fbpx

Cara Buat dan Contoh Surat Lamaran Kerja

Membuat surat lamaran kerja merupakan hal yang, boleh dibilang susah-susah-gampang. Susah, apalagi bagi para lulusan muda alias para first graduate yang baru pertama kali mencari kerja dan belom pernah sekalipun membuatnya.

Padahal membuat surat lamaran kerja yang baik merupakan kunci diterimanya lamaranmu loh. Seringkali banyak pelamar yang sebenarnya cerdas dan potensial, namun ditolak karena surat lamaran kerja yang tidak sesuai.

Kalau sudah begitu kan kita sendiri yang rugi. Nah bagi kamu yang merupakan lulusan baru ataupun orang yang bingung mengenai cara buat surat lamaran kerja, berarti kamu berada di artikel yang tepat.

Karena kami akan membahas cara buat dan contoh surat lamaran kerja, serta tips dan cara mengirimkan surat lamaran kerja menggunakan email dengan baik dan benar. Harapannya sih tentu saja supaya kualitas surat lamaran kerjamu membaik, dan agar kamu diterima kerja!

Tips dan Cara Buat Surat Lamaran Kerja

Sebelum memahami beberapa bagian yang ada di surat lamaran kerja, kami ingin mencoba memberian beberapa tips penting sehingga surat lamaran kerja yang kamu kirimkan tampak lebih menonjol dan kemungkinanmu dipanggil wawancara akan lebih tinggi.

EYD, penting tapi sering diabaikan – ketika kamu mengirimkan surat formal dengan EYD yang ‘acakadul’ dan berantakan, bisa dipastikan suratmu akan dibuang oleh pihak HRD. Terlebih lagi bila di paragraf-paragraf awal terdapat banyak kesalahan EYD.

Mengapa? Karena pihak HRD tentu menerima lamaran dari ribuan orang dan cara terbaik adalah dengan melakukan screening alias membaca cepat. Surat lamaran dengan banyak kesalahan EYD tentu akan menyulitkan pihak HRD, nah jangan harap mereka akan menerima surat tersebut.

Paragraf pertama dan terakhir adalah kunci – paragraf pertama harus berisi dirimu sendiri, atau dengan kata lain kamu harus menjual dirimu, skillmu, hingga pengalamanmu. Akan tetapi cukup tuliskan dengan singkat dan tidak berbelit-belit. Lebih lengkapnya biarkan pihak HRD membaca CV dan portfoliomu.

Sementara di paragraf terakhir kamu boleh-boleh saja secara tegas meminta perusahaan untuk menghubungi kamu kembali apabila berkenan. Hindari paragraf yang mengambang dan terlalu rendah hati apalagi tampak tidak peduli.

Perhatikan isi surat – nah ada beberapa patokan yang bisa kamu ikuti untuk membuat surat lamaran kerja. Pertama-tama biacarakan beberapa hal mengenai perusahaan yang kamu tahu, seputar apa yang mereka kerjakan dan bagaimana kamu cocok disana.

Kemudian tunjukkanlah orisinalitas dan kepribadianmu melalui surat lamaran kerja yang kamu buat. Meski demikian jangan sebutkan seluruh kemampuan dan portfolio yang kamu punya di surat lamaran kerja. Karena HRD tidak akan mau pusing membacanya dua kali (di CV dan di surat lamaran kerja).

Selain itu perhatikan frasa berikut ini: more is less! Buatlah surat lamaran kerja dengan sesingkat mungkin. Singkat namun padat, adalah kunci dari surat lamaran kerja yang berkualitas. Selain memudahkanmu dalam pembuatan, surat lamaran kerja yang berbobot juga mempermudah kerja HRD dalam menyeleksi para calon pelamar.

Doa – terakhir, jangan lupa selalu berdoa dan boleh juga meminta doa dari orang tuamu. Usaha boleh maksimal, tapi tetap saja Tuhan yang menentukan. Nah akhirnya dengan mengikuti kaidah-kaidah ini kami harap kamu bisa lanjut ke tahapan wawancara! Aamiin!

Contoh Surat Lamaran Kerja

Meski tidak ada format baku alias standard dalam pembuatan surat lamaran kerja, ada beberapa komponen yang menurut kami cukup penting untuk dicantumkan di dalam surat lamaran kerja yang kamu buat.

Berikut ini adalah beberapa komponen penting yang bisa kamu cantumkan di dalam surat lamaran kerjamu:

  1. Tempat dan tanggal penulisan surat lamaran kerja.
  2. Perusahaan yang dituju, lengkap dengan alamat perusahaan. Dalam hal ini kamu juga boleh menujukan surat lamaran kerja kepada pihak HRD.
  3. Salam pembuka.
  4. Kata pengantar, yang berisi maksud dari surat yang kamu buat tersebut. Buatlah sesingkat dan sepadat mungkin.
  5. Data diri secara singkat, yang terpenting adalah berisi nama, tempat tanggal lahir, alamat, serta riwayat pendidikan terakhir. Lebih dari itu sebaiknya tidak dituliskan, karena informasi tersebut bisa didapatkan di dalam CV-mu.
  6. Pengalaman kerja, skill, portfolio secara singkat. Jangan ditulis secara lengkap dan blak-blakan karena informasi semacam ini bisa didapatkan di dalam CV-mu. Tulislah beberapa pengalaman serta skill dan portfolio milikmu yang kamu rasa paling menonjol.
  7. Salam penutup.
  8. Tanda tangan disertai tanggal, tempat, dan nama jelas.

Adapun contoh-contoh surat lamaran kerja yang bisa kamu tiru bisa kamu lihat di bawah ini, dengan mengubah beberapa keterangan pribadimu tentunya!

surat lamaran kerja


surat lamaran kerja


surat lamaran kerja


Lalu Bagaimana Cara Mengirim Surat Lamaran Kerja via Email yang Baik?

Untuk melakukan pengiriman surat lamaran kerja, tentu kamu bisa menggunakan pos alias dengan menggunakan cara tradisional. Cukup cetak surat lamaran kerjamu, masukkan ke dalam amplop cokelat dan kirim langsung ke perusahaan yang kamu tuju.

Meski kenyataannya banyak perusahaan yang masih menganut sistem tradisional ini, di era informatika seperti sekarang ini tentu saja banyak perusahaan yang juga menerima surat lamaran kerja elektronik yang dikirmkan via email.

Berbeda dengan pengiriman surat lamaran kerja via pos, ada beberapa etika penting yang perlu kamu perhatikan apabila ingin mengirim surat lamaran kerja via email. Yuk kita bahas saja satu persatu.

Tulis judul dan prakata – meski penulisan judul dan prakata jarang dilakukan, apalagi bagi kamu yang hanya menggunakan email untuk bertukar tugas dengan teman di kampus atau sekolahmu. Sifatnya menjadi wajib ketika kamu ingin mengirim surat lamaran kerja.

Jangan hanya menulis judul, email kosong, lalu lampiran / attachment surat lamaran kerja saja. Sebaiknya kamu menulis judul, lalu tulislah prakata atau pembukaan singkat yang berisi data diri, maksud melamar pekerjaan, dan jangan lupa salam pembuka dan penutup.

Jangan lupa pula, hal yang paling penting dari pengiriman pesan via email adalah dengan mempertahankan gaya bahasa yang formal dan tentu saja sopan. Isi surat lamaran kerja (apalagi CV) boleh saja se-kreatif mungkin, apalagi bila memang kamu melamar di perusahaan industri kreatif. Tapi prakata, menurut kami cukup vital untuk diisi secara formal dan sopan.

Alamat email formal – poin penting kedua yang sering kali diabaikan oleh para first jobber adalah seringkali mereka tidak memperhatikan alamat email yang digunakan untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan.

Memang sih tidak ada aturan baku mengenai mana alamat email yang formal dan mana yang tidak formal. Tapi setidaknya, kamu yang masih menggunakan nama alias (nama asing) sebagai alamat email, boleh menggantinya menjadi nama email yang mengandung unsur nama kamu sendiri.

Penulisan surat lamaran kerja yang baik dan sesuai – mengapa sesuai dan bukan rapi? Tentu saja maksud kami adalah sesuai dan rapi. Namun perlu diingat bahwa di era modern ini banyak juga perusahaan yang (justru) meminta para pelamar membuat surat lamaran sekreatif mungkin.

Sehingga menurut kami lebih tepat rasanya bila kamu membuat surat lamaran kerja yang memang sesuai dengan keinginan perusahaan. Bila perusahaan ingin yang formal, buatlah surat formal dengan format yang mudah dibaca (font, margin, justify) oleh pihak HRD.

Kirim di waktu yang baik – selain proses pembuatan dan konten dari surat lamaran kerja, penting untuk diketahui bagi kamu para first jobber untuk mengirimkan surat lamaran kerja di waktu yang tepat.

Waktu yang menurut kami paling tepat untuk mengirimkan surat lamaran kerja via email adalah di jam kerja, karena kemungkinan besar para HRD sedang membuka inbox email mereka. Di luar itu, bisa-bisa lamaranmu tertumpuk di bawah pelamar lainnya.

Jujur dalam membuat resume – percayalah, banyak orang yang mencoba menipu pihak HRD dengan cara menyembunyikan periode kerjanya. Sehingga di dalam resume hanya terlihat riwayat pekerjaan tanpa adanya masa atau waktu kerja.

Dengan cara ini biasanya orang tersebut bisa menyembunyikan masa-masa menganggur mereka. Nah saran kami jujurlah kepada perusahaan, karena selain pihak HRD pasti bisa mengendus kedustaan ini, seringkali periode menganggur tidak berdampak besar kok pada lamaranmu.

Karena itulah, meski (misalnya) kamu pernah memiliki periode menganggur hingga 6 bulan lamanya, jangan takut untuk mencantumkan hal tersebut. Hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan berbohong, dan (pasti) diketahui oleh pihak HRD.

Jangan posesif – kami mengerti kegelisahanmu yang sedang mencari kerja, pasti membutuhkan jawaban secepatnya. Tapi coba tenangkan pikiranmu dan pahami lah bahwa pihak HRD sedang menyeleksi ratusan atau malah ribuan surat lamaran.

Tentu saja mereka pun membutuhkan waktu untuk melakukan seleksi tersebut. Lagipula biasanya perusahan akan memberi pengumuman dengan jelas kok terkait timeline penerimaan karyawan baru.

Akan lebih bijak apabila kamu yang menunggu balasan email dari pihak perusahaan dibanding harus mengirimkan email hingga 2 sampai 3 kali untuk meminta balasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *