yang menggunakan BPJS.

Meski demikian untuk menghindari kebengkakan biaya denda, BPJS Kesehatan telah menerapkan aturan khusus dimana bulan tunggakan maksimal adalah 12 bulan saja dan biaya denda sebesar-besarnya adalah Rp 30 juta.

Selain biaya iuran bulanan serta biaya denda, kamu juga bisa membayarkan biaya tambahan sebagai penerima manfaat BPJS Kesehatan. Biaya tambahan ini hanya dibayarkan apabila kamu sebagai penerima manfaat ingin naik kelas perawatan ketika sedang mengalami perawatan di Rumah Sakit.

Bagi kamu yang berada di kelas III dan ingin naik ke kelas II atau I, maka kamu diharuskan membayar selisih biaya kelas III dengan biaya kelas II atau I. Sementara bila ingin naik kelas VIP selisih biaya tersebut ditambahkan dengan biaya INA-CBG kelas I (maksimal 75% dari total).

Sementara kamu yang berada di kelas II dan menghendaki untuk naik ke kelas I. Kamu cukup membayarkan selisih biaya kelas II dengan biaya kelas I. Sementara bila ingin naik ke kelas VIP maka selisihnya ditambahkan kembali dengan biaya INA-CBG kelas I (maksimal 75% dari total).

Terakhir bagi orang-orang yang menerima manfaat kelas I dan ingin naik ke VIP. Orang-orang yang ingin melakukan hal ini diharuskan membayar selisih biaya INA-CBG kelas I maksimal 75% dari total.

Berapa Tarif BPJS Ketenagakerjaan?

Bila BPJS Kesehatan mengenal istilah kelas-kelas penerima manfaat, maka untuk membahas biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan ada baiknya kami sekaligus membahas sekilas beberapa jenis manfaat yang diterima oleh anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Pertama-tama bagi penerima manfaat Jaminan Hari Tua wajib membayarkan iuran sejumlah:

  1. Bagi penerima upah sebesar 5,7% dari total upah per bulan. Pembayaran dibagi 2% dari upah diterima dan 3,7% dibayarkan oleh perusahaan.
  2. Bagi pekerja bukan penerima upah sebesar 2% dari penghasilan per bulan yang dilaporkan.
  3. Bagi pekerja migran Indonesia membayar biaya iuran sebesar Rp 105.000,- hingga Rp 600.000,- per bulannya.

Selain Jaminan Hari Tua, BPJS Kesehatan juga memiliki salah satu jaminan yang amat bermanfaat bagi para pekerja. Jaminan tersebut adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yang biaya iurannya adalah sebagai berikut:

  1. Bagi penerima upah biaya iuran akan dibagi berdasarkan risiko kerja, yakni
    • Risiko sangat rendah sebesar 0,24% dari total upah per bulan.
    • Risiko rendah sebesar 0,54% dari total upah per bulan.
    • Risiko sedang sebesar 0,89% dari total upah per bulan.
    • Risiko tinggi sebesar 1,27% dari total upah per bulan.
    • Risiko sangat tinggi sebesar 1,74% dari total upah per bulan.
  2. Bagi bukan penerima upah biaya iuran dikenakan sebesar 1% dari penghasilan bulanan yang dilaporkan.
  3. Bagi pekerja jasa konstruksi iurannya adalah 0,21% berdasarkan nilai proyek.
  4. Bagi pekerja Migran Indonesia diwajibkan membayarkan iuran sebesar Rp 370.000,- per bulannya.

Jaminan yang ketiga adalah Jaminan Kematian yang merupakan uang tunai yang akan diberikan kepada ahli waris apabila peserta mengalami meninggal dunia yang bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja.

Untuk bisa mendapatkaan manfaat tersebut maka peserta Jaminan Kematian wajib membayar iuran sebagai berikut:

  1. Bagi penerima upah akan dikenai biaya iuran bulanan sebesar 0,3% dari upah yang dilaporkan serta dibayarkan oleh pemberi kerja.
  2. Bagi pekerja bukan penerima upah akan dikenai biaya iuran bulanan sebesar Rp 6.800,-
  3. Bagi pekerja jasa konstruksi wajib membayarkan biaya iuran sebesar 0,21% berdasarkan nilai proyek yang sedang dikerjakan.
  4. Bagi pekerja Migran Indonesia diwajibkan membayarkan iuran sebesar Rp 370.000,- per bulannya.

Terakhir bagi kamu yang ikut serta dalam program Jaminan Pensiun maka diwajibkan untuk membayar iuran sebesar 3% yang dibayarkan 1% olehmu dan 2% oleh pemberi kerja. Nilainya berdasarkan upah bulanan yang diterima.

Nah itu dia tadi cara bayar BPJS Online, serta detil mengenai biaya iuran bulanan yang perlu kamu bayarkan terkait BPJS. Semoga kamu bisa melakukan pembayaran secara online dan tentu semoga artikel ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *