fbpx

Cari Tahu Tips Menghindari Penipuan Beli Pulsa Online

Dalam beberapa tahun ke belakang, bisnis pulsa online sudah menjadi salah satu bisnis yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari para pekerja yang ingin mencari sampingan, mahasiswa yang ingin uang saku tambahan, hingga para pengusaha pemula kecil.

Selain dari pengusaha-pengusaha pemula tersebut, bisnis agen pulsa saat ini juga bahkan bisa dimainkan dalam skala besar. Hal ini tentu saja amat terkait dengan banyaknya permintaan pulsa di era teknologi saat ini.

Meningkatnya permintaan akan meningkatkan suplai, dan meningkatnya suplai tentu akan meningkatkan jumlah kriminal (baca: penipu) yang tentu berharap bisa meraup keuntungan besar dari menipu sang supplier.

Bagi para supplier kelas kakap, mereka pasti sudah hafal dan tentu memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi hal semacam ini. Bagaimana denganmu, atau dengan para pebisnis agen pulsa pemula lainnya?

Tenang saja karena disini kami akan mengupas tuntas tips menghindari penipuan beli pulsa online. Kami akan bahas berbagai macam modus penipuan beli pulsa online, serta cara menanggulanginya satu persatu.

Baca Juga: Tips Jualan Pulsa Online, Sebelum Memulai Bisnis Pulsa Online Pertamamu

Modus Penipuan Pulsa Online 1: Mutasi Rekening dan Struk Transfer Palsu

Modus penipuan jenis ini merupakan penipuan yang paling sering dilakukan oleh para kriminal. Alasannya tentu saja karena cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan, hanya bermodalkan foto dari internet serta keterampilan photoshop, voila!

contoh struk palsu

Ada beberapa modus yang biasa dilakukan oleh penipu terkait hal ini adalah sebagai berikut:

  1. Modus terbanyak adalah dengan memberikan struk transfer palsu yang sudah diedit dengan menggunakan photoshop. Kemudian mereka akan mengirimkan foto editan tersebut via aplikasi chat kepadamu.
  2. Modus kedua serupa dengan modus pertama, tapi jauh lebih meyakinkan. Yakni dengan memberikan screenshot transfer m-banking palsu yang juga telah diedit menggunakan photoshop. Cara ini tentu saja jauh lebih mudah karena mengedit screenshot sudah pasti jauh lebih mudah dilakukan, dan lebih sulit dianalisa.
  3. Modus ketiga pun merupakan modus yang cukup mudah, yakni berbekal forward SMS Banking palsu. Sama dengan modus pertama dan kedua, penipu biasanya mengedit beberapa informasi yang ada di SMS Banking mereka agar sesuai dengan transaksi yang dilangsungkan.

Adapun cara yang bisa kamu lakukan untuk mengantisipasi beberapa modus penipuan beli pulsa di atas adalah:

  1. Cara paling mudah adalah dengan selalu mengurangi nama lengkapmu ketika sedang berkomunikasi dengan klien, agar berbeda dengan nama yang tertera di rekening yang kamu punya.
    • Sebagai contoh Bapak Alfa memiliki nama lengkap Thomas Alfa Hutauruk, sesuai dengan yang tertulis di rekeningnya. Ketika Pak Alfa sedang berkomunikasi dengan klien, nama yang ia berikan kepada klien adalah Thomas Alfa, atau Thomas AH.
    • Akibatnya ketika klien melakukan pengeditan gambar, ia pun akan menulis nama Thomas Alfa atau Thomas AH di dalam struk atau bukti transfer yang ia edit. Padahal seharusnya nama yang tertulis di penerima transfer adalah Thomas Alfa Hutauruk.
    • Dengan cara ini kamu bisa mendeteksi penipu yang menggunakan modus ini.
  2. Cara kedua adalah dengan selalu melakukan cek dan ricek mutasi rekening yang ada dengan menggunakan ponselmu. Untuk tips kedua inilah maka kami sarankan kepada kamu yang ingin berbisnis (apapun) agen pulsa, untuk selalu mengaktivasi fitur m banking yang ada.
  3. Cara terakhir yang juga menurut kami cukup tricky adalah dengan ‘memaksa secara halus’ sang penipu untuk merobek bukti transfernya. Tapi hati-hati dengan cara ini ya, apabila cara bicaramu tidak benar bisa-bisa klien mu (yang bukan penipu) malah tersinggung karena disangka penipu. Yah tapi pada dasarnya kamu sebagai penjual tentu berhak memiliki sistem pengamanan khusus untuk menghindari penipuan macam ini.

Modus Penipuan Pulsa Online 2: Kirim Dulu Nanti Ditransfer Belakangan

pencet hp

Cara kedua boleh dibilang cara yang sebenarnya memiliki kemungkinan berhasil cukup rendah, namun entah mengapa cukup sering dilakukan oleh para penipu untuk menipu para supplier pulsa yang ada.

Cara ini biasanya dilakukan dengan kata-kata mutiara “mas nanti tolong dikirim dulu aja ya pulsanya, transfernya belakangan. Kebetulan saya sedang di luar / jauh dari ATM / tidak ada M-Banking nih mas” atau kalimat semacamnya.

Biasanya kata-kata mutiara macam ini akan dilanjutkan dengan umpatan dan makian yang tidak pantas kepada kamu, apabila keinginannya tidak dituruti. Barangkali ini merupakan salah satu cara untuk mengintimidasi calon korbannya.

Pada dasarnya sih dalam berjualan apapun, kecuali kamu memang berbisnis sebagai penagih hutang dan peminjam uang, boleh dibilang hindarilah memberikan hutang kepada klien tanpa dasar yang jelas misalnya perjanjian atau kontrak yang sah.

Selain itu untuk mengantisipasi penipuan dengan modus ini, janganlah pernah terintimidasi klienmu dan selalu hadapi klien dengan kepala dingin. Intinya sih dengan dua poin ini kamu tentu saja bisa menghindari penipuan dengan modus yang “cukup bodoh” ini.

Modus Penipuan Online 3: Cuci Uang

breaking bad

Salah satu modus penipuan online yang cukup marak belakangan ini adalah modus pencucian uang. Memang boleh dikatakan modus ini bukanlah penipuan secara murni. Hanya saja modus kriminal macam ini bisa membuat masalah pada bisnismu di masa mendatang.

Mudahnya ada beberapa cara yang bisa kamu kenali apabila ada kriminal-kriminal yang ingin melakukan pencucian uang dengan membeli pulsa online:

  1. Biasanya sang pembeli akan mengaku diutus atau mewakili perusahaan besar yang ingin membeli pulsa dalam nominal yang sangat besar.
  2. Setelah itu ada beberapa cara yang dilancarkan untuk memuluskan niatnya untuk cuci uang
    • Pembeli secara tiba-tiba melakukan transfer uang dengan jumlah yang tidak sesuai dengan nominal yang dibeli. Misalnya ia meminta deposit pulsa sejumlah Rp 20.000.000,- namun secara mendadak melakukan transfer sejumlah Rp 23.000.000,-
    • Pembeli meminta bukti pembayaran dengan jumlah uang yang tidak sesuai dengan yang dibeli. Misalnya ia meminta invoice sejumlah Rp 23.000.000,- padahal nominal deposit yang dibeli hanyalah Rp 20.000.000,-

Untuk mengantisipasi modus pencucian uang, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan. Memang cukup rumit namun tentu saja hal ini demi melindungimu dan usahamu dari jerat hukum di masa mendatang.

Cara-cara tersebut adalah:

  1. Selalu waspadai pembeli yang membeli pulsa dalam nominal yang cukup besar, dan bahkan cenderung jauh lebih besar dari downline atau agen-agen pulsa yang kamu pegang.
  2. Jika memang ada pembeli yang membeli deposit pulsa dalam nominal besar, jangan ragu untuk menuliskan berita acara transfer. Formatnya bebas namun harus mencakup seluruh informasi transaksi yang ada, misalnya
    • Saya /Ny. (Pembeli) telah membeli deposit pulsa kepada Tn./Ny. (nama kamu) atas nama (perusahaan tertentu bila ada) sejumlah Rp (jelaskan jumlahnya secara rinci) pada tanggal (hari/ bulan/ tahun).
    • Atau bila tidak memungkinkan kamu bisa kok meminta tolong kepada si pembeli untuk berfoto selfie bersama struk transfer yang ia punya. Tentu dengan syarat seluruh informasi yang ada di dalam struk terbaca dengan jelas.

Seharusnya dengan memiliki bukti-bukti semacam ini,kamu bisa terhindar dari masalah hukum di masa mendatang khususnya masalah pencucian urang. Walau modus ini jarang, tapi tidak ada salahnya kan menghindari hal semacam ini.

Modus Penipuan Online 4: Mengakali Fitur Aplikasi Chatting dan Call Forwarding untuk Mengakses Database Kamu

call forwarding

Modus penipuan beli pulsa online yang keempat ini merupakan modus yang cukup marak, dan boleh dibilang termasuk yang paling berbahaya. Karena pada akhirnya dengan modus ini sang penipu bisa mengambil seluruh data yang ada di ponselmu.

Beberapa cara penipu mengambil data-data yang ada di ponselmu/ ponsel admin bisnismu adalah:

  1. Salah satu cara yang cukup diminati penipu adalah dengan meminta kode telegram milikmu. Dengan cara ini tanpa sadar kamu memberikan kode telegram sehingga sang penipu bisa mengakses akun telegrammu.
    • Cara yang biasa ditempuh adalah dengan cara memberikan kode palsu kepada kamu, dan sang penipu akan menyuruhmu memasukkan kode tersebut di telegrammu.Setelah itu sang penipu bisa dengan mudah login ke dalam akunmu deh.
    • Untuk mengantisipasi penipuan dengan cara ini kamu boleh melakukan aktivasi verifikasi dua langkah di dalam aplikasi telegram. Kamu cukup membuka pengaturan, privasi dan keamanan, verifikasi dua langkah, dan terakhir klik atur sandi tambahan. Mudah bukan?
  2. Cara kedua adalah dengan fitur call forwarding yang sejatinya merupakan fitur bermanfaat yang bisa digunakan sesorang untuk mengalihkan nomor ke nomor lain saat ponsel kita sedang rusak. Caranya adalah sebagai berikut:
    • Penipu akan menyuruh kita untuk menginput kode call forwarding berupa **kode call forwarding*nomor tujuan si penipu###kode call forwarding#. Misalnya **21*081298765432###21#. Dengan mengetikkan ini nantinya seluruh isi ponselmu yang berkaitan dengan SMS, whatsapp, panggilan, dan semacamnya akan dialihkan ke nomor 081298765432
    • Untuk menghindarinya tentu saja mudah, selalu tolak tawaran untuk menginputkan nomor-nomor aneh semacam itu di dalam ponselmu. Lebih lanjut kamu juga bisa mencari cara-cara call forwarding untuk masing-masing operator sehingga kamu familiar dengan kode khusus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *