Cara Menghemat Token Listrik Paling Gampang

Salah satu keluhan yang sering keluar dari masyarakat Indonesia adalah tentang mahalnya listrik bulanan mereka. Tidak peduli apakah mereka ibu-ibu rumah tangga, bujangan-bujangan pekerja swasta, hingga anak-anak kost yang listriknya belum ditanggung ibu kost.

Meski demikian biar bagaimanapun listrik saat ini seolah sudah menjadi kebutuhan primer yang bisa “berbahaya” apabila mendadak mati. Mau tidak mau penggunaan listrik yang mahal itu tetap ditanggung setiap bulannya.

Padahal kalau kamu tahu cara menghemat token listrik, kamu tidak perlu hidup merana loh apalagi di akhir bulannya. Penasaran? Untuk kamu berada di laman yang tepat, karena kami punya cara menghemat token listrik yang paling oke!

Baca Juga: Cara Isi Ulang Token Listrik

Pahami Komponen Pembayaran Listrik

Sebelum masuk ke dalam inti artikel ini, ada baiknya kamu memahami komponen pembayaran listrikmu setiap bulannya. Hal penting yang harus kamu pahami adalah biaya listrik per kWh serta cara menghitung tagihan listrik. Kami akan coba jelaskan secara singkat.

Pertama-tama kamu harus tahu berapa sebenarnya biaya listrik per kWh saat ini. Merujuk pada penyesuaian tarif tenaga listrik PLN di bulan April-Juni 2018, secara umum rumah tangga dengan daya 1.300 VA hingga 6.600 VA memiliki biaya pemakaian pulsa Rp 1.467,28 per kWh.

Hanya satu golongan yakni 900 VA yang mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga hanya perlu membayar listrik seharga Rp1.352,00 per kWh nya. Selain itu bisa dilihat sendiri, bahwa harga listrik sama untuk seluruh golongan.

Kemudian untuk menghitung konsumsi listrik, kamu harus mengetahui daya listrik dari masing-masing perangkat elektronik yang kamu punya di rumahmu. Mari kita buat simulasinya, kamu bisa mencontoh daftar di bawah ini:

  1. 10 buah lampu LED berdaya 9 w. Kami asumsikan di siang hari seluruh lampu mati dan pada sore hingga malam hari rata-rata seluruh lampu tersebut nyala selama 12 jam. Maka per hari lampu tersebut menyerap 108 w atau 0.1 kWh, dan dalam 1 bulan kira-kira menyerap 3 kWh.
  2. 1 buah AC 1 PK Low Watt dengan daya 660 w, dinyalakan rata-rata 8 jam per hari. Berarti 8 x 660 w x 30 hari = 158.400 wh atau 158,4 kWh per bulannya.
  3. 1 buah kulkas dengan daya 300 w dinyalakan setiap hari selama sebulan, maka daya yang digunakan adalah 24 jam x 30 hari x 300 w = 216.000 wh atau 216 kWh per bulannya.
  4. 1 buah mesin cuci dengan otomatis dengan daya 300 W dan asumsi digunakan rata-rata 2 jam per hari setiap 2 hari sekali. Maka daya per bulannya adalah 2 x 300 x 15 hari = 9.000 wh atau 9 kWh dalam satu bulan.
  5. 1 buah LED TV 32 inch dengan daya 62 watt dinyalakan rata-rata 5 jam per hari akan memakan daya listrik 5 x 62 x 30 = 9.300 wH atau 9,3 kWh per bulannya.

Setelah ditotal maka rata-rata rumah tersebut menggunakan 3 + 158,4 + 216 + 9 + 9,3 = 395,7 kWh per bulannya. Kemudian dikali dengan Rp 1.467,28 yakni sebesar Rp 580.602,- per bulannya. Artinya pemilik rumah setidaknya harus membeli pulsa Rp 600.000,- per bulannya.

Kalau kamu sudah paham, kamu bisa langsung membaca bagian selanjutnya yakni tentang cara menghemat token listrik.

Gunakan Peralatan Rumah Tangga LED

lampu rumah led

Beberapa peralatan rumah tangga berbasis LED yang bisa kamu gunakan misalnya adalah lampu serta televisi. Meski terdengar sepele, penggantian lampu dan televisi konvensional ternyata mampu menghemat penggunaan listrik yang lumayan loh.

Kita ambil contoh beberapa merk di bawah ini. Kami memberikan contoh perbandingan lampu LED dan neon tube dari merk yang sama, dengan kekuatan pancaran yang serupa:

  1. Philips menyediakan lampu LED dengan daya 9 watt, dibandingkan dengan lampu neon tube mereka yang memiliki daya 20 watt.
  2. Osram menyediakan lampu LED dengan daya 7 watt, dibandingkan dengan lampu neon tube mereka dengan daya 16 watt.
  3. Panasonic menyediakan lampu LED dengan daya 9 watt, dibandingkan dengan lampu neon tube mereka yang memiliki daya 18 watt.

Sebenarnya masih banyak lagi merk yang bisa kami sebutkan disini, namun rata-rata memberikan gambaran yang sama seperti di atas. Bisa dilihat bahwa seluruh lampu konvensional memakan daya lebih tinggi 100% (2 kali lipat) dari lampu LED dari merk yang sama.

Sementara itu hal yang sama juga berlaku apabila kamu mengganti TV mu menjadi TV LED. Sebagai perbandingan saja TV LCD dengan ukuran 40” memiliki daya rata-rata 250 W – 300 W, sementara TV plasma ukuran 40” memiliki daya rata-rata 200 – 250 W. Sementara TV LED dengan ukuran 40” memiliki daya rata-rata 40 – 55 W.

Wah kalau dilihat dari angkanya saja, kamu bisa melihat bukan bahwa daya listrik LED dibandingkan dengan LCD dan Plasma sudah jauh berbeda. Perbedaannya bahkan menembus angka 6 hingga 7 kali lipat lebih hemat!

Gunakan AC dengan Bijaksana dan Rajinlah Merawat AC

AC rumah

Selain lampu dan televisi, kamu juga bisa mengganti AC konvensionalmu dengan yang lebih baru dan hemat listrik. Untuk AC, kamu bisa melihat tabel perbandingan daya yang kami buat di bawah ini.

AC dengan 1/2 PK memiliki daya 400 Watt (AC Konvensional), 320 Watt (AC Rendah Daya). Sementara AC dengan 3/4 PK memiliki daya sebesar 600 Watt (AC Konvensional), 530 Watt (AC Rendah Daya). AC dengan 1 PK memiliki daya 840 Watt (AC Konvensional), 660 Watt (AC Rendah Daya) serta 225 hingga 920 Watt (Inverter).

Di atas itu pada dasarnya sudah bukan merupakan AC rumah tangga pada umumnya, namun kami tetap mencantumkan daya pada AC sehingga bisa kamu jadikan pertimbangan. Berikut ini adalah daya masing-masing AC di atas 1 PK untuk setiap jenisnya.

Untuk AC dengan kekuatan 1,5 PK daya yang digunakan adalah 1170 Watt (Konvensional) dan 270 – 1070 Watt (Inverter). Sementara AC 2 PK memakan daya 1920 Watt (Konvensional) dan 300 – 1710 Watt (Inverter). Terakhir AC 2,5 PK memakan daya 2570 Watt (Konvensional) dan 350 – 2220 Watt (Inverter).

Bisa dilihat bahwa AC Rendah Daya memiliki efisiensi daya hingga 20% dibandingkan dengan AC Konvensional. Sementara AC Inventer, kamu juga bisa lihat pada dasarnya memiliki daya yang lebih rendah dari AC konvensional.

Meski demikian hal yang perlu kamu ketahui mengenai AC inverter adalah, kamu harus menggunakannya dalam suhu yang wajar. Apabila kamu memaksa mengatur suhu AC mu di angka 16 derajat, maka secara terus menerus AC inverter akan memakan daya maksimalnya.

Sementara kalau kamu memakai AC inverter di suhu wajar, yakni berkisar di angka 22-24 derajat celcius maka AC inverter baru akan terasa hematnya. Pada dasarnya sih hal ini berlaku juga untuk AC konvensional dan AC daya rendah. Sehingga pada akhirnya ada kontribusimu sebagai pengguna juga untuk menghemat listrik.

Selain dari cara penggunaan AC, perawatan AC yang baik juga bisa membantumu menghemat listrik. Salah satu cara paling mudah adalah dengan membersihkan saringan / filter AC secara rutin dan berkala.

Terakhir, apabila kamu merasa AC mu sudah mulai tidak dingin kamu bisa coba sesekali mengecek suhu kondensor. Jika udara yang dikeluarkan tidak hangat, bisa jadi ada masalah dengan AC mu. Selain itu bila ada suara-suara tidak wajar dari AC mu, bisa jadi pula ada masalah dengan AC mu. Saatnya memanggil tukang servis AC!

Matikan Peralatan Elektronik Saat Tidur

ketiduran nonton tv

Salah satu kebiasaan buruk yang bisa membuat penggunaan listrik menjadi boros adalah membiarkan peralatan elektronik tetap menyala selama kita tidur. Disadari atau tidak, hal ini cukup sering terjadi loh.

Banyak orang-orang yang membiarkan tidur dengan TV, komputer, atau sekadar laptop dan banyak lampu rumah menyala. Hal ini walaupun tidak berarti, bila dilakukan setiap hari pastilah akan membuat listrik menjadi boros.

Anggap saja kamu tidur rata-rata 8 jam per hari, maka kamu membiarkan pemborosan dengan penyerapan daya listrik yang tidak perlu selama 8 jam per hari. Lebih-lebih lagi kalau peralatan elektronikmu masih konvensional, dijamin penggunaan listrikmu akan jebol!

Biasakanlah untuk mematikan lampu-lampu rumah yang tidak digunakan ruangannya di malam hari, matikan TV sebelum tidur, dan tutup laptop atau shut down komputermu sebelum tidur. Kalau terpaksa, kamu boleh kok menggunakan timer karena di zaman sekarang sudah banyak teknologi yang mendukung hal ini, bahkan kamu bisa menemukan timer lampu loh!

Gunakan Peralatan Elektronik dengan Bijak

Pada akhirnya sih beberapa tips tambahan di bawah ini adalah kumpulan dari tips-tips sederhana, yang jika kamu lakukan bisa berpengaruh besar pada tagihan listrikmu. Selain itu memang kesimpulannya, untuk menghemat tagihan listrik kamu harus mengubahnya dari dirimu sendiri.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah:

  1. Gunakan kabel listrik yang terjaga kualitasnya. Dengan membeli kabel listrik yang memiliki kualitas maka kamu menghindari kebocoran listrik disana-sini.
  2. Matikan lampu di siang hari.
  3. Gunakan pemanas air hanya ketika diperlukan. Di akhir pekan misalnya ketika kamu bisa mandi lebih siang, gunakanlah air dingin karena suhu air tanah pun pasti akan lebih hangat ketika matahari sudah muncul.
  4. Hindari penggunaan AC di siang hari. Kamu bisa mengganti peran AC dengan membuka jendela sehingga angina sepoi-sepoi bisa berhembus masuk ke dalam rumah.
  5. Cabut colokan listrik yang tidak digunakan, terutama charger. Nah di zaman sekarang siapa sih yang tidak punya kebiasaan menancapkan charger ponselnya terus menerus? Padahal kebiasaan seperti ini tidak sehat loh untuk tagihan listrikmu, karena hal-hal macam ini bila dilakukan setiap hari bisa membuat jebol tagihan listrikmu.
  6. Perbanyak aktivitas fisik di luar. Terakhir, kamu bisa mengurangi bermain konsol ataupun komputer (apalagi kalau komputermu adalah komputer gaming) dan memperbanyak aktivitas fisik di luar ruangan. Kamu yang sudah punya anak misalnya bisa juga mengajak anakmu bermain di luar. Dengan cara ini selain kamu bisa menghemat listrik, kamu juga bisa menjaga kondisi fisik kamu tentu saja!

Penutup

Meski terdengar sepele dan penghematannya relatif kecil, kami percaya bila kamu melakukan seluruh tips yang kami sebutkan di atas kamu bisa menghemat token listrikmu dengan sangat efektif.

Kami berani menyebutkan bahwa kamu bisa menghemat 20-40% kebutuhan listrik rumah tanggamu bila kamu mengikuti tips di atas. Artinya kamu yang biasa membeli token listrik Rp 1 juta per bulannya, bisa berhemat menjadi Rp 800.000 dan bahkan Rp 600.000 per bulannya!

Bisa buat makan makan deh! Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *