fbpx

Cara Tarik Tunai ATM BRI

BRI merupakan salah satu bank “milik” rakyat yang terkemuka di Indonesia. Boleh dibilang embel-embel Rakyat yang melekat pada namanya (Bank Rakyat Indonesia) bukan sekadar jargon saja, melainkan benar-benar menjadi nilai bagi bank ini.

Salah satu bukti keberpihakan Bank BRI kepada rakyat Indonesia kebanyakan adalah dengan banyaknya cabang-cabang dari Bank BRI di daerah-daerah penjuru Indonesia. Mulai dari kota-kota besar hingga di kota kecil dan pedesaan.

Karena nilai merakyatnya inilah kemudian banyak orang-orang yang tinggal di kota kecil dan di desa-desa memanfaatkan jasa dari Bank BRI. Bahkan banyak petani-petani hingga nelayan-nelayan kecil di pesisir menjadi nasabah bank BRI.

Selain itu untuk mengakomodir orang-orang muslim BRI pun mulai meluncurkan layanan syariah nya yang bisa kamu pilih, terutama bagi kamu yang berkeyakinan bahwa riba merupakan barang yang haram.

Dengan banyaknya cabang BRI di daerah-daerah, tentu saja semakin banyak mesin ATM yang tersedia di sana. Namun bagaimana sebenarnya cara tarik tunai ATM BRI?

Baca: Cara buat kartu kredit BRI


Cari ATM BRI

Pertama-tama tentu saja kamu harus menemukan mesin ATM di dekatmu. Kamu bisa menggunakan ATM BRI supaya tidak dipungut biaya administrasi tambahan apapun ketika kamu melakukan tarik tunai di ATM BRI.

Meski demikian kamu juga bisa kok melakukan tarik tunai di ATM non BRI namun dengan konsekuensi kamu akan dikenai biaya administrasi tarik tunai antar bank sejumlah Rp 6.500,- Hmm murah sih, tapi kalau keseringan kan lumayan juga!

Tapi lain cerita bagi kamu yang sudah memiliki kartu debit BRI berlogo GPN (Gerbang Pembayaran Nasional). Berbekal layanan ini, kamu bisa menarik tunai di ATM bank manapun tanpa harus kena biaya admin Rp 6.500,- loh!

Baca:


Masukkan Kartu Debit dan Masukkan PIN mu!

Setelah berhasil menemukan mesin ATM tersebut, langsung masukkan kartu debit BRI yang kamu punya. Jangan sampai kamu terbalik ya memasukkan kartu ini, bisa-bisa kartumu tertelan dan harus diurus ke kantor cabang deh, repot ya.

Meski demikian sebenarnya di beberapa ATM terdapat fitur yang memungkinkan ATM tidak akan menerima kartumu kok kalau kamu memasukkan kartunya secara terbalik. Tapi tetap saja, hati-hati ya!

Setelah itu kamu bisa langsung memilih bahasa yang paling nyaman. Saran kami sih pilih saja Bahasa Indonesia daripada kamu bingung, lalu keliru, dan malah makin repot deh harus urus urusan sana sini, duh duh.

Kemudian masukkan PIN yang kamu punya. Jangan lupa ya selalu berhati-hati ketika memasukkan PIN ATM mu. Sebisa mungkin tutup tangan yang sedang memasukkan PIN dengan tangan yang bebas supaya tidak diintip dari belakang.

Baca:


Pilih Menu Tarik Tunai dan Pilih Nominal Uang

Setelah itu kamu bisa langsung memilih menu Tarik Tunai. Di ATM manapun seharusnya menu ini ada jadi kamu tidak perlu bingung.

Setelah itu kamu akan diminta untuk memasukkan nominal yang kamu kehendaki. Kalau kamu mau menarik nominal tertentu, pastikan pecahan yang kamu inginkan terdapat di ATM tersebut ya. Gak mungkin kan kamu tarik Rp 250.000,- di ATM dengan pecahan Rp 100.000,-

Setelah itu konfirmasi kembali uang yang akan kamu tarik dan tekan Yes atau OK atau semacamnya, deh!

Baca:


Jangan Sampai Tertinggal

Sekarang kita sampai di bagian yang paling penting, yakni dimana uang yang kamu kehendaki untuk ditarik bisa langsung keluar. Pastikanlah uang yang keluar sesuai dengan jumlah yang kamu tulis sebelumnya.

Setelah itu tunggulah struk dan kartu debitmu keluar kembali. Di beberapa ATM mungkin urutannya bisa berbeda loh, jadi jangan panik kalau kartumu keluar lebih dulu. Yang paling penting sih, jangan sampai tertinggal!

Baca juga: Cara tarik tunai ATM CIMB Niaga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *