fbpx

Cara dan Syarat Daftar BPJS Ketenagakerjaan!

Istilah BPJS Kesehatan barangkali sudah menjadi istilah yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi bagaimana dengan saudara kandungnya, yakni BPJS Ketenagakerjaan?

Padahal keduanya sama-sama memiliki manfaat yang besar loh bagi kesejahteraan sosial. Tapi memang sih kalau BPJS Kesehatan ini promosinya jor-joran banget, BPJS Ketenagakerjaan ini tampaknya gak segencar promosi BPJS Kesehatan.

Biar kamu ga kudet, kami udah merangkum beberapa hal penting nih terkait BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu seputar BPJS Ketenagakerjaan, serta cara dan syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya.

Baca juga: Cara cek saldo BPJS ketenagakerjaan


Seputar BPJS Ketenagakerjaan

tim indonesia dilindungi bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan perpanjangan program PT Jamsostek (Persero) yang memiliki tujuan perlindungan sosial ekonomi kepada seluruh masyarakat di Indonesia sesuai dengan kondisi keuangan Negara.

Layaknya beberapa negara berkembang lainnya, BPJS Ketenagakerjaan saat ini masih berdasarkan funded social security atau jaminan sosial yang dananya mayoritas berasal dari peserta. Sayangnya program ini masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal saja.

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program utama yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Pensiun yang merupakan produk termutakhirnya.

Manfaatnya yang besar tidak melepaskannya dari kontroversial. Pada tahun 2015 Majelis Ulama Indonesia sempat mengeluarkan fatwa haram terhadap produk-produk BPJS, termasuk BPJS Ketenagakerjaan ini.

Alasannya adalah karena uang peserta yang terkumpul kemudian akan dimasukkan ke dalam instrumen investasi non syariah. Meski demikian BPJS sudah berkomitmen untuk perlahan-lahan mengadopsi sistem syariah ke dalam programnya.

Nah kalau sudah begini sebenarnya kembali lagi kepada kepercayaanmu masing-masing, karena toh memang masih ada alasan keharaman yang bisa digunakan untuk menolak program ini. Tapi di satu sisi kita juga harus berikan BPJS kesempatan untuk berbenah. Kita tunggu saja ya perubahannya!

Langsung aja yuk kita bahas satu-satu program BPJS Ketenagakerjaan, cara dan syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan!

Baca juga: Apa perbedaan KIS dan BPJS?


1. Program Jaminan Hari Tua

dua orang tua

Program Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan program pengumpulan uang, yang besarnya 5,7% dari upah para pekerja. Dari 5,7% tersebut 2% nya dibayarkan secara pribadi dari upah pekerja sementara 3,7% nya dibayarkan oleh pemberi kerja.

Uang yang dikumpulkan ini kemudian akan diakumulasi dan diinvestasikan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk dikembangkan. Nah ini loh maksud kami yang masih ada unsur keharamannya, karena investasi BPJS masih ke sektor-sektor non syariah.

Nantinya uang hasil akumulasi serta pengembangannya akan dibayarkan sekaligus saat peserta sudah mencapai umur 56 tahun, peserta meninggal dunia sebelum berusia 56 tahun, atau peserta mengalami cacat total tetap.

Tapi kamu juga bisa loh mengambil manfaat JHT sebelum usia 56 tahun dengan syarat kamu sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan paling sedikit 10 tahun, dan hanya bisa diambil maksimal 10% dari total saldo atau maksimal 30% dari total saldo apabila dipergunakan untuk uang perumahan.

Selain itu kalau kamu masih bekerja di atas 56 tahun maka kamu bisa menunda pembayaran JHT loh. Kamu bisa minta manfaat JHT secara penuh diberikan kalau kamu sudah diberhentikan dari pekerjaanmu.

Kemudian urutan ahli waris yang berhak mendapatkan manfaat JHT apabila yang bersangkutan meninggal dunia adalah janda atau duda waris, anak sah, orang tua, cucu, saudara kandung, mertua, pihak yang ditunjuk dalam wasiat.

Kalau orang yang meninggal sebatang kara dan tidak ada ahli waris serta wasiat, maka seluruh uang jaminan hari tua tersebut akan dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan.


2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

kecelakaan kerja

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) merupakan jaminan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan bagi pekerja dari risiko-risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di dalam hubungan pekerjaan.

Manfaat kecelakaan kerja diberikan kepada para pekerja yang menjadi anggota mulai dari perjalanan berangkat kerja, perjalanan pulang kerja, saat bekerja di tempat kerja, hingga saat melakukan perjalanan dinas.

Besarnya iuran JKK, yang dibayarkan oleh pemberi kerja bergantung dengan tingkat risiko lingkungan kerja yang terbagi menjadi 5 tingkatan, yakni:

  1. Risiko sangat rendah memiliki kewajiban membayar 0,24% dari upah bulanan
  2. Risiko rendah memiliki kewajiban membayar 0,54% dari upah bulanan
  3. Risiko sedang memiliki kewajiban membayar 0,89% dari upah bulanan
  4. Risiko tinggi memiliki kewajiban membayar 1,27% dari upah bulanan
  5. Risiko sangat tinggi memilki kewajiban membayar 1,74% dari upah bulanan

Aturan khusus terkait JKK adalah dengan diberlakukannya masa kadaluarsa klaim yakni selama 2 tahun dihitung dari tanggal kejadian kecelakaan kerja. Oleh karena itulah perusahaan harus rajin-rajin lapor atas kejadian kecelakaan kerja kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan BPJS Ketenagakerjaan merekomendasikan perusahaan untuk melakukan pelaporan kecelakaan paling lambat 2 kali 24 jam setelah terjadinya kecelakaan kerja, yang diikuti pengiriman formulir tahap I dengan formulir pendukung lainnya.

Beberapa manfaat yang dapat diterima oleh para peserta JKK antara lain:

  1. Pelayanan kesehatan yang tidak terbatas
  2. Santunan uang
    • Biaya pengangkutan peserta via darat atau sungai atau danau maksimal Rp 1.000.000,-
    • Biaya angkut peserta via laut maksimal Rp 1.500.000,-
    • Biaya angkut peserta via udara maksimal Rp 2.500.000,-
    • Santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) dengan rincian 6 bulan pertama 100% gaji bulanan, 6 bulan kedua 75% gaji bulanan, dan 6 bulan selanjutnya 50% gaji bulanan
    • Santunan cacat sebagian sejumlah persentase (sesuai kriteria) x 80 x upah bulanan
    • Santunan cacat fungsi sejumlah persentase pengurangan fungsi x persentase (sesuai kriteria) x 80 x upah bulanan
    • Santunan cacat total tetap sejumlah 70% x 80 x upah bulanan
    • Santunan kematian sejumlah 60% x 80 x upah bulanan
    • Biaya pemakaman sejumlah Rp 3.000.000,-
    • Santunan berkala selama 24 bulan yang bisa dibayar sekaligus (Rp 200.000,- per bulannya)
  3. Program Return to Work yang merupakan pendampingan khusus bagi korban kecelakaan kerja mulai dari kecelakaan, perawatan, hingga saatnya kembali bekerja
  4. Rehabilitasi
  5. Kegiatan pencegahan kecelakaan kerja
  6. Beasiswa pendidikan anak yang khusus diberikan pada peserta yang cacat total ataupun meninggal dunia sejumlah Rp 12.000.000,- per peserta, dan khusus hanya untuk 1 orang anak

3. Jaminan Kematian (JKM)

kuburan

Jaminan kematian merupakan program pemberian manfaat uang tunai kepada ahli waris pekerja apabila peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia saat masih aktif sebagai pekerja namun bukan karena kecelakaan kerja.

Santunan yang diberikan adalah Rp 16.200.000,- yang diberikan sekaligus, santunan berkala yakni Rp 200.000,- selama 24 bulan, biaya pemakaaman Rp 3.000.000,- serta bantuan beasiswa maksimal bagi 1 anak per peserta yang sudah menjadi peserta minimal 5 tahun sejumlah Rp 12.000.000,-

Iuran bulanan yang dikenai pada para pekerja adalah sejumlah Rp 6.800,- bagi para pekerja bukan penerima upah  dan sejumlah 0,3% dari upah yang dilaporkan bagi pekerja penerima upah.


4. Program Jaminan Pensiun

pensiun di pantai

Program Jaminan Pensiun merupakan program paling baru yang dibuat oleh BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dibuat sebagai salah satu cara untuk mempertahankan kesejahteraan sosial bagi peserta dan/atau ahli warisnya.

Peserta yang mengikuti program jaminan pensiun dipastikan akan menerima penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, ataupun ketika peserta sudah meninggal dunia.

Semua pekerja pada perusahaan, pekerja pada orang perseorangan, serta pemberi kerja memiliki hak untuk mengikuti program jaminan pensiun sesuai dengan tahap kepesertaannya masing-masing loh.

Bagi pemberi kerja memiliki kewajiban mendaftarkan para pekerjanya maksimal 1 bulan sebelum memasuki usia pensiun yakni 57 tahun. Usia pensiun ini bakal bertambah 1 tahun ya untuk setiap 3 tahun. Jadi di tahun 2022 usia pensiun akan bertambah menjadi 58 tahun, dan seterusnya.

Iuran yang ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan bagi para peserta Program Jaminan Pensiun adalah 3% yang 2% nya dibayarkan oleh pemberi kerja sementara 1% nya akan dibayarkan oleh si pekerja itu sendiri.

Upah bulanan yang dihitung sebagai dasar iuran adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap yang didapatkan oleh para pekerjanya dengan batas upah tertinggi saat ini sebesar Rp 8.094.000,- per bulannya.

Ada beberapa manfaat yang didapatkan oleh para peserta program pensiun, antara lain:

  1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT) berupa uang bulanan yang akan diberikan saat masuk usia pensiun hingga meninggal dunia. Syaratnya adalah peserta sudah memenuhi masa iuran paling sedikit 180 bulan.
  2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC) yang diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan dan tidak memungkinkan untuk kembali bekerja, hingga meninggal dunia.
  3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD) yang diberikan kepada duda dan janda ahli waris sampai mereka meninggal dunia ataupun menikah lagi.
  4. Manfaat Pensiun Anak (MPA) yang diberikan kepada anak ahli waris maksimal 2 orang anak yang sah hingga anak tersebut berusia 23 tahun atau sudah bekerja atau menikah.
  5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT) yang diberikan kepada orang tua ahli waris peserta yang berstatus lajang.
  6. Manfaat Lumpsum yang didapatkan oleh peserta yang memasuki usia pensiun namun tidak memasuki masa iuran minimal 15 tahun, peserta yang mengalami cacat total atau meninggal dunia dengan kondisi tidak memenuhi kejadian cacat setelah paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dengan density rate 80%. Manfaat yang didapatkan adalah akumulasi iuran dengan hasil pengembangannya, dan bukan manfaat pensiun bulanan.

Sementara itu perhitungan manfaat pensiun adalah

  1. Pada 1 tahun pertama manfaat akan dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun, sementara pada tahun berikutnya akan dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun dikali faktor indeks.
  2. Formula manfaat pensiun adalah 1% x (masa iuran / 12 bulan) X rata-rata upah tahunan tertimbang selama masa iuran selama 12 bulan.
  3. Manfaat pensiun bagi peserta yang masih bekerja ketika sudah memasuki usia pensiun dapat diberikan saat peserta berhenti bekerja (maksimal 3 tahun setelah usia pensiun), atau langsung diberikan saat peserta sudah mencapai usia pensiun.

Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan

kenggotaan bpjs ketenagakerjaan

Secara umum sih keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan bisa dibagi 2 yakni peserta tenaga kerja dalam hubungan kerja serta peserta tenaga kerja di luar hubungan kerja,

Peserta yang termasuk kedalam peserta tenaga kerja dalam hubungan kerja adalah pekerja sektor formal bukan mandiri misalnya PNS, TNI, POLRI, pensiunan PNS/ TNI/ POLRI, pekerja BUMN dan BUMD, pekerja Swasta, yayasan, joint venture, serta veteran perang dan perintis kemerdekaan.

Sementara peserta tenaga kerja di luar hubungan kerja adalah pekerja sektor informal dan pekerja mandiri. Nantinya pendaftaran akan dilakukan pekerja yang sudah berada di dalam organisasi atau wadah yang beranggotakan paling sedikit 10 orang.


Syarat Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Karena keanggotaannya yang terbagi menjadi peserta tenaga kerja di dalam hubungan kerja dan di luar hubungan kerja, maka persyaratannya pun terbagi menjadi 2 antara lain:

  1. Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dalam Hubungan Kerja:
    • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebanyak 1 lembar dan dokumen asli
    • Fotokopi NPWP Perusahaan sebanyak 1 lembar dan dokumen aslinya
    • Fotokopi Akta Perdagangan Perusahaan sebanyak 1 lembar dan dokumen aslinya
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing karyawan sebanyak 1 lembar
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) masing-masing karyawan sebanyak 1 lembar
    • Pasfoto karyawan berukuran 2×3 sebanyak 1 lembar dengan latar belakang polos dan wajah karyawan terlihat jelas
  2. Peserta BPJS Ketenagakerjaan Luar Hubungan Kerja:
    • Surat Izin Usaha yang dikeluarkan secara sah oleh RT atau RW ataupun kelurahan setempat serta fotokopinya 1 lembar
    • Fotokopi KTP milik pekerja
    • Fotokopi KK milik pekerja
    • Pasfoto pekerja berukuran 2×3 sebanyak 1 lembar dengan latar belakan polos dan wajah karyawan terlihat jelas

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online

Cara daftar bpjs ketenagakerjaan online

Pertama-tama kamu bisa langsung membuka laman resmi BPJS Ketenagakerjaan dan kemudian klik tulisan Daftar yang terletak di atas laman website tersebut. Setelah itu silahkan pilih apakah kamu ingin mendaftar sebagai Pemberi Kerja, Individu Bukan Penerima Upah, atau Pekerja Migran Indonesia.

Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah, selanjutnya kamu bisa mengisi formulir online yang disediakan, diantaranya adalah lokasi bekerja, pekerjaan, jam kerja, serta penghasilan rata-rata perbulan kamu.

pendaftaran online bpjs ketenagakerjaan

Setelah itu kamu akan diminta untuk memilih program yang ingin kamu nikmati manfaatnya di kemudian hari. Kamu bisa memilih program JKK dan JKM ataupun JKK, JKM, dan JHT. Selain itu kamu juga bisa memilih periode pembayaran iuran mulai dari 1, 3, 6,hingga 12 bulan.

Setelah itu kamu akan dimintai konfirmasi pernyataan mengenai identitas, batas usia di atas 15 tahun, dan komitmen untuk mematuhi seluruh prosedur dan peraturan yang dibuat oleh BPJS Ketenagakerjaan.Klik Benar, Lanjutkan.

hampir selesai daftar bpjs tk online

Setelah itu kamu akan diminta untuk mengisi profil peserta yang berisi NIK milikmu, nama lengkap sesuai KTP, tanggal lahir sesuai KTP, nomor handphone, email dan konfirmasi email, serta pilihlah kantor cabang kepesertaan terdekat. Klik Lanjutkan!

pendaftaran online selesai bpjs tk

Setelah itu kamu akan diminta untuk mengonfirmasi data, mulai dari NIK, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nama ibu kandung dan bapak kandung, serta alamat mu sesuai dengan KTP mu. Terakhir klik proses pembayaran!

Nah proses yang kira-kira sama berlaku bagi kamu yang ingin mendaftarkan perusahaan atuapun pekerja migran. Hanya saja untuk pekerja migran maupun perusahaan, kamu nantinya akan diminta beberapa dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

Sisanya sama kok, dan terakhir tentu saja jangan lupa ya untuk melakukan proses pembayaran di bank yang telah ditunjuk. Bagaimana? Proses pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan saat ini begitu mudah dan praktis ya ternyata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *