fbpx

Cara Registrasi Kartu SIM Semua Operator: Update 2019!

Di era informatika seperti sekarang ini, siapa sih orang yang tidak memegang ponsel. Terlepas dari jenis ponselnya, apakah ponsel tersebut masih ponsel poliphonik, ataupun ponsel cerdas seharga sepeda motor matik, hampir semua orang punya ponsel.

Untuk itulah kemudian dalam beberapa tahun terakhir pemerintah memutuskan untuk meningkatkan keamanan bagi para pengguna telepon seluler. Salah satunya adalah dari pendataan via registrasi kartu SIM ponsel.

Bila dulu peraturan terkait pendataan ini kurang ketat, saat ini peraturannya menjadi jauh lebih ketat dimana semua orang wajib mendaftarkan kartu SIM mereka sesuai dengan identitas resmi mereka yang tercantum di KTP.

Nah buat kamu yang ganti kartu atau belum sempat registrasi kartu SIM, berikut ini informasi mengenai cara registrasi kartu SIM semua operator.

Perbedaan Registrasi Kartu SIM Dulu dan Sekarang

kominfo

Memang sudah sejak zaman pemerintahan SBY registrasi kartu SIM dilakukan. Namun dahulu idenya hanyalah sebatas pendataan pengguna saja, sehingga aturan mengenai registrasi kartu SIM belum ketat dan rapi.

Sementara itu registrasi kartu SIM sekarang diberlakukan dengan tujuan menjaga keamanan konsumen, serta masyarakat secara umum. Konsekuensinya adalah aturan terkait registrasi kartu SIM ini menjadi jauh lebih ketat dibanding zaman dahulu.

Secara umum ada bebera perbedaan mencolok yang bisa kamu temukan antara registrasi kartu SIM dulu dengan sekarang. Perbedaan pertama adalah dulu tidak ada proses validasi yang dilakukan oleh pemerintah, sementara saat ini seluruh data yang masuk akan divalidasi oleh pemerintah.

Perbedaan kedua adalah bila di zaman dahulu registrasi dilakukan secara privat oleh outlet operator telekomunikasi, maka saat ini registrasi bisa dilakukan sendiri secara online, di outlet operator telekomunikasi, serta call center operator.

Terakhir dulu registrasi hanya dilakukan dengan mengisi nomer ID, nama, alamat, tanggal lahir, ROID (retail / outlet ID), serta kode pos. Sementara itu saat ini kamu harus mengisi data diri registrasi dengan NIK yang sesuai dengan KTP, nomor KK, dan seluruh identitas yang harus sesuai dengan KTP yang kamu punya.

Proses registrasi saat ini sifatnya wajib, terlepas dari apakah sebelumnya kamu sudah pernah melakukan registrasi atau belum. Hal ini karena nantinya seluruh data yang masuk sekarang akan menjadi milik pemerintah.

Apa yang Harus Disiapkan Untuk Melakukan Registrasi Kartu SIM

Ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan bila ingin melakukan registrasi kartu SIM-mu. Terutama bila kamu ingin melakukan registrasi secara offline dengan mendatangi outlet-outlet provider telekomunikasimu.

Berikut ini adalah yang harus kamu siapkan:

  1. E-KTP, bawalah E-KTP milikmu yang asli serta siapkan lah fotokopinya untuk berjaga-jaga.
  2. KK, sama seperti E-KTP bawa dokumen KK yang asli serta siapkan fotokopinya untuk berjaga-jaga.
  3. Bagi kamu yang merupakan warga negara asing bisa membawa Pasport yang masih berlaku, KITAP (Kartu Izin Tinggal Permanen), ataupun KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) yang masih berlaku.

Nantinya, data yang paling penting yang harus disiapkan untuk melakukan registrasi adalah 16 digit angka NIK yang tertera di KTP mu serta 16 digit unik yang tertera di KK milikmu. Karena seluruh data tersebut (diharapkan) sudah teregistrasi melalui sistem E-KTP.

Cara Registrasi Kartu SIM Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, Axis, dan Tri

Bagi kamu yang menggunakan kartu SIM yang kamu punya, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mendaftarkan kartu SIM milikmu:

  1. Bagi pengguna baru
    • Ketik REG (spasi) NIK#Nomor KK# dan kirimkan langsung ke 4444
  2. Bagi pengguna lama yang pernah melakukan registrasi sebelumnya
    • Ketik ULANG (spasi) NIK#Nomor KK# dan kirimkan langsung ke 4444

Setelah itu kamu cukup menunggu proses validasi yang akan dilakukan oleh operator dan pihak yang berwenang. Menurut informasi yang ada, proses validasi ini dilakukan maksimal 1×24 jam semenjak kamu melakukan registrasi.

Perlu diketahui bahwa proses ini berlaku untuk seluruh operator. Karena memang registrasi kartu SIM saat ini sudah terpusat sehingga caranya sama seluruhnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kominfo Republik Indonesia.

Bagi pengguna telkomsel, bila ada kesulitan kamu bisa langsung menghubungi pusat layanan Telkomsel di 188, melalui laman media sosial telkomsel, melalui Telkomsel Virtual Assistant, GraPARI, hingga melalui email Telkomsel di cs@telkomsel.co.id.

Sementara itu bagi kamu yang menggunakan Indosat Ooredo menemukan kesulitan pendaftaran, kamu bisa langsung menghubungi pusat layanan Indosat Ooredoo di nomor 185, melalui laman media sosial Indosat Ooredoo, melalui INDIRA (Indosat Virtual Assistant), atau langsung menghubungi 021 3000 3000.

Bagi kamu yang menggunakan layanan milik XL Axiata (XL dan Axis) dan menemukan kesulitan saat melakukan pendaftaran maka bisa langsung menghubungi customer service XL Axiata. Kamu bisa langsung menghubungi mereka via laman media sosial, via aplikasi myXL, via email ke customerservice@xl.co.id, atau telpon di 817.

Adapun kamu pengguna kartu SIM Tri yang mengalami kesulitan saat melakukan registrasi bisa langsung menghubungi mereka di 123, melalui media sosial Tri, melalui aplikasi Bima+, live chat di laman website resmi tri, atau email langsung ke 3Care@three.co.id.

Terakhir, penggunaan NIK dan nomor KK adalah mutlak wajib untuk registrasi. Sehingga apabila terdapat kesulitan registrasi kartu SIM yang diakibatkan oleh masalah pada identitas diri bisa langsung dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Selain itu kamu juga bisa langsung melakukan pengaduan ke Kementerian Dalam Negeri melalui laman website nya di www.dukcapil.kemendagri.go.id ataupun langsung menghubungi call center Kemendagri di 1500537 pada jam kerja.

Mengapa Harus Melakukan Registrasi

Ada beberapa hal penting yang harus kamu pahami mengenai alasan kamu harus melakukan registrasi kartu prabayar yang kamu punya. Alasan pertama adalah tentu saja untuk menghindari kejahatan di internet, mulai dari cyber crime, penipuan, hingga terorisme.

Selain itu salah satu tujuan jangka panjang dilakukannya registrasi kartu prabayar ini adalah untuk menciptakan ekosistem transaksi online yang lebih baik. Dengan kata lain kamu telah membantu transisi ekonomi ke arah cashless society.

Terakhir nantinya data-data konsumen seluruh pengguna kartu SIM dari operator apapun ini, bisa digunakan untuk hal-hal yang terkait finansial, pemerintahan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan legal.

Terbukti, meski di awal-awal munculnya kebijakan ini mendapatkan banyak penolakan, pemerintah melalui Kominfo menyatakan perubahan ekosistem industri Telekomunikasi yang menjadi semakin aman.

Buktinya bila dahulu para operator telepon seluler meng-klaim memiliki total 700 juta pelanggan, saat ini berdasarkan data yang valid didapatkan bahwa jumlahnya menyusut hingga sekitar 300 juta saja.

Artinya bila dulu siapapun bisa memiliki berapapun nomor yang mereka inginkan, saat ini sudah tidak bisa lagi. Konsekuensinya tentu saja angka penipuan dan tindak kejahatan digital menjadi semakin jauh berkurang. Wah patut kita apresiasi nih!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *