Cara Bayar PDAM di ATM BNI

Air sebagaimana listrik saat ini sudah menjadi salah satu sumber daya yang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan tentu saja menurut kami air jauh lebih vital perannya dibandingkan listrik.

Di Indonesia sendiri salah satu perusahaan yang bertugas untuk memasok air ke setiap daerah biasanya disebut dengan PDAM alias Perusahaan Daerah Air Minum. Biasanya di setiap daerah terdapat PDAM nya sendiri-sendiri.

Misalnya PDAM memiliki nama PDAM Tirta Pakuan di Kota Bogor, AETRA dan PAL Jaya di DKI Jakarta, PDAM Tirta Benteng di Kota Tangerang, PDAM Tirta Asasta di Kota Depok, PDAM Tirta Bhagasasi dan PDAM Tirta Patriot di Kota Bekasi, dan yang lainnya.

Meski memiliki berbagai nama dan cabangnya masing-masing di setiap daerah, ada salah satu kemudahan yang diberikan PDAM yang patut kita apresiasi. Yakni kemudahan pembayaran, dan salah satunya adalah cara bayar PDAM di ATM BNI.

Bagaimana langkah-langkahnya?


Cara Bayar PDAM di ATM BNI

ATM Gallery BNI

Untuk bisa melakukan pembayaran PDAM di ATM BNI kamu bisa melakukan beberapa langkah detil di bawah ini:

  1. Carilah ATM BNI yang tentu saja menurut kami cukup mudah untuk ditemukan, bahkan di kota-kota kecil di Indonesia. Meski demikian, bila kamu belum bisa menemukan mesin ATM di dekat tempat tinggalmu kami menyarankan dua alternatif yang bisa kamu lakukan.
    • Cara pertama adalah dengan mencari ATM bersama yang kompatibel bila digunakan oleh pemilik kartu debit BNI, misalnya ATM Link. Ini adalah suatu keharusan, karena pada umumnya bila kamu menggunakan mesin ATM dari bank lain biasanya fitur beberapa transaksi akan tertutup. Akhirnya tentu saja kamu jadi tidak bisa membayar tagihan PDAM rumahmu.
    • Cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan penggantian kartu debitmu menjadi kartu debit BNI yang memiliki logo GPN alias Gerbang Pembayaran Nasional. Meski demikian untuk cara ini tentu saja sebelum melakukan bayar PDAM di ATM, jauh-jauh hari kamu sudah harus menukarkan kartu lamamu ke kantor cabang Bank BNI yang paling dekat dari rumahmu. Dengan kartu berlogo GPN ini kamu bisa memanfaatkan seluruh mesin ATM yang berada dekat di rumahmu untuk melakukan transaksi.
  2. Setelah menemukan ATM yang sesuai, kamu bisa langsung memasukkan kartu debit BNI yang kamu bawa. Setelah itu tentu saja masukkan PIN yang kamu punya, dan kemudian pilihlah bahasa yang ingin kamu gunakan.
  3. Untuk mengakses menu pembayaran PDAM, sebenarnya amat tergantung dari jenis mesin ATM yang kamu gunakan. Tapi secara umum ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, yakni:
    • Tekan Menu Lain di menu utama, dan kemudian carilah menu Pembayaran. Kemudian pilihlah submenu Air Minum/PAM dan kemudian kembali masuk ke submenu PDAM Lainnya. Di dalam submenu tersebut kamu akan diberikan berbagai pilihan seluruh PDAM yang ada di Indonesia dengan masing-masing kode unik di sebelahnya. Jika sudah menemukan PDAM yang sesuai dengan lokasi tempat tinggalmu, kamu bisa langsung tekan Menu Entry.
    • Cara kedua adalah kamu bisa langsung mengakses menu Pembayaran langsung di menu utama mesin ATM tersebut. Kemudian kamu bisa memilih submenu Air Minum/PDAM dan pilihlah submenu PDAM Lainnya. Sama seperti poin di atas, carilah PDAM yang bersesuaian dengan lokasi tempat tinggalmu dan kemudian pilihlah Menu Entry bila sudah menemukan kode PLN yang sesuai.
    • Cara ketiga adalah kamu bisa langsung mengakses menu Pembayaran langsung di menu utama mesin ATM. Kemudian pilih kembali submenu Air Minum/PDAM. Perbedaan dengan poin di atas adalah, di beberapa ATM sudah terdapat menu entry khusus bagi PDAM Kota Bandung. Dari sanalah kemudian kamu akan langsung masuk ke Menu Entry.
  4. Setelah masuk ke dalam menu entry, kamu akan diminta untuk memasukkan Kode PDAM + Nomor Pelanggan. Misalnya kamu tinggal di Kota Jakarta memanfaatkan layanan PALJAYA (1301) dan nomor pelangganmu adalah 30008129. Maka kamu harus menginput 130130008129.
  5. Setelah itu kamu akan masuk ke dalam layar konfirmasi yang berisi:
    • Nomor pelanggan, pastikan bahwa nomor ini sesuai dengan yang tertera di meteran PDAM di rumahmu.
    • Nama pelanggan yang tentu saja harus sesuai dengan nama yang terdaftar.
    • Periode tagihan yang tentu sesuai dengan bulan tagihan.
    • Jumlah tagihan total yang terdiri atas tagihan air, biaya denda, serta biaya administrasi.
  6. Jangan lupa lakukan konfirmasi seluruh data tersebut. Jika data yang ditampilkan dirasa sudah benar, kamu bisa melanjutkan pembayaran dengan langsung menekan tombol Ya atau
  7. Setelah itu tunggu selama beberapa saat hingga mesin selesai melakukan pemrosesan transaksi pembayaran PDAM di ATM BNI. Jika sudah biasanya mesin akan mengeluarkan struk pembayaran secara otomatis.
  8. Simpanlah struk bukti pembayaran tersebut agar bila sewaktu-waktu dibutuhkan karena kondisi mendesak bisa membantumu.
  9. Selesai! Jangan lupa periksa kembali, jangan sampai kamu kelupaan mengambil kartu debit BNI dari mesin ATM tersebut ya!

Itulah tadi 9 langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan pembayaran tagihan PDAM di ATM BNI. Dengan cara ini kamu tidak perlu repot-repot deh mendatangi loket pembayaran PDAM yang biasanya padat antrian!

Meski demikian mungkin masih ada sebagian dari kamu yang masih merasa kerepotan karena masih harus keluar rumah dan berjalan mendatangi ATM BNI terdekat. Bagi kamu yang merasa seperti itu tentu kami punya beberapa cara lain.

Cara itu adalah dengan memanfaatkan layanan SMS Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking dari bank BNI. Meski demikian untuk memanfaatkan seluruh layanan ini tentu saja kamu harus mendaftarkan diri sebelumnya di kantor-kantor cabang terdekat.

Selain itu cara bayar PDAM di layanan ini secara umum sama kok dengan langkah-langkah di atas. Bedanya hanyalah jika memanfaatkan layanan ini, kamu cukup menggerakkan jari jemarimu saja tanpa harus pergi mencari ATM terdekat.


Simulasi Perhitungan Tagihan PDAM

Kalau di atas merupakan cara bayar PDAM di ATM BNI, saatnya sekarang kamu tahu cara perhitungan tagihan PDAM yang selalu kamu bayarkan setiap bulannya. Supaya kamu bisa menghemat dan tidak kaget tentunya.

Berhubung setiap daerah memiliki PDAM nya sendiri-sendiri, kami akan mencoba melakukan perhitungan untuk rumah tangga kelas menengah (Grup IIIB) PAM JAYA DKI Jakarta, dengan pemakaian bulanan 25 m3.

  • Untuk PAM JAYA DKI Jakarta, tarif air yang diberlakukan kepada golongan IIIB adalah Rp 4.900,- untuk 0-10 m3pertama, Rp 6.000,- untuk 11-20 m3 kedua dan Rp 7.450,- untuk >20 m3
  • Dalam kasus ini pelanggan menggunakan 25 m3 yang artinya ia harus membayarkan 10 + 10 + 5. Yakni 10 m3 pertama x Rp 4.900 + 10 m3 kedua x Rp 6.000,- dan 5 m3 ketiga x Rp 7.450,- atau sekitar Rp 146.250,- di bulan tersebut.

Pada dasarnya sistem pembayaran air di daerah lain adalah sama seperti di atas. Yakni dibagi berdasarkan golongan tempat tinggalnya serta pembayaran progresif per meter kubiknya.

Hal yang membedakan tentu saja bahwa setiap PDAM daerah memiliki penggolongan pelanggannya masing-masing. Selain itu tarif yang diberlakukan untuk setiap meter kubiknya pun berbeda-beda antar masing-masing PDAM daerah.


Dengan berbagai kemudahan yang telah diberikan oleh PDAM tentu saja kamu sebagai pelanggan wajib memberikan apresiasi. Salah satu kemudahan pembayaran seperti yang kami jabarkan di atas pun merupakan salah satu pencapaian luar biasa dari PDAM.

Bila dahulu kamu harus repot-repot mencatat meteran listrikmu sendiri, pergi ke loket pembayaran PDAM dan harus mengantre cukup lama. Saat ini kamu cukup datang ke ATM bermodalkan nomor pelanggan dan kartu debit saja. Kurang dari 5 menit, selesai! Tagihan PDAM mu sudah selesai dibayarkan.

Meski demikian BNI sendiri saat ini baru melayani PDAM di 56 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Wah semoga saja ya kedepannya layanan pembayaran melalui ATM, SMS Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking BNI ini bisa mencakup lebih banyak lagi PDAM di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *