Cara Buat dan Contoh Surat Izin Sakit Dokter

Dokter merupakan salah satu profesi yang diizinkan secara hukum untuk membuat beberapa jenis surat keterangan yang diakui. Maksudnya adalah, surat keterangan tersebut wajib dianggap benar dan sah, sampai bisa dibuktikan salah di pengadilan.

Ada beberapa surat keterangan yang bisa dibuat oleh dokter misalnya surat keterangan sehat, surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan bebas penyakit tertentu (misalnya TBC) untuk pembuatan visa misalnya, hingga yang akan kita bahas yakni surat keterangan sakit.

Surat keterangan sakit ini memang boleh dibilang merupakan surat sakti yang seringkali diincar oleh para karyawan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ditemukan usaha surat sakit abal-abal yang tentu saja masuk ke dalam tindak kriminal.

Jangan sampai Anda terjerat ke dalamnya ya. Lebih baik Anda cari tahu cara buat dan contoh surat izin sakit dokter alias surat keterangan sakit.

Apa itu Surat Keterangan Sakit?

Surat keterangan sakit merupakan sepucuk surat yang berisi mengenai keterangan seorang pasien (sakitnya), baik secara umum ataupun secara khusus berisi penjelasan mengenai penyakit yang sedang diderita pasien.

Berdasarkan Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, pasal 35 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap dokter maupun dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi diizinkan untuk mengeluarkan surat keterangan sakit.

Nah dari sini berarti Anda harusnya bisa menyimpulkan bahwa surat keterangan sakit merupakan salah satu produk legal dari dokter ataupun dokter gigi. Oleh karena itu hindarilah penjual-penjual surat keterangan sakit online yang keabsahannya dipertanyakan.

Selain itu Anda juga dilarang untuk memfotokopi apalagi mengubah-ubah isi dari surat keterangan sakit yang dibuat oleh dokter, karena perbuatan tersebut merupakan tindak kriminal yang bisa diancam kurungan penjara.

Lagipula untuk bisa menerbitkan surat keterangan sakit, seorang dokter harus memeriksa serta melakukan wawancara dan menentukan diagnosis dari kondisimu. Bila memang benar sakit dan butuh istirahat, pasti sang dokter akan membuatkan surat tersebut.

Kemudian sebagaimana yang telah kami buat, surat keterangan sakit merupakan produk berkekuatan hukum dimana isinya wajib dianggap benar sampai bisa dibuktikan salah di pengadilan.

Pengadilan yang bisa membatalkan isi dari surat keterangan sakit pun hanya Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) atau Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Setelah ditemukan unsur pidana dalam pembuatannya, maka MKDKI akan melanjutkan kasusnya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjut sesuai hukum yang ada.

Apakah Surat Keterangan Sakit Berhubungan dengan Masa Istirahat (Cuti) Karyawan?

Tentu saja, apabila kondisi penyakit Anda dianggap oleh dokter cukup berat atau setidaknya dokter menilai bahwa diri Anda memang membutuhkan istirahat di rumah. Pastilah dokter yang bersangkutan akan memberikan Anda surat keterangan sakit.

Dengan adanya surat keterangan sakit, Anda yang memiliki pekerjaan sebagai karyawan diizinkan untuk menggunakannya untuk cuti sakit. Tentu saja sesuai dengan waktu yang tertulis didalam surat tersebut.

Adapun waktu yang diberikan dokter, hingga saat ini tidak ada aturan baku yang menjelaskannya. Namun rata-rata dokter akan memberikan Anda surat izin sakit selama 1 hingga 3 hari saja. Mengapa hanya 3 hari?

Penjelasannya, ketika Anda berobat ke dokter umum penyakit yang Anda derita pastilah penyakit yang relatif sederhana. Apalagi bila dokter tersebut memberikan obat, tidak merujuk, dan menyarankan Anda istirahat.

Rata-rata penyakit yang demikian, adalah penyakit yang masa penyembuhannya relatif cepat. Oleh karena itulah jarang sekali ditemukan dokter umum yang bersedia memberikan Anda surat keterangan sakit lebih dari 3 hari.

Lagipula dalam praktik sehari-hari, dokter umum sering menemukan kasus malingering dimana pasien membuat-buat penyakitnya sehingga mendapatkan surat keterangan sakit. Memang bila hanya ditinjau dari wawancara dokter bisa dikelabui, tapi seringkali dokter curiga setelah tidak menemukan apa-apa ketika memeriksa fisik pasien.

Bila dalam kondisi demikian dokter tetap memberikan surat keterangan sakit, maka ada kemungkinan surat tersebut disalahgunakan. Lebih lanjut lagi bila perusahaan mencium keanehan ini dan melaporkan dokter yang bersangkutan, tentu saja kasusnya bisa berlanjut ke ranah hukum.

Untuk itulah kemudian mengapa barangkali Anda sering menemukan dokter yang ‘pelit’ memberikan surat sakit. Hal ini semata-mata menghindarkan Anda sebagai pasien dan mereka sendiri sebagai dokter dari tuntutan hukum.

Lain cerita apabila Anda dirawat di rumah sakit dan ditangani oleh dokter spesialis. Bergantung dari keparahan penyakit Anda, barangkali ada beberapa dokter spesialis yang bersedia memberikan surat keterangan sakit yang cukup panjang, hingga 5 hari.

Akan tetapi perlu diingat bahwa waktu maksimal yang boleh diberikan dokter terkait surat keterangan sakit adalah 12 bulan. Karena berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, pasal 172 dijelaskan bahwa surat keterangan sakit yang melewati 12 bulan dapat menimbulkan pemutusan hubungan kerja.

Cara Buat Surat Keterangan Sakit

Untuk bisa membuat surat keterangan sakit, syarat pertama yang harus Anda penuhi adalah Anda harus sakit. Apabila Anda tidak sakit dan berpura-pura saja tentu akan sulit bagi dokter mengeluarkan surat keterangan sakit.

Nah bila memang sakit, Anda bisa langsung mendatangi klinik swasta, puskesmas, praktik pribadi, hingga rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara terkait penyakit yang Anda alami.

Bagi Anda yang ingin membuat surat sakit ke klinik swasta, dokter pribadi, ataupun puskesmas bisa langsung mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Datang ke fasilitas kesehatan terdekat dengan rumah Anda.
  2. Lalu ambil nomor antrean dan sampaikan maksud Anda untuk berobat.
  3. Setelah nomor antreanmu dipanggil, Anda bisa langsung masuk ke kamar periksa untuk segera diperiksa oleh dokter.
  4. Bila dokter telah memutuskan Anda sakit dan butuh istirahat, biasanya dokter secara otomatis akan memberikan surat keterangan sakit.
  5. Namun bila dokter tidak memberikan surat keterangan sakit, Anda berhak memintanya sebagai pasien.
  6. Bila dokter setuju dengan permintaan Anda, maka dokter akan langsung membuatkan Anda surat keterangan sakit yang ditanda tangani.
  7. Selesai, jangan lupa ambil obat yang diresepkan dan membayar tagihan ya!

Sementara Anda yang ingin membuat surat keterangan sakit dari rumah sakit bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Pertama-tama tentu saja Anda bisa langsung datang ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah Anda.
  2. Bila sudah, Anda bisa langsung mendaftarkan diri di poliklinik spesialis, ataupun langsung datang ke IGD bila kondisi Anda memang darurat.
    1. Perhatikan dengan baik-baik, bila nantinya Anda seolah tidak dilayani maka kemungkinan besar penyakit yang Anda derita bukanlah gawat darurat.
    2. Apabila Anda merasa gawat, maka berarti ada pasien lain yang memang lebih gawat dari kondisi Anda.
    3. Oleh karena itulah kami tidak menyarankan Anda pergi ke IGD bila kondisi Anda baik-baik saja, misalnya masih bisa berjalan sendiri ke ruang IGD.
  3. Setelah itu ambil nomor antrean dan tungu hingga dokter memeriksa kondisi Anda.
  4. Setelah itu biasanya dokter akan mengambil keputusan apakah Anda harus diobati saat itu juga dan diberikan obat rawat jalan, ataupun Anda harus langsung dipindahkan ke ruangan rawat inap.
  5. Pilihan manapun yang ditawarkan oleh dokter bisa Anda ambil, dan biasanya setelah pengobatan selesai Anda akan diberikan surat keterangan sakit. Apabila dalam prosesnya dokter tidak memberikan surat keterangan sakit, Anda berhak kok memintanya dari dokter yang merawat.
  6. Selesai!

Pada dasarnya baik itu proses pembuatan di rumah sakit, di klinik, ataupun di puskesmas, caranya kira-kira sama kok. Lalu yang perlu Anda ingat bahwa persyaratan utama untuk mendapatkan surat izin sakit dokter adalah Anda harus sakit!

Selain itu biasanya tidak ada biaya tambahan yang dikenakan bagi Anda yang meminta surat keterangan sakit. Biaya yang harus Anda bayarkan hanyalah biaya pengobatan, biaya obat, serta biaya administrasi bila Anda berobat di klinik ataupun rumah sakit.

Hal terakhir yang perlu Anda ingat adalah, dokter berhak menolak permohonan surat keterangan sakit yang Anda minta. Apalagi bila dokter menemukan kejanggalan seperti:

  1. Surat dibuat tanggalnya mundur, misalnya Anda berobat hari ini tapi minta surat tiga hari ke belakang.
  2. Dokter tidak menemukan kelainan yang signifikan, atau mencurigai keterangan yang Anda berikan. Alias dokter tidak yakin Anda benar-benar sakit.
  3. Bila sudah begitu, Anda berhak untuk membatalkan pengobatan di dokter yang bersangkutan. Hanya memang bila berobat di rumah sakit biasanya biaya administrasi akan tetap dibebankan kepada Anda.

Dari Siapa Saja Surat Keterangan Sakit Bisa Didapatkan?

Pada dasarnya Anda bisa mendapatkan surat keterangan sakit dari dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis dan bidan. Hanya saja perlu Anda ingat baik-baik bahwa dokter gigi, dokter spesialis, dan bidan tentu saja memiliki ranah spesifik.

Lalu misalnya sesuai dengan Pasal 93 ayat (2) huruf a, Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bahwa bidan dan dokter kandungan boleh mengeluarkan surat keterangan sakit hanya bagi pekerja perempuan yang telah melahirkan ataupun keguguran.

Nah bagi Anda yang pria, perhatikan baik-baik. Tentu saja surat keterangan sakit Anda akan ditolak apabila di dalamnya tercantum tanda tangan bidan dan bukan dokter umum ataupun dokter spesialis yang sesuai dengan penyakit Anda.

Contoh Surat Keterangan Sakit

Berikut ini adalah contoh surat keterangan sakit yang dibuat oleh dokter. Berhubung banyak informasi yang sensitif tercantum di dalam surat keterangan tersebut, harap maklum kami melakukan sensor terhadap informasi-informasi tersebut ya!


surat keterangan sakit


surat keterangan sakit


Itulah dia beberapa contoh surat keterangan sakit dari RSUD, Puskesmas, maupun RS Swasta yang ada. Kalo Anda lihat sih, sebenarnya masing-masing memiliki komponen yang sama, yakni:

  1. Kop Surat
  2. Tanggal Surat
  3. Identias Pasien
  4. Usia Pasien
  5. Alamat Pasien
  6. Lama Pemberian Izin Sakit
  7. Tanda tangan dan cap dokter

Selama ada komponen tersebut, bisa dianggap surat keterangan sakit yang Anda buat adalah sah dan harus diterima oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *