fbpx

Yuk Belajar Cara dan Syarat Daftar BPJS Kesehatan!

Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) dengan program Jaminan Kesehatan Nasionalnya tentu merupakan suatu program sosial pemerintahan yang memiliki banyak manfaat bagi warganya.

Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang bahwa pemerintah yang diwakili oleh BPJS wajib memastikan seluruh rakyat Indonesia memiliki jaminan sosialnya melalui program ini.

Gak heran kalau sejak digagas oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono, cakupan peserta BPJS terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan tahun 2018 akhir diketahui bahwa cakupan peserta BPJS mencapai 75% loh.

Untuk menambah pengetahuanmu, kami udah rangkum cara dan syarat daftar BPJS kesehatan, baik secara tradisional maupun online.

Baca juga: Apa perbedaan KIS dan BPJS?


Apa sih Syarat Daftar BPJS Kesehatan?

Kantor BPJS Kesehatan

Pertama-tama sebagaimana pendaftaran macam-macam hal di Indonesia yakni dengan melengkapi seluruh dokumen pesyaratan yang diminta. Dokumen persyaratan yang diminta dalam pendaftaran BPJS Kesehatan adalah:

  1. Bawalah kartu keluarga dan fotokopi kartu keluarga sebanyak satu lembar
  2. KTP bagi Warga Negara Indonesia (WNI) disertai fotokopi KTP sebanyak satu lembar.
  3. Bagi Warga Negara Asing (WNA) yang sudah bekerja paling sedikit 6 bulan di Indonesa maka bisa membawa passport, Kartu Identitas Sementara (KITAS) ataupun Kartu Identitas Permanen (KITAP)
  4. Bagi kamu yang ingin memilih kelas 1 dan kelas 2 maka diwajibkan untuk memiliki buku rekening tabungan. Bank yang diterima pun hanya Bank BNI, Bank BRI, ataupun Bank Mandiri.
  5. Foto diri berwarna ukuran 3×4 dengan wajah yagn terlihat jelas.

Sebagaimana aturan yang berlaku dan tertulis di dalam undang-undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS, kamu harus mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang tercantum di dalam 1 keluarga.

Ketentuannya adalah iuran untuk kepala keluarga sudah mencakup seorang istri dan anak yang sah (maksimal 3 orang). Tapi kalau kamu adalah pekerja bebas, berapa pun orang yang ada di dalam kartu keluarga maka bisa ikut serta didaftarkan BPJS.

Selain melengkapi persyaratan dokumen, kamu juga harus berusia cukup umur (tentu saja) secara hukum. Karena nantinya aka nada kewajiban dan hak hukum yang sifatnya mengikat sebagai konsekuensi penggunaan layanan pendaftaran BPJS Kesehatan.

Pastikan juga kamu mengisi data yang diminta dengan benar. Balik lagi guys karena akan berhubungan erat dengan persoalan hukum loh. Kalau kamu gak mengisi data dengan benar, bisa-bisa kedepannya kamu akan mendapati masalah dalam layanan BPJS ini.

Kemudian syarat selanjutnya adalah tentu saja menyanggupi diri untuk membayar iuran bulanan. Iuran yang dibayarkan tentu saja sesuai kelas yang kamu pilih, selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya. (Cek cara bayar iuran BPJS kesehatan)

Kamu yang memilih kelas 1 akan dibebani iuran sebesar Rp 80.000,- per bulannya, sementara kamu yang memilih kelas 2 akan dibebani iuran sebesar Rp 51.000,- per bulannya. Kamu yang memilih kelas 3 akan dibebani iuran sebesar Rp 29.500,- per bulannya.

Selain itu kamu juga diminta bertanggung jawab dalam pelaporan perubahan status data peserta dan anggota keluarga. Perubahan ini bisa dilakukan apabila ada perubahan susunan keluarga hingga perubahan fasilitas kesehatan.

Selain itu kamu juga akan diminta bertanggung jawab dalam menjaga identitas peserta yang diterbitkan BPJS kesehatan, serta menjaga kartu identitas tersebut dari kerusakan ataupun kehilangan sehingga enggak bakal dipakai oleh orang yang enggak berhak.

Kamu juga harus menyetujui pembayaran iuran pertama kamu minimal 14 hari dan maksimal 30 hari setelah kamu diberikan akun virtual untuk mendapatkan hak serta manfaat jaminan kesehatan dari pihak BPJS.

Kemudian apabila kamu belum melakukan pembayaran iuran pertama 30 hari setelah akun virtual diterima, atau mengubah data 14 hari setelah akun virtual diterima dan belum melakukan pembayaran iuran pertama, maka kamu harus mengulang seluruh rangkaian pendaftaran.

Terakhir sebagai identitasmu, kamu juga akan dimintai persetujuan untuk melakukan percetakan kartu e-ID.

Nah itu dia seluruh persyaratan yang harus kamu penuhi, memang sih selain persyaratan dokumen pendaftaran rata-rata syaratnya berupa komitmen. Jangan sampai kamu melalaikan komitmen-komitmen di atas ya.


Daftar BPJS Kesehatan Langsung di Kantor Cabang BPJS Kesehatan

Daftar BPJS di Kantor Cabang BPJS

Setelah menyiapkan seluruh dokumen persyaratan yang kami sebutkan di atas, bawalah seluruhnya ke kantor cabang BPJS terdekat dengan domisili tempat tinggal kamu. Kalo kamu sibuk, kamu bisa loh daftarin diri secara beramai-ramai dengan tetanggamu via pak RT.

Kalau sudah sampai, silahkan tunggu antrean (yang biasanya memang cukup panjang) dan ambil lah formulir yang diberikan petugas. Isi seluruh formulir yang diberikan dengan tepat dan teliti, serta hindari kesalahan data. Percaya deh kesalahan data bakalan bikin kamu ribet nanti-nanti.

Setelah itu serahkan formulir kepada petugas yang melayani kamu, dan kamu akan segera diberikan akun virtual. Nah dari akun inilah nantinya kamu bisa melakukan pembayaran ataupun transfer dana klaim kapanpun saat kamu butuh.

Lakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan di atas di bank yang telah ditunjuk dan kemudian serahkan bukti transfer kamu ke kantor BPJS kesehatan. Tunggulah hingga kartu BPJS kamu selesai dicetak.


Daftar BPJS Kesehatan Online

Untuk melakukan pendaftaran BPJS kesehatan online, pertama-tama kamu bisa membuka laman resmi pendaftaran BPJS.

Halaman resmi BPJS Kesehatan

Dalam laman tersebut akan ada beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus kamu baca. Walaupun agak panjang tapi baca yaa karena tulisan tersebut berkaitan dengan aturan-aturan yang akan mengikatmu nantinya.

Kalau sudah klik tombol centang dengan tulisan kamu menyetujui ketentuan BPJS dan langsung bisa klik Pendaftaran di pojok kanan bawah deh.

Setelah itu kamu akan masuk laman selanjutnya yang berisi jenis kepesertaan, sub jenis kepesertaan, dan nomor kartu keluarga. Isilah seluruh isian tersebut sesuai dengan data yang kamu punya.

formulir online daftar bpjs kesehatan

Setelah itu akan muncul daftar anggota keluargamu secara otomatis. Pilih seluruhnya dan klik proses selanjutnya. Setelah itu masukkan nomor HP, NPWP, serta cari kelurahan domisili tempat tinggal mu dengan klik pencarian. Nah kalau alamatnya sesuai maka klik kotak pertanyaan.

Setelah itu jangan lupa pilih faskes tingkat I dengan mencarinya menggunakan tombol pencarian yang ada. Kamu bisa pilih puskesmas, dokter pribadi, atau klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Setelah itu unggah foto berukuran maksimal 30 KB.

Terakhir jangan lupa melengkapi formulir data yang berisi peserta, anggota keluarga, kelas perawatan yang dipilih, nomor rekening bank yang dipunya, nama pemilik rekening bank, nomor ponselmu, email mu, dan terakhir capcay alias si captcha.

Setelah itu kamu akan dikirimkan email konfirmasi ke alamat email yang kamu daftarkan sebelumnya. Klik URL aktivasi tersebut dan kamu secara otomatis akan diberikan nomor akun virtual.

Selesai deh, kamu tinggal melakukan pembayaran ke bank yang telah di tunjuk, dan setelah membayar jangan lupa lakukan pengunduhan e-ID. Terakhir jangan lupa lakukan pencetakan e-ID.


Nah itulah beberapa cara dan syarat daftar BPJS Kesehatan di Indonesia. Semoga artikel yang kami bagikan kepada kamu bisa bermanfaat ya.

Oh iya bagi kamu yang beragama muslim, Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin pernah menjelaskan kok kalau sistem BPJS saat ini sudah siap menjalankan sistem-sistem syariah. Memang beberapa sistem di dalamnya masih belum menganut sistem syariah dan bahkan beberapa ulama memfatwakan haram.

Nah terakhir balik lagi deh ke kamu, silahkan kamu membaca sendiri ya mengenai hal ini. Sisanya kami kembalikan keputusan dan konsekuensinya kepada kamu semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *