fbpx

Inilah Gaji Jaksa Indonesia Terbaru 2019!

Jaksa adalah salah satu profesi di Indonesia yang cukup berat untuk dijalani, karena tugas utama seorang Jaksa adalah sebagai penuntut umum dan pelaksana (eksekutor) putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara pidana. Sedangkan untuk perkara perdata, pelaksana putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum adalah juru sita.

Jadi, peran Jaksa dalam ranah perkara pidana dan perdata berbeda. Jika dalam ranah perkara pidana, seorang Jaksa akan berperan sebagai seorang penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah berkekuatan tetap. Tetapi jika dalam ranah perdata, Jaksa berperan sebagai kuasa dari Negara atau pemerintah di dalam maupun luar pengadilan mengenai perkara perdata.

Apakah Anda ingin menjadi seorang jaksa? Pengaturan mengenai jaksa dapat ditemui dalam undang-undang No.16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia (“UU Kejaksaan”). Menurut pasal 9 ayat (1) Jo ayat (2) UU Kejaksaan, syarat-syarat menjadi seorang Jaksa adalah:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Berijazah paling rendah sarjana hukum.
  • Berumur paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat dilantik menjadi Jaksa.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela; dan
  • Pegawai kejaksaan dengan masa kerja minimal 2 tahun.
  • Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan Jaksa.

Diklat Jaksa:

  • 2 Bulan sistem pembelajaran mandiri di unit kerja masing-masing
  • 6 bulan pendidikan dan pembentukan jaksa di Badiklat Kejaksaan RI

Kepangkatan Jaksa:

PANGKATGOLONGAN
AJUN JAKSA MADYA III/A
AJUN JAKSA IIII/B
JAKSA PRATAMA III/C
JAKSA MUDA III/D
JAKSA MADYA IV/A
JAKSA UTAMA PRATAMA IV/B
JAKSA MADYA IV/C
JAKSA UTAMA MADYA IV/D
JAKSA UTAMA IV/E

Maka dari itu, untuk jadi jaksa ada pendidikan khusus yang harus ditempuh. Bentuknya bukan sekolah, melainkan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan oleh internal organisasi masing-masing. Untuk pendidikan dan pelatihan jaksa akan diselenggarakan langsung oleh kejaksaan.

Menjadi seorang jaksa adalah profesi yang cukup berat dan sulit untuk dijalani, tetapi apakah gaji seorang Jaksa sebanding dengan pekerjaan yang dijalani? berikut informasinya.

Baca Juga: Gaji Menteri di Indonesia

Gaji dan Tunjangan Jaksa:

  • Gaji Pokok.
  • Tunjangan Fungsional.
  • Tunjangan Beras.
  • Uang Makan.
  • Tunjangan Kinerja/Remunerasi.

Daftar Tunjangan Fungsional:

PANGKATGOLONGANTUNJANGAN FUNGSIONAL
AJUN JAKSA MADYA III/A Rp. 2.400.000
AJUN JAKSA IIII/B Rp. 3.000.000
JAKSA PRATAMA III/C Rp. 3.600.000
JAKSA MUDA III/D Rp. 4.200.000
JAKSA MADYA IV/A Rp. 6.000.000
JAKSA UTAMA PRATAMA IV/B Rp. 7.000.000
JAKSA UTAMA MUDA IV/C Rp. 8.000.000
JAKSA UTAMA MADYA IV/D Rp. 9.000.000
JAKSA UTAMA IV/E 10.000.000

Pada PP 30 Tahun 2015 telah diatur, bahwa gaji pokok Jaksa golongan III/A dengan masa kerja 3 tahun akan mendapatkan gaji sebesar Rp. 2.534.000 + tunjangan fungsional, tunjangan beras, uang makan, tunjangan kinerja/remunerasi. Maka total yang akan diterima Jaksa golongan III/A dengan masa kerja 3 tahun yaitu Rp. 7.888.800

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *