fbpx

Apa Saja Cara & Syarat Membuat NPWP?

Sebagai seorang milenials yang sudah bekerja, sudah selayaknya kamu menjadi warga negara Indonesia yang taat pajak. Sementara untuk menjadi warga negara yang taat pajak, sudah selayaknya lah kamu tahu cara dan syarat membuat NPWP.

Bagi kamu yang belum tahu apa itu NPWP, NPWP yang merupakan singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor unik yang diberikan kepada orang yang sudah diwajibkan membayar pajak (wajib pajak) dengan tujuan administrasi perjapajakan.

Saat ini NPWP hukumnya wajib untuk dimiliki oleh semua wajib pajak, baik perseorangan ataupun badan usaha. Tanpa NPWP seseorang atau sebuah badan hukum tidak dapat melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya dalam urusan pajak.


Persyaratan Pembuatan NPWP Pribadi

KTP

Untuk bisa membuat NPWP pribadi kamu bisa membawa fotokopi KTP bagi warga negara Indonesia. Bagi warga negara asing dapat membawa fotokopi passport, kartu izin tinggal terbatas (KITAS), ataupun Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Persyaratan di atas berlaku bagi wajib pajak pribadi yang tidak menjalankan usaha ataupun pekerjaan bebas. Adapun wajib pajak pribadi yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas dapat melengkapi persyaratan di bawah.

Fotokopi KTP bagi warga negara Indonesia, fotokopi passport atau KITAS atau KITAP bagi warga negara asing, fotokopi surat izin usaha atau surat tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang resmi dikeluarkan oleh pejabat Pemerintah Daerah minimal Lurah atau Kepala Desa, atau bisa pula melampirkan lembar tagihan listrik.

Selain itu bagi wajib pajak pribadi yang menjalankan usaha atupun pekerjaan bebas diharuskan untuk membawa surat pertanyaan yang menyatakan bahwa wajib pajak benar-benar menjalankan usaha ataupun pekerjaan bebas, dan harus ditandatangani di atas materai.

Terakhir bagi wajib pajak wanita yang sudah menikah namun menginginkan hak dan kewajiban urusan perpajakannya terpisah, maka bisa membawa fotokopi KTP (WNI), fotokopi Passport dan KITAS atau KITAP (WNA), fotokopi NPWP suami, fotokopi kartu keluarga, fotokopi dokumen perpajakan luar negeri apabila suaminya merupakan WNA, serta fotokopi surat perjanjian pemisahan harta serta penghasilan.

Nah kalau kamu udah melengkapi persyaratan-persyaratan yang diminta untuk membuat NPWP, saatnya kamu membaca cara membuat NPWP pribadi baik secara offline ataupun pembuatan NPWP pribadi secara online.


Cara Pembuatan NPWP Pribadi Offline

Untuk membuat NPWP pribadi offline kamu bisa mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang paling dekat dengan tempat tinggalmu, usahakan datang di pagi hari yak arena biasanya antrean di KPP cukup panjang.

Jangan lupa untuk melengkapi seluruh persyaratan yang telah kami sebutkan di atas sebelum kamu pergi ke KPP terdekat. Kalau domisili kamu berbeda dengan yang tercantum di KTP maka kamu harus mempersiapkan surat tinggal dari Lurah setempat ya.

Setelah melengkapi seluruh persyaratan yang diminta, silahkan temui petugas yang mengurusi permohonan pembuatan NPWP di KKP tersebut. Nanti kamu akan diberikan formulir pendaftaran wajib pajak, isilah dengan cermat dan teliti.

Formulir pendaftaran wajib pajak

Pertama-tama silanglah bagian Permohonan Wajib Pajak pada kolom jenis pendaftaran, dan isilah Orang Pribadi pada kategori. Kalau kamu menginginkan pemisakan hak dan kewajiban perpajakan maka kamu bisa mengisi pilihan (4) pada kolom kategori.

Kemudian isilah piliah Pusat pada pilihan Status Pusat/Cabang. Setelah itu barulah isi identitas wajib pajak dengan benar dan teliti. Kamu boleh mencantumkan ataupun tidak mencantumkan gelar depan maupun gelar belakang yang ada.

Untuk bagian sumber penghasilan, pilihlah pilihan penghasilan dalam hubungan kerja apabila kamu merupakan karyawan, dan silanglah pilihan pekerjaan yang ada. Kalau kamu memiliki usaha maka pilihlah Kegiatan Usaha.

Dalam kolom kegiatan usaha tentu saja kamu cukup mengisi sesuai dengan usaha yang kamu jalani misalnya Bisnis Perdagangan Pakaian, Berdagang Pakaian, atau bahkan menulis Jual Pakaian saja sebenarnya sudah cukup kok. Lalu isi pula merk dagang, memiliki karyawan, dan kolom metode pembukuan/pencatatan.

Kalau kamu merupakan pekerja bebas silahkan isi kolom Pekerjaan Bebas. Pekerjaan yang tergolong ke dalam pekerjaan bebas misalnya tenaga ahli (pengacara, dokter, notaris, arsitek, dll), pemain musik, pelawak, actor, olahragawan, penceramah, pengarang, agen asuransi, distributor, dan pekerjaan semacam lainnya.

Setelah itu lengkapi kolom Alamat Tempat Tinggal sesuai dengan tempat tinggal kamu sekarang. Alamat Domisili Sesuai dengan KTP hanya diisi apabila alamat tempat tinggalnya berbeda dengan yang tertera di KTP. Kalau sama, silahkan kamu kosongkan.

form pendaftaran npwp

Kalau kamu merupakan seorang pengusaha, jangan lupa untuk mengisi kolom Alamat Usaha. Terakhir isilah kolom Informasi Tambahan yang berisi mengenai tanggunganmu serta kisaran penghasilan per bulannya.

Kalau kamu sudah melengkapi formulir permintaan tersebut, langsung saja serakan berkas tersebut kepada petugas yang sebelumnya melayani kamu dalam membuat kartu NPWP. Kemudian petugas akan memberikan tanda terima pendaftaran.

Dalam satu hari kerja kartu NPWP mu sudah selesai deh! Cepat kan? Bahkan pengalaman pribadi kami, ada beberapa rekan kami yang langsung menerima kartu NPWP nya dalam hitungan 20-30 menit saja loh!

Yah karena sifatnya pelayanan, maka permohonan pembuatan kartu NPWP ini amat berkaitan dengan kualitas pelayanan di masing-masing KPP cabang.

Kalau kamu tinggal di lokasi terpencil, sehingga tempat tinggal kamu dan KPP lokasiya terlalu jauh, maka kamu bisa meminta bantuan kantor pos atau ekspedisi. Kamu bisa mengisi formulir pendaftaran dan lampirkan dokumen persyaratan, lalu kirimkan deh melalui pos atau ekspedisi.


Cara Pembuatan NPWP Pribadi Online

Website DJP Online

Kalau tadi kami mengajarkanmu untuk membuat NPWP dengan metode konvensional, maka cara yang kedua adalah cara yang lebih modern yakni cara pembuatan NPWP pribadi secara online, melalui e-registration alias E-REG DJP.

Untuk memohon pembuatan NPWP pribadi online kamu bisa mengakses laman pendaftaran NPWP online di E-REG DJP. Silahkan login dengan ID yang sudah kamu buat sebelumnya dengan memilih menu sistem E-REG DJP.

Kalo kamu belom daftar silahkan lakukan pendaftaran seperti pembuatan akun biasa. Isi nama, e-mail, password, dan isian lainnya. Jangan isi asal-asalan ya, karena kalau lupa kamu gak bisa akses ID kamu nantinya.

Setelah melakukan pendaftaran, kamu akan dikirimkan email aktivasi oleh Dirjen Pajak. Setelah itu login deh dengan email dan password yang baru saja kamu buat. Setelah itu kamu akan masuk ke dalam laman registrasi data wajib pajak.

Kamu nanti akan diminta untuk mengisi formulir permohonan pembuatan NPWP, seperti yang telah kami berikan contohnya di atas. Isi dengan benar dan kemudian ikuti tahapan-tahapannya sesuai dengan arahan yang ada di sana, lalu klik tombol daftar.

Setelah itu cetak formulir registrasi wajib pajak dan surat keterangan terdaftar sementara yang ada pada laman pendaftaran, dan bubuhkanlah tanda tangan kamu pada formulir registrasi wajib pajak tersebut.

Setelah itu kirimkan berkas yang telah dicetak beserta dokumen-dokumen syarat kelengkapan (yang telah kami jelaskan di atas) ke KPP melalui pos tercatat paling lambat 14 hari setelah formulir elektronik terkirim via online.

Setelah itu kamu bisa cek status pendaftaran NPWP di laman e-registration. Kalau statusnya ditolak berarti ada beberapa syarat yang mesti kamu perbaiki. Kalau stastusnya sudah disetujui tinggal tunggu deh, nanti kartu NPWP mu akan dikirmkan via pos.

Mudah bukan? Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *