fbpx

Cara Membuat dan Contoh Proposal Bisnis Plan

Salah satu langkah penting yang harus dilalui oleh para pebisnis pemula adalah perencanaan bisnis dan pencarian modal bisnis. Banyak dari para pebisnis pemula tersebut yang memilih untuk mengeluarkan modal dari kantongnya sendiri, tapi tak sedikit pula yang mencari investor.

Untuk golongan yang kedua inilah maka diperlukan proposal bisnis plan yang baik. Banyak diantara pebisnis pemula ini tidak mampu membuat proposal bisnis plan yang baik sehingga penawarannya pun tertolak.

Nah bagi kamu pengusaha pemula yang ingin membuat bisnis plan yang ciamik, wajib ‘banget’ membaca artikel contoh proposal bisnis plan ini. Setelah itu harapannya tentu saja kamu bisa membuat proposal bisnis plan yang bisa menarik banyak investor!

Langkah-Langkah Penting Membuat Bisnis Plan

Ada beberapa langkah penting yang wajib kamu lakukan dan kerjakan sebelum bisa benar-benar mulai membuat bisnis plan dari bisnis yang sedang kamu kembangkan saat ini.

Riset – langkah pertama tentu saja dengan melakukan riset terkait dengan produk yang ingin kamu jual kepada pasar. Kamu harus melakukan riset terkait produk, pasar, dan pendapat dari ahli yang mengerti benar dengan produkmu.

Intinya kamu harus mengerti perusahaanmu, produkmu, kompetitormu, serta pasarmu sebelum bisa membuat bisnis plan yang tanpa cela. Dengan kata lain riset menjadi suatu langkah yang esensial.

Tentukan tujuan pembuatan bisnis plan – salah satu kesalahan dari pebisnis pemula yang membuat bisnis plan adalah dengan tidak menentukan tujuan pembuatan bisnis plan sehingga bisnis plan yang mereka buat nampak tidak terarah.

Bisnis plan bisa menjadi road map bagi para pebisnis yang membuka dan menunjukkan jalan sehingga kamu nantinya tidak kebingungan di dalam berbisnis. Tapi bisnis plan juga tentu saja bisa menjadi ‘penarik’ investor, dalam hal ini bila kamu ingin mencari modal tambahan.

Sebelum membuat bisnis plan, tentukan dulu untuk apa kamu membuat bisnis plan!

Company profile itu penting – nah banyak diantara pengusaha pemula yang terlalu malas membuat compro. Padahal banyak orang yang tertarik kepada proposal bisnis plan suatu perusahaan karena compro yang menarik.

Lebih jauh lagi compro bukan hanya berisi sejarah perusahaan, keorganisasian perusahaan, melainkan mengenai produk yang kamu tawarkan, target pasar, dan tentu saja portfolio perusahaanmu sebelumnya.

Dengan membuat compro yang penting berarti kamu telah selangkah lebih maju dari pesaing-pesaing usaha lainnya yang sama-sama mencari modal dengan membuat proposal bisnis plan kepada para investor.

Dokumentasi – dokumentasi merupakan nilai penting yang amat disukai oleh para investor, dalam hal ini selain dokumentasi legal tentu saja dokumentasi soal keuangan perusahaan yang kamu jalankan.

Mulai dari pengeluaran, arus kas, hingga strategi bisnis dan proyeksi usaha. Lebih jauh lagi jangan pernah lupakan beberapa indikator-indikator kecil di dalam pencatatan tersebut yang (percayalah) menjadi nilai yang amat mahal di mata para investor.

Memiliki rencana marketing strategis – satu lagi komponen bisnis plan yang bisa menjadi nilai lebih di mata para investor, yakni rencana marketing strategis yang detil serta cocok dengan bisnis yang kamu jalankan.

Tidak ada standard baku yang mengatur rencana marketing strategis yang baik, namun setidaknya kamu bisa mengikuti contoh di bawah ini:

  • Strategi pengenalan produk baru kepada pasar
  • Strategi ekspansi atau regaining pasar terkait suatu produk.
  • Strategi penjualan di territorial baru.
  • Strategi boosting penjualan produk.
  • Strategi cross-selling ataupun bundling.
  • Strategi terkait pembuatan kontrak jangka panjang dengan klien.
  • Strategi pembaruan produk.
  • Memiliki content marketing strategy.
  • Strategi peningkatan manufaktur produk.

Dengan menjelaskan masing-masing secara detil, akan membuatmu tampak lebih serius dan paham terhadap bisnis yang sedang kamu jalankan saat ini. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi para investor, hingga pada akhirnya mereka tertarik untuk menaruh uang mereka di perusahaanmu.

Buat sefleksibel mungkin – memang dalam membuat bisnis plan kamu harus menyesuaikan dengan pembaca yang akan membacanya. Tapi sebisa mungkin buatlah agar bisnis plan yang kamu punya bisa dibaca oleh banyak orang dari berbagai macam latar belakang.

Nantinya barulah kamu boleh menambahkan beberapa komponen tambahan sesuai dengan pembaca bisnis plan yang kamu punya misalnya bila kamu ingin presentasi di depan venture capital tambahkan lebih detil di bagian dasar-dasar konsep bisnis dan manajemen tim-mu.

Sementara kamu yang ingin presentasi di depan bankers maka bisa dengan mudah menyajikan arus kas, serta laporan neraca dengan lebih detil. Lebih baik lagi bila kamu bisa menjelaskan laporan tersebut dengan lebih detil dan luwes. Intinya sesuaikan dengan pembacamu, namun buat template dasar yang fleksibel!

Kenali Minimum Viable Product (MVP) mu – salah satu alasan mengapa banyak perusahaan rintisan yang gagal berkembang adalah karena mereka tidak mengenal MVP dari produk yang mereka luncurkan.

Apa sebenarnya MVP ini? MVP merupakan produk dari suatu perusahaan yang setidaknya memiliki fitur dan fungsi pokok yang cukup untuk dijalankan oleh pengguna sesuai dengan tujuan dibuatnya produk tersebut.

Misalnya kamu yang ingin membuat produk berupa platform webinar, tentu cukup memiliki MVP berupa layanan live streaming serta layanan penerbitan sertifikat online. Lebih dari itu bisa dianggap sebagai fitur tambahan.

Misalnya berupa layanan pembayaran yang terintegrasi, layanan akun pengguna, dan seterusnya. Kamu yang tidak mengenal MVP mu pasti akan membuat seluruh layanan tersebut masuk di awal-awal pembuatan produk.

Padahal uang yang kamu keluarkan hanya dengan tambahan beberapa fitur tersebut bisa mencapai ratusan juta loh! Sementara kamu yang sabar dengan MVP yang kamu punya cukup mengeluarkan modal yang minim sambil mengembangkan bisnis mu.

Jadi, kenali lah MVP produk mu!

Contoh Proposal Bisnis Plan

Di bawah ini merupakan template bisnis plan yang bisa kamu ikuti dan diubah sesuai dengan kebutuhanmu, feel free to use!


Cover Depan – buatlah cover depan semenarik mungkin, sebisa mungkin gunakanlah jasa desain ataupun pegawai yang memang memiliki keterampilan desain. Dari sinilah impresi awal para investor akan didapatkan.

Pendahuluan – tidak perlu ditulis, cukup langsung tulis beberapa konten-konten yang berada di dalam pendahuluan ini:

  1. Sejarah perusahaan – merupakan sejarah ataupun cerita mengenai berdirinya perusahaan. Dari sejarah perusahaan inilah nantinya para investor akan menilai seberapa baik pengalaman perusahaan, kekompakan tim utama, hingga keutuhan individu yang turut serta dalam mengembangkan perusahaanmu.
  2. Visi dan misi perusahaan – bisa jadi menunjukkan penjabaran nilai-nilai yang dianut oleh perusahaanmu. Dari sini kamu bisa menunjukkan bagaimana kamu mengimplementasikan abstarksi mengenai nilai-nilai perusahaan menjadi strategi bisnismu.

Aspek Pemasaran

  1. Gambaran umum pasar – menggambarkan segmentasi pasar, target pasar, serta positiong atau bagaimana perusahaanmu menempatkan produk di tengah-tengah pesaing usaha yang sejenis.
  2. Permintaan pasar – kamu harus bisa menggambarkan perkiraan permintaan pasar terhadap produk yang akan kamu jual. Sebisa mungkin kamu harus menuliskan proyeksi permintaan pasar terhadap produkmu, bila memungkinkan tulislah prediksi kenaikan persentase permintaan pasar terhadap produkmu.
  3. Rencana penjualan produk – kamu harus bisa menjelaskan mengenai caramu untuk mulai menjual produk di awal-awal ketika produkmu belum dikenal hingga strategi penjualan bila animo pasar sedang turun.
  4. Strategi pemasaran – salah satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan dalamberbisnis adalah mengenai strategi pemasaran. Tanpa tim pemasaran yang baik, produk tingkat tinggi pun akan sulit terjual.

Keorganisasian dan Manajemen Perusahaan

Di sini kamu bisa menjelaskan dengangamblang mengenai struktur perusahaan hingga manajemen perusahaan. Ada beberapa sub bagian yang perlu kamu tuliskan di dalam bagian ini, yakni:

  1. Keorganisasian – sebagaimana namanya kamu bisa menjelaskan keorganisasian perusahaan mulai dari pemilik usaha, badan hukum, struktur organisasi, hingga job-desc dan sistem honor di dalam perusahaan. Semakin detil dan jelas bagian ini, tentu akan membuat venture capitalist semakin bahagia.
  2. Legalitas – tidak ada investor yang ingin menanamkan modal yang mereka punya ke dalam perusahaan yang tidak memiliki legalitas yang jelas. Untuk itu, sebelum kamu berani mencoba mengajukan proposal bisnis plan untuk mencari modal tambahan kamu wajib mengurus tetek bengek legalitas terkait jalannya perusahaanmu.
  3. Inventarisasi – salah satu aspek manajemen yang seringkali disorot oleh para investor adalah inventarisasi. Karena inventarisasi yang baik merupakan langkah awal dari sehatnya keuangan perusahaan, dan sehatnya keuangan perusahaan merupakan pertanda baik bagi para investor. Untuk yang satu ini tentu saja kamu harus belajar lebih dalam lagi, namun bila memang sudah memiliki modal cukup maka kamu bisa langsung meng-hire orang-orang yang cakap di bidang ini.

Produksi dan Manufaktur

Tidak ada perusahaan yang tidak bisa menjelaskan mengenai produk atau jasa apa yang mereka tawarkan kepada pasar mereka. Setelah bisa menjelaskan hal tersebut, pertanyaan selanjutnya adalah mengenai bagaimana cara mereka memproduksi produk atau jasa tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa aspek produksi dari suatu perusahaan merupakan salah satu aspek yang akan dicecar oleh para investor dari berbagai macam latar belakang. Adapun beberapa sub bagian yang perlu kamu tuliskan adalah sebagai berikut ini:

  1. Produk – kamu harus menjelaskan secara detil mengenai produk yang ingin kamu jual kepada pasar mulai dari sifat, ciri produk, hingga nilai manfaat yang bisa didapatkan dari produk yang kamu tawarkan kepada pasar ini.
  2. Fungsi produk – kamu bisa memasukkan produkmu ke dalam salah satu bagian dari jenis produk yang beredar di pasaran saat ini mulai dari convenience goods, shopping goods, unsought goods, hingga specialty goods.
  3. Teknis produksi – kamu juga harus bisa menjelaskan kepada para investor hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi. Mulai dari pencarian dan pemanfaatan bahan baku, kapasitas produksi, serta perhitungan produksi. Kamu harus memahami ilmu rantai pasok yang baik agar bisa menjelaskan hal-hal terkait ini.
  4. Tenaga kerja langsung – kamu boleh menjelaskan hal-hal yang mencakup tenaga kerja langsung yang bekerja untuk perusahaanmu. Jelaskanlah secara rinci mulai dari jumlah, jabatan, posisi, jobdesc, hingga alur kerja dan teknis pemberian dan pembagian honor terkait tenaga kerja langsung tersebut.

Keuangan Perusahaan

Di dalam bagian ini kamu harus bisa menuliskan alur keluar masuk uang, pemanfaatan modal, serta perhitungan keuangan yang baik. Hal ini amat penting karena tentu saja seluruh investor yang menanamkan modalnya berharap agar modalnya bisa kembali dengan aman.

Beberapa aspek yang seringkali menjadi perhatian bagi para pemodal adalah sebagai berikut ini:

  1. Analisa kelayakan usaha – kelayakan usaha bisa dilakukan hanya jika kamu sudah memiliki running test Di dalam dunia start up, biasanya para founder banyak mengeluarkan uang pribadinya di tahap ini. Biasanya mereka melakukan simulasi langsung dengan modal yang mereka punya, sehingga kemudian mendapatkan data-data yang bisa menambah nilai jual proposal bisnis mereka.
  2. Analisa titik impas – nah ini dia salah satu hal penting yang harus kamu cantumkan di dalam proposal bisnismu. Analisis titik impas atau perhitungan break even point dimana kira-kira si pengusaha sudah bisa balik modal.

Selain itu kamu bisa mencantumkan beberapa hal yang bisa menambah nilai jual proposal bisnis yang kamu punya misalnya proyeksi keuangan, ataupun strategi sumber pendanaan usaha yang juga bisa bermanfaat nantinya.


Penutup

Pada akhirnya sih pembuatan proposal bisnis ini amat bergantung terhadap pembaca, jenis usaha yang kamu jalankan, hingga target pasar dari produkmu. Khusus dua faktor terakhir nantinya akan bertumpu pada product manager perusahaanmu.

Dengan demikian kamu bisa membuat proposal bisnis dengan desain yang sesuai dengan hal-hal yang telah kami jelaskan di atas. Perlu diingat pula bahwa template yang kami bagikan kepada kamu disini bukanlah template baku melainkan panduan saja.

Kamu bisa saja mencari template contoh proposal bisnis plan di tempat lain dan menemukan bahwa urutan hingga konten yang ada berbeda sama sekali. Nah kamu cukup memilih berdasarkan siapa yang akan membaca proposal bisnismu nantinya.

Semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *