fbpx

Cari Tahu Berapa Harga Uang Kuno Sekarang?

Uang merupakan salah satu barang yang sudah sejak lama digunakan sebagai alat tukar yang sah. Di negara manapun, dengan bentuk pemerintahan apapun, penggunaan uang tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah dan universal.

Namun apa jadinya bila uang dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan, dan sebagai alat koleksi? Nah bahkan ilmu seputar bidang uang kuno ini juga memiliki penamaan tersendiri loh, yakni ilmu numistatik.

Ilmu numistatik memang luas dan mempelajari bukan hanya soal nilai mata uang, tapi hingga sejarah, cara pembuatan, ciri fisik uang, variasi uang tersebut, hingga sampai mempelajari sejarah sosiopolitik yang menyertai uang kuno tersebut.

Duh duh ternyata segitu banyak ya ilmunya. Nah tapi tenang saja karena kali ini kita spesial akan membahas seputar harga uang kuno sekarang. Tentu saja informasi ini bisa menarik bagi kamu yang berencana untuk mencari hobi koleksi yang unik!

Baca Juga SBN sebagai instrumen investasi?

Sebelum Memulai Koleksi Uang Kuno

uang soekarno 1 rupiah

Sebelum kamu memulai menjadi kolektor uang, pertama-tama kamu harus menentukan jenis koleksi yang ingin kamu pilih. Di negara manapun, termasuk di Indonesia setidaknya kamu bisa menemukan uang yang dibuat dalam bentuk kertas maupun logam.

Kamu boleh memilih untuk menjadi kolektor uang kertas, uang logam, atau malah menjadi kolektor keduanya. Mungkin akan lebih mudah bila kamu memilih salah satunya terlebih dahulu karena kamu jadi bisa belajar dengan lebih rinci dan detil tentunya.

Setelah itu kamu bisa langsung menentukan baik jenis ataupun seri uang yang bisa kamu koleksi. Saat ini kamu bisa mempelajari hal-hal semacam itu di Katalog Uang Kertas Indonesia (KUKI), Katalog Uang Logam Indonesia, atau langsung belajar kepada kolektor langsung.

Setelah itu barulah kamu bisa langsung terjun dan memulai jenis-jenis uang kuno baik logam ataupun kertas yang bisa kamu koleksi. Malahan bila kamu cukup cerdik kamu bisa menjadikan hal-hal semacam ini sumber penghasilan loh.

Cara Penentuan Harga Uang Kuno

jual uang kuno

Bila bertanya kepada praktisi uang kuno soal harga, jawaban yang paling sering kamu dapatkan pasti “uang kuno harganya ditentukan berdasarkan kelangkaannya”. Nah yang mengherankan sebenarnya darimana kita bisa tahu seberapa langka uang kuno yang kita miliki.

Meski demikian ada beberapa acuan yang bisa kamu gunakan untuk menentukan harga uang kuno yang kamu miliki:

  1. Kondisi Uang – kondisi uang kuno yang ditemukan bisa menentukan harganya secara keseluruhan. Secara umum uang kuno memiliki 3 pengelompokan kondisi yakni Baru – Bagus – Biasa. Secara lebih detil lagi, di Indonesia para kolektor biasa mengelompokkan kondisi uang kuno ke dalam 9 kondisi alias grading, yakni:
    1. UNC – alias uncirculated alias uangbaru yang belum pernah beredar. Secara umum sih para kolektor uang paling memburu uang jenis ini dan tentu saja harganya sangat mahal.
    2. AU about uncirculated atau nyaris tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan UNC. Hanya saja biasanya ditemukan cacat minor seperti lipatan halus di tengah atau sudut-sudut uang. Yang jelas uang jenis AU pasti memiliki tingkat kemulusan yang baik.
    3. EF/XF extremely fine yang merupakan uang kuno mulus tamun terlihat tanda uang pernah beredar. Selain itu secara umum kondisi uangnya kaku, keras, serta sudut-sudutnya masih tajam.
    4. VF very fine dimana uang kuno tersebut sudah tampak kotor dengan kemulusan yang tidak terlalu baik. Terlihat lipatan kasar baik arah vertikal maupun horizontal. Di kalangan kolektor uang jenis ini dikenal dengan istilah circulated dan jenis inilah yang paling banyak (dan mudah) untuk ditemui.
    5. F fine dimana uang kuno sudah dalam kondisi yang kotor, kusam, dan memiliki kerutan dan lipatan disana sini.
    6. VG very good dimana uang kuno memiliki kondisi sama dengan jenis F namun lipatan atau kerutan dan robekan sudah mengenai gambar. Istilah populernya adalah uang heavy circulated.
    7. G good merupakan kondisi dimana ang sudah cacat namun belum ada bagian gambar yang hilang dan terpotong. Istilah umum di kalangan awam merupakan damaged atau uang rusak.
    8. Fair – merupakan kondisi dimana uang sudah rusak dan ditemukan bagian yang hilang disana sini. Selain itu uang yang terdapat coretan, bekas karat, dan kotoran lain yang mengganggu juga dikategorikan sebagai uang jenis Fair ini.
    9. Poor – merupakan kondisi yang dikatakan tidak layak koleksi. Uang jenis ini hanya layak dikoleksi apabila memang sifatnya sangat langka.
  2. Nomor Seri Uang – nomor seri ini boleh dibilang bersifat subjektif. Beberapa uang kuno dengan nominal, tahun emisi, dan kondisi yang sama, bisa dihargai berbeda hanya karena (misalnya) yang satu memiliki 2 huruf di nomor seri, dan satu lagi memiliki 3 huruf di nomor serinya. Salah satu yang memiliki 2 huruf bahkan bisa dihargai 100 ribu-an lebih mahal loh. Lebih jauh lagi bila nomor seri yang dimiliki merupakannomor cantik, angka sama, nomor yang bisa dibaca, memiliki huruf AA, serta memiliki nomor X (nomor seri pengganti), tentu nilainya akan melonjak lebih tinggi lagi.
  3. Urutan – di kalangan kolektor uang kuno, uang yang dijual berurutan beberapa lembar (dengan nomor seri berurutan tentunya) memiliki harga yang lebih tinggi loh dibanding dengan menjual satuan.
  4. Nominal Uang – biar bagaimanapun, meski uang kuno bukanlah uang yang bisa digunakan sebagai alat tukar, nominal uang masih menentukan harga dari uang kuno tersebut. Semakin besar pecahan uang kuno yang ada, semakin mahal harga jualnya. Alasannya sederhana, biasanya penerbitan uang baru akan diikuti penarikan uang lama. Mayoritas orang akan menukarkan uang lamanya dengan uang baru, dan hanya menyimpan uang pecahan kecil untuk kenang-kenangan. Hanya sebagian kecil orang yang mau menyimpan uang pecahan besar untuk kenang-kenangan, kebanyakan tentu lebih memilih menukarkannya agar bisa dipakai. Otomatis presentase uang kuno pecahan besar yang beredar akan lebih banyak dari uang kuno pecahan kecil, nah!
  5. Pecahan Ganjil – setelah melihat nominal, kamu bisa menilik uang-uang pecahan ganjil seperti Rp 5, Rp 50 , Rp 500, hingga Rp 5000. Uang pecahan ganjil biasanya diproduksi lebih sedikit karena bersifat pelengkap saja. Untuk alasan inilah nilainya menjadi lebih tinggi dibandingkan pecahan lain, bahkan kadang untuk pecahan di atasnya.
  6. Uang Contoh – poin keenam yang bisa meningkatkan harga uang kuno adalah bila terdapat tulisan ‘SPECIMEN’ di atas uang tersebut. Jelas, uang jenis ini memiliki kelangkaan yang luar biasa. Oleh karena itulah uang contoh memiliki harga yang amat mahal dan sangat diminati oleh para kolektor.
  7. Uang Cacat – jenis ini mirip dengan uang contoh dimana uang yang cacat yang beredar cukup jarang bisa kamu temui. Contoh cetakan cacat misalnya salah potong, salah cetak, hingga tercetak terbalik. Tentu harganya pun melambung tinggi, bahkan untuk uang-uang baru yang masih berlaku.
  8. Uang Uncut – bila dibahasakan merupakan uang yang belum dipotong, biasa diproduksi oleh Bank Indonesia secara khusus bagi para kolektor lengkap degnan folder serta sertifikat keaslian yang dimiliki.
  9. Uang Khusus – mirip seperti poin 6, uang khusus merupakan uang yang cukup langka karena memiliki tanda-tanda khusus. Beberapa tanda-tanda khusus misalnya tanda tangan pejabat khusus atau cap khusus yang tidak lazim digunakan pada uang lainnya di Indonesia.

Dengan melihat kesembilan poin inilah kemudian para kolektor bisa menentukan harga uang-uang kuno yang ada. Kamu pun demikian, bila mau belajar lebih jauh lagi kamu juga bisa kok menentukan harga uang kuno yang ada.

Nah tapi bagi kamu yang masih pemula, kamu bisa baca panduan harga uang kuno saat ini. Meski demikian kami tetap sarankan kamu berpedoman pada sembilan poin di atas ketika melakukan transaksi ya!

Harga Uang Kuno Saat ini

uang kuno

Untuk melihat harga uang kuno, kamu bisa membaginya berdasarkan seri-seri keluarnya uang tersebut. Untuk mempermudah, kami pun akan memperlihatkan harga uang kuno sesuai dengan seri keluarnya uang tersebut.

Tapi balik lagi ya, pada akhirnya sembilan poin di atas bisa menaikkan ataupun menurunkan harga uang yang kami tampilkan di bawah ini. Karena harga di bawah merupakan perkiraan harga rerata di kalangan para kolektor.

Ini dia harga-harga uang kuno yang bisa kamu perjual belikan:

  1. Seri Coen – Versi Coen I tahun 1901-1924 dan Coen II tahun 1926 – 1931, menampilkan potren Jan Pieterszoon Coen mantan gubernur Hindia Belanda.
    • Harga pecahan 5 gulden
      • Circulated – Rp 50.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-
    • Harga pecahan 10 gulden
      • Circulated – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 1.500.000,-
    • Harga pecahan 25 gulden
      • Circulated – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 1.250.000,-
    • Harga pecahan 50 gulden
      • Circulated – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 5.000.000,-
    • Harga pecahan 100 gulden
      • Circulated – Rp 500.000,-
      • UNC – Rp 3.500.000,-
    • Harga pecahan 200 gulden
      • Circulated – Rp 4.000.000,-
      • UNC – Rp 25.000.000,-
    • Harga pecahan 300 gulden
      • Circulated – Rp 25.000.000,-
      • UNC – Rp 60.000.000,-
    • Harga pecahan 500 gulden
      • Circulated – Rp 5.000.000,-
      • UNC – Rp 27.000.000,-
    • Harga pecahan 1000 gulden
      • Circulated – Rp 6.000.000,-
      • UNC – Rp 30.000.000,-
  1. Seri Wayang – merupakan seri yang dikeluarkan dengan gambar penari wayang serta teks dalam 4 bahasa dan aksara berebeda. Uang seri ini bisa dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan tanda tangan sekretaris dan presidennya yakni Praasterink – Wichers, Waveren – Wichers, serta Smith – Wichers. Kolektor kelas kakap biasanya mengoleksi uang ber-nominal sama dengan 3 pasang tanda-tangan yang berbeda tersebut, kesimpulannya satu nominal sejumlah 3 buah. Adapun harga uang seri wayang adalah:
    • Harga pecahan 5 gulden
      • Biasa – Rp 50.000,-
      • Bagus – Rp 75.000,-
      • UNC – Rp 400.000,-
    • Harga pecahan 10 gulden
      • Biasa – Rp 75.000,-
      • Bagus – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 600.000,-
    • Harga pecahan 25 gulden
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 800.000,-
    • Harga pecahan 25 gulden versi tanda tangan Smits – Wichers
      • Biasa – Rp 400.000,-
      • Bagus – Rp 750.000,-
      • UNC – Rp 1.500.000,-
    • Harga pecahan 50 gulden
      • Biasa – Rp 750.000,-
      • Bagus – Rp 1.500.000,-
      • UNC – Rp 3.000.000,-
    • Harga pecahan 100 gulden
      • Biasa – Rp 5.000.000,-
      • Bagus – Rp 8.000.000,-
      • UNC – Rp 15.000.000,-
    • Harga pecahan 200 gulden
      • Biasa – Rp 8.000.000,-
      • Bagus – Rp 15.000.000,-
      • UNC – Rp 25.000.000,-
    • Harga pecahan 500 gulden
      • Biasa – Rp 10.000.000,-
      • Bagus – Rp 25.000.000,-
      • UNC – Rp 40.000.000,-
    • Harga pecahan 1000 gulden
      • Biasa – Rp 10.000.000,-
      • Bagus – Rp 25.000.000,-
      • UNC – Rp 40.000.000,-
  1. Seri NICA – merupakan uang keluaran masa pendudukan ratu tentara Nica, bergambar Ratu Wilhelmina dan mulai dicetak 2 Maret 1943. Berikut ini adalah daftar harga uang Seri NICA:
    • Harga pecahan 50 cent kondisi UNC Rp 150.000,-
    • Harga pecahan 1 gulden kondisi UNC Rp 100.000,-

 

  • Harga pecahan 2.5 gulden kondisi UNC Rp 300.000,-
  • Harga pecahan 5 gulden kondisi UNC Rp 200.000,-
  • Harga pecahan 10 gulden kondisi UNC Rp 300.000,-
  • Harga pecahan 25 gulden kondisi UNC Rp 2.000.000,-
  • Harga pecahan 50 gulden kondisi UNC Rp 750.000,-
  • Harga pecahan 100 gulden kondisi UNC Rp 2.000.000,-
  • Harga pecahan 500 gulden kondisi UNC Rp 20.000.000,-
  1. Seri Japansche Regeering – merupakan uang yang dibuat pada masa Perang Dunia II, harganya tidak terlalu mahal karena kualitasnya yang buruk dan tanpa nomor seri. Berikut ini adalah perkiraan harganya:
    • Harga pecahan 1 cent
      • Biasa – Rp 1.000,- sampai Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 3.000,- sampai Rp 50.000,-
      • UNC – Rp 20.000,- sampai Rp 100.000,-
    • Harga pecahan 5 cent
      • Biasa – Rp 5.000,- sampai Rp 50.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,- sampai Rp 75.000,-
      • UNC – Rp 25.000,- sampai Rp 150.000,-
    • Harga pecahan 10 cent
      • Biasa – Rp 5.000,- sampai Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,- sampai Rp 50.000,-
      • UNC – Rp 25.000,- sampai Rp 100.000,-
    • Harga pecahan ½ gulden
      • Biasa – Rp 5.000,- sampai Rp 75.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,- sampai Rp 200.000,-
      • UNC – Rp 25.000,- sampai Rp 350.000,-
    • Harga pecahan 1 gulden
      • Biasa – Rp 10.000,- sampai Rp 50.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,- sampai Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 75.000,- sampai Rp 350.000,-
    • Harga pecahan 5 gulden
      • Biasa – Rp 10.000,- sampai Rp 30.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,- sampai Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 75.000,- sampai Rp 350.000,-
    • Harga pecahan 10 gulden
      • Biasa – Rp 5.000,- sampai Rp 30.000,-
      • Bagus – Rp 20.000,- sampai Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 75.000,- sampai Rp 350.000,-
  1. Seri Dai Nippon Teikoku Seihu – dari namanya saja pastikamu paham kalau uang ini dikeluarkan di zaman pendudukan jepang. Hanya saja kualitasnya sama dengan uang kuno seri Japanesche Regeering yakni kualitas rendah dan cetakan yang irit warna.
    • Rata-rata uang seri Dai Nippon dihargai sejumlah Rp 50.000,- untuk kualitas bagus. Hanya saja khusus pecahan 100 Roepiah dan 1000 Roepiah bisa dihargai Rp 1.000.000,- dan Rp 7.000.000,- untuk kualitar UNC.

Nah bila beberapa uang kuno yang kami tampilkan di atas datang di masa penjajahan. Berikut ini beberapa harga uang kuno koleksi yang diterbitkan setelah Indonesia merdeka:

  1. Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) – Merupakan seri yang cukup jarang ditemukan. Terdiri dari pecahan Rp 5 dan Rp 10 dengan gambar Bapak Ir. Soekarno di atasnya.
    • Harga pecahan Rp 5
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 600.000,-
    • Harga pecahan Rp 10
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 200.000,-
      • UNC – Rp 400.000,-
  1. Seri Pemandangan I – dikeluarkan pada tahun 1951 dan dilanjut dengan Seri Pemandangan II tahun 1953.
    • Harga pecahan Rp 1
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 2,5
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
  1. Seri Pemandangan II – merupakan seri lanjutan dari Seri Pemandangan I yang dikeluarkan pada tahun 1953.
    • Harga pecahan Rp 1
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 35.000,-
    • Harga pecahan Rp 2,5
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 45.000,-
  1. Seri Budaya – merupakan uang pertama yang diproduksi oleh Bank Indonesia pada tahun 1952, setelah awalnya banyak diproduksi oleh De Javasche Bank. Uang seri ini boleh dikatakan merupakan cikal bakal uang kertas Republik Indonesia.
    • Harga pecahan Rp 5 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 300.000,-
      • UNC – Rp 600.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 75.000,-
      • Bagus – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 250.000,-
    • Harga pecahan Rp 10
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 125.000,-
      • UNC – Rp 300.000,-
    • Harga pecahan Rp 25
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 200.000,-
      • UNC – Rp 300.000,-
    • Harga pecahan Rp 50
      • Biasa – Rp 200.000,-
      • Bagus – Rp 700.000,-
      • UNC – Rp 1.250.000,-
    • Harga pecahan Rp 100
      • Biasa – Rp 250.000,-
      • Bagus – Rp 800.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 500
      • Biasa – Rp 200.000,-
      • Bagus – Rp 500.000,-
      • UNC – Rp 2.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000
      • Biasa – Rp 500.000,-
      • Bagus – Rp 1.500.000,-
      • UNC – Rp 3.000.000,-
  1. Seri Suku Bangsa – dikeluarkan pada tahun 1954 dan 1956
    • Harga pecahan Rp 1 (1954)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 2,5 (1954)
      • Biasa – Rp 3.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 1 (1956)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • Bagus – Rp 2.000,-
      • UNC – Rp 7.500,-
    • Harga pecahan Rp 2,5 (1956)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • Bagus – Rp 2.000,-
      • UNC – Rp 8.000,-
  1. Seri Hewan – merupakan uang keluaran tahun 1957 yang boleh dikatakan cukup langka. Implikasinya adalah harganya yang cukup mahal dibandingkan seri lain yang memiliki tahun emisi serupa.
    • Harga pecahan Rp 5 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 150.000,-
      • Bagus – Rp 800.000,-
      • UNC – Rp 2.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 150.000,-
      • Bagus – Rp 200.000,-
      • UNC – Rp 400.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (3 huruf)
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 350.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 non specimen
      • Biasa – Rp 7.000.000,-
      • Bagus – Rp 15.000.000,-
      • UNC – Rp 35.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 specimen
      • Biasa – Rp 4.000.000,-
      • Bagus – Rp 5.000.000,-
      • UNC – Rp 12.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 non specimen
      • Biasa – Rp 3.000.000,-
      • Bagus – Rp 4.000.000,-
      • UNC – Rp 15.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 specimen
      • Biasa – Rp 2.000.000,-
      • Bagus – Rp 3.000.000,-
      • UNC – Rp 7.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 450.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 20.000,-
      • Bagus – Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 350.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 50.000,-
      • Bagus – Rp 275.000,-
      • UNC – Rp 1.250.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 20.000,-
      • Bagus – Rp 150.000,-
      • UNC – Rp 700.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 750.000,-
      • Bagus – Rp 2.500.000,-
      • UNC – Rp 10.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 500.000,-
      • Bagus – Rp 1.500.000,-
      • UNC – Rp 7.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 600.000,-
      • Bagus – Rp 2.000.000,-
      • UNC – Rp 5.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 500.000,-
      • Bagus – Rp 1.500.000,-
      • UNC – Rp 2.500.000,-
    • Harga pecahan Rp 2500 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 600.000,-
      • Bagus – Rp 2.500.000,-
      • UNC – Rp 7.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 2500 (2 huruf 4 angka)
      • Biasa – Rp 500.000,-
      • Bagus – Rp 1.600.000,-
      • UNC – Rp 6.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 2500 (2 huruf 5 angka)
      • Biasa – Rp 500.000,-
      • Bagus – Rp 1.500.000,-
      • UNC – Rp 3.000.000,-
  1. Seri Pekerja Tangan – merupakan salah satu seri yang memiliki variasi terbanyak, dikeluarkan pada tahun 1958 dan 1964, dengan Seri Pekerja Tangan 1, 2, dan 3.
    • Harga pecahan Rp 5 (seri 1)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp5.000,-
      • UNC – Rp 15.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 (seri 1)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp5.000,-
      • UNC – Rp 15.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 (seri 1)
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 15.000,-
      • UNC – Rp 35.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (seri 1)
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 15.000,-
      • UNC – Rp 55.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (seri 1)
      • Biasa – Rp 3.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (seri 1)
      • Biasa – Rp 150.000,-
      • Bagus – Rp 700.000,-
      • UNC – Rp 2.500.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (seri 1) hijau
      • Biasa – Rp 20.000,-
      • Bagus – Rp 50.000,-
      • UNC – Rp 200.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (seri 1) coklat
      • Biasa – Rp 20.000,-
      • Bagus – Rp 75.000,-
      • UNC – Rp 350.000,-
    • Harga pecahan Rp 5000 (seri 1) coklat
      • Biasa – Rp 200.000,-
      • Bagus – Rp 500.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 5000 (seri 1) ungu
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 750.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 (seri 2)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 15.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 (seri 2)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 20.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (seri 2)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 20.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (seri 2)
      • Biasa – Rp 2.500,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (seri 3)
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,-
      • UNC – Rp 70.000,-
    • Harga pecahan Rp 10000 (seri 3) merah
      • Biasa – Rp 30.000,-
      • Bagus – Rp 200.000,-
      • UNC – Rp 500.000,-
    • Harga pecahan Rp 10000 (seri 3) hijau
      • Biasa – Rp 50.000,-
      • Bagus – Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 200.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (seri 3) garuda
      • Biasa – Rp 125.000,-
      • Bagus – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 600.000,-
  1. Seri Bunga – merupakan uang seri rupiah pertama yang dicetak dengan tekonologi tinta berpendar, dan bisa menyala bila disinari lampu UV sebagai salah satu bentuk teknologi proteksi yang cukup baru di masanya. Dikeluarkan pada tahun 1959.
    • Harga pecahan Rp 5 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 15.000,-
      • UNC – Rp 75.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 2.000,-
      • Bagus – Rp 2.500,-
      • UNC – Rp 10.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 75.000,-
      • UNC – Rp 150.000,-
    • Harga pecahan Rp 10 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 15.000,-
      • Bagus – Rp 30.000,-
      • UNC – Rp 125.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 20.000,-
      • Bagus – Rp 75.000,-
      • UNC – Rp 200.000,-
    • Harga pecahan Rp 25 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 45.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 40.000,-
      • Bagus – Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 250.000,-
    • Harga pecahan Rp 50 (2 dan 3huruf)
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,-
      • UNC – Rp 150.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 250.000,-
      • UNC – Rp 450.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,-
      • UNC – Rp 100.000,-
    • Harga pecahan Rp 100 (1 huruf dan 4 angka)
      • Biasa – Rp 1.000.000,-
      • Bagus – Rp 1.750.000,-
      • UNC – Rp 3.500.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (1 huruf dan 5 angka)
      • Biasa – Rp 1.000.000,-
      • Bagus – Rp 1.750.000,-
      • UNC – Rp 3.500.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (2 dan 3 huruf)
      • Biasa – Rp 200.000,-
      • Bagus – Rp 1.000.000,-
      • UNC – Rp 2.250.000,-
    • Harga pecahan Rp 500 (1 huruf)
      • Biasa – Rp 1.000.000,-
      • Bagus – Rp 2.000.000,-
      • UNC – Rp 5.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 300.000,-
      • Bagus – Rp 1.000.000,-
      • UNC – Rp 2.500.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000 (3 huruf)
      • Biasa – Rp 250.000,-
      • Bagus – Rp 750.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 5 (2 huruf di atas 1 huruf)
      • Biasa – Rp 15.000,-
      • Bagus – Rp 100.000,-
      • UNC – Rp 400.000,-
  1. Seri Sandang Pangan – seri yang dikeluarkan di tahun 1960 dan 1961 ini merupakan salah satu seri yang cukup mudah untuk ditemukan dalam kondisi UNC.
    • Harga pecahan Rp 1 (seri 1)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • UNC – Rp 20.000,-
    • Harga pecahan Rp 1 (seri 2)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • UNC – Rp 7.500,-
    • Harga pecahan Rp 2,5 (seri 1)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • UNC – Rp 20.000,-
    • Harga pecahan Rp 2,5 (seri 2)
      • Biasa – Rp 1.000,-
      • UNC – Rp 7.500,-
  1. Seri Soedirman – merupakan uang keluaran tahun emisi 1968 yang cukup unik. Karena seluruh pecahannya mengusung gambar Jenderal Besar Soedirman di depannya, yang membedakannya hanya nominal (tentu saja) dan warna yang digunakan di dalamnya.
    • Harga pecahan Rp 1
      • Biasa – Rp 3.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 15.000,-
    • Harga pecahan Rp 2,5
      • Biasa – Rp 3.000,-
      • Bagus – Rp 5.000,-
      • UNC – Rp 15.000,-
    • Harga pecahan Rp 5
      • Biasa – Rp 5.000,-
      • Bagus – Rp 10.000,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 10
      • Biasa – Rp 2.500,-
      • Bagus – Rp 4.500,-
      • UNC – Rp 25.000,-
    • Harga pecahan Rp 25
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 20.000,-
      • UNC – Rp 35.000,-
    • Harga pecahan Rp 50
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 20.000,-
      • UNC – Rp 40.000,-
    • Harga pecahan Rp 100
      • Biasa – Rp 10.000,-
      • Bagus – Rp 25.000,-
      • UNC – Rp 60.000,-
    • Harga pecahan Rp 500
      • Biasa – Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 60.000,-
      • UNC – Rp 100.000,-
    • Harga pecahan Rp 1000
      • Biasa – Rp 25.000,-
      • Bagus – Rp 90.000,-
      • UNC – Rp 150.000,-
    • Harga pecahan Rp 5000 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 35.000,-
      • UNC – Rp 1.200.000,-
    • Harga pecahan Rp 5000 (3 huruf)
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 350.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-
    • Harga pecahan Rp 10000 (2 huruf)
      • Biasa – Rp 150.000,-
      • Bagus – Rp 350.000,-
      • UNC – Rp 1.250.000,-
    • Harga pecahan Rp 10000 (3 huruf)
      • Biasa – Rp 100.000,-
      • Bagus – Rp 300.000,-
      • UNC – Rp 1.000.000,-

Bila di atas tercantum seluruhnya uang kertas, bagaimana dengan uang koin. Khusus uang koin kami akan coba membahasnya sekaligus. Namun perlu kamu ketahui bahwa harga uang koin kuno tidak semahal uang kertas, bahkan meski uang tersebut berusia sangat tua.

Alasannya adalah karena uang koin di zaman manapun biasa dibuat dalam jumlah yang sangat banyak. Di era VOC saja misalnya jumlahnya diperkirakan jutaan keping. Karena alasan itulah kemudian harganya tidak akan bisa semahal uang-uang kertas.

Nah ini dia harga dari uang keping kuno saat ini:

  1. Koin VOC
    • Baik yang berseri Holland, Utrecht, West Friesland, hingga Zeeland umumnya dihargai sekitar Rp 6.000,- hingga Rp 50.000,- per kepingnya.
  2. Koin Nederlandsch Indie
    • Terdiri atas pecahan 2.5 Gulden, 1/10 gulden, 1/4 gulden, 1 cent, 1/5 cent, 5 cent, serta 1 cent dengan motif lain.
    • Untuk pecahan terbesar yakni 2.5 gulden biasanya dihargai dengan harga Rp 15.000,- hingga Rp 150.000,-
  3. Koin Masa Pendudukan Jepang
    • Boleh dibilang anomali, karena memiliki harga yang sangat mahal dan bahkan jauh lebih mahal dariuang kertas.
    • Desain berupa pahatan wayang arjuna di depan, dan nominal di belakang. Pecahan yang ada diketahui adalah 10 sen, 1 sen, dan 5 sen.
    • Pecahan 10 sen dihargai Rp 1.200.000,- kondisi biasa dan Rp 2.500.000,- untuk kondisi UNC.
    • Pecahan 1 sen dihargai Rp 2.500.000,- kondisi biasa dan Rp 4.000.000,- untuk kondisi UNC.
    • Pecahan 5 sen dihargai Rp 80.000.000,- untuk kondisi biasa dan Rp 150.000.000,- untuk kondisi UNC, nah!
  4. Koin Koleksi Emas dan Perak – koin ini tidak digunakan sebagai alat tukar, melainkan sebagai koin koleksi.
    • Rp 200 perak bergambar Burung Cendrawasih dihargai lebih dari Rp 500.000,-
    • Rp 200 emas bergambar Burung Cendrawasih dihargai lebih dari Rp 1.000.000,-
    • Rp 250 perak bergambar Arca Candi Tumpang Malang dihargai lebih dari Rp 500.000,-
    • Rp 250 emas bergambar Arca Candi Tumpang Malang dihargai lebih dari Rp 2.500.000,-
    • Rp 500 perak bergambar Penari Wayang dihargai lebih dari Rp 600.000,-
    • Rp 500 emas bergambar Penari Wayang dihargai lebih dari Rp 5.000.000,-
    • Rp 750 perak bergambar Patung Garuda Bali dihargai lebih dari Rp 700.000,-
    • Rp 750 emas bergambar Patung Garuda Bali dihargai lebih dari Rp 10.000.000,-
    • Rp 1.000 perak bergambar Jenderal Besar Soedirman dihargai lebih dari Rp 800.000,-
    • Rp 1.000 emas bergambar Jenderal Besar Soedirman dihargai lebih dari Rp 10.000.000,-
    • Rp 10.000 perak bergambar babirusa seri WWF dihargai lebih dari Rp 500.000,-
    • Rp 2.000 perak bergambar macan seri WWF dihargai lebih dari Rp 300.000,-
    • Rp 5.000 perak bergambar orangutan seri WWF dihargai lebih dari Rp 300.000,-
    • Rp 100.000 emas bergambar komodo dihargai lebih dari Rp 10.000.000,-
    • Rp 200.000 emas bergambar badak jawa dihargai lebih dari Rp 3.000.000,-

Lebih dari itu uang-uang koin keluaran tahun 1952 ke atas hingga saat ini rata-rata hanya dihargai sebesar Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- per keping dalam kondisi UNC. Kesimpulannya ya memang dibandingkan uang kertas harga uang koin secara umum jauh lebih murah, dengan pengecualian beberapa uang khusus koleksi yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Tempat Jual Beli Uang Kuno

jual uang kuno

Setelah memahami berbagai macam uang kuno dengan harganya, tentu sekarang kamu harus tahu dimana kamu bisa mendapatkan uang kuno dengan kualitas dan tentu saja harga yang terjamin?

Kualitas barangkali boleh diadu, tapi soal harga, kami tetap menyarankan kamu untuk banyak-banyak membaca supaya ketika sampai di pasar jual beli uang kuno kamu tidak kena tipu. Kalau sudah gitu tentu saja akan repot.

Selain itu, meski saat ini banyak bertebaran uang-uang kuno yang dijual di e commerce, pada dasarnya para kolektor uang kuno menghindari transaksi langsung dengan penjual, apalagi penjual pemula yang belum memiliki nama.

Kebanyakan kolektor membeli uang kuno via pelelangan ataupun penjual-penjual yang sudah memiliki nama dan tentu saja sudah memiliki nama. Tujuannya sederhana, agar kedua belah pihak sama-sama paham soal barang dan harga barang yang dijual.

Di Indonesia sendiri, kamu bisa menemukan toko-toko resmi jual beli uang kuno di Jakarta, Surabaya, hingga Yogyakarta. Di Surabaya kamu bisa langsung mendatangi kantor pos besar Kebun Rojo setiap minggu pertama dan kedua pukul 9 hingga siang hari.

Sementara di DKI Jakarta, kamu bisa langsung datang ke Harco Pasar Baru Lantai 3, No. A 24-25, ataupun ITC Kuningan Lt. 2 Blok D6 No.7. Bila tidak menemukan toko tersebut kamu bisa keliling di area yang sama dan pasti bisa menemukan banyak penjual uang kuno.

Bagi kamu yang tinggal di area Jawa Tengah, khususnya yang berdekatan dengan DI Yogyakarta, kamu bisa langsung mendatangi pasar Beringharjo di Kawasan Malioboro maupun Pasar Klithikan Pakuncen di Jl. HOS Cokroaminoto 34. Kamu bisa menemukan para pedagang yang menjual uang-uang kuno di sana.

Sementara itu bagi kamu yang tinggal di kota-kota lain, saran dari kami adalah coba untuk masuk ke dalam komunitas penghobi uang kuno. Kamu bisa masuk baik ke dalam grup Facebook hingga grup Whatsapp dan tentu saja bisa menemukan banyak informasi dari sana.

Hal ini sifatnya wajib dan penting, mengingat penghobi koleksi uang kuno saat ini tidak memiliki pamor sebesar hobi-hobi lain. Oleh karena itu biasanya para penghobi memiliki komunitas kecil mereka sendiri untuk saling berkomunikasi, mulai lah dari sana! Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *