fbpx

Gaji Pengangguran: Angin Segar bagi Para Pengangguran

Sebagai salah satu negara berkembang di dunia, Indonesia saat ini menghadapi banyak persoalan yang boleh dikatakan cukup pelik. Mulai dari permasalahan kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga masalah sosial.

Semua itu berawal dari ledakan penduduk yang kurang diantisipasi dengan baik oleh pemerintahan Indonesia yang sudah berjalan. Hasilnya tentu saja terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan sumber daya.

Salah satu yang terlihat cukup mencolok adalah masih ditemukan angka pengangguran yang cukup signifikan, meski bila dibandingkan dengan banyak negara berkembang lainnya posisi Indonesia masih cukup baik.

Berdasarkan data dari BPS saat ini Indonesia menyumbangkan 5,01% penduduk nya sebagai penduduk yang tidak bekerja alias menganggur. Angka ini lebih rendah dari penduduk pengangguran India yang 6% dan Brazil yang mencapai 12%.

Meski demikian Bapak Presiden Joko Widodo melalui janji kampanye nya di tahun 2019 ingin mengeluarkan kebijakan yang cukup mengagetkan (dan tentu menyenangkan publik), yakni dengan dikeluarkannya gaji pengangguran.

Tapi sebenarnya apakah sistem gaji pengangguran yang dicanangkan Presiden Joko Widodo memang semudah itu? Yuk kita bahas satu persatu.

Baca  Juga: Inspirasi Bisnis Anak Muda, Yuk Bisnis Dropship, Bisnis Franchise Mudah, Usaha Modal Kecil Untung Besar

Apa itu Gaji Pengangguran?

gaji pengangguran

Pada awalnya gaji pengangguran yang ingin diterbitkan merupakan serapan ide dari program serupa di luar negeri. Program ini biasa dikenal di negara-negara maju dengan sebutan unemployment benefit.

Misalnya, di AS para pengangguran yang bukan disebabkan oleh dirinya sendiri akan diberikan uang unemployment benefit selagi mereka mencari kerja. Oleh karena itu orang-orang ini tetap harus membuktikan bahwa mereka memang sedang di tengah proses pencarian kerja.

Di Indonesia sendiri, gaji pengangguran yang mengadopsi sistem serupa dikeluarkan sebagai program Kartu Pra Kerja oleh bapak Presiden Joko Widodo. Sama seperti beberapa negara yang menerapkan aturan serupa, penerima kartu pra kerja haruslah memenuhi kriteria yang ada.

Selain itu memang hingga saat ini belum ada aturan pemerintah yang baku soal kartu pra kerja ini, barangkali memang sedang digodok. Nah tapi Menteri Tenaga Kerja Bapak Hanif Dhakiri pernah menyebutkan kira-kira kriteria penerima Kartu Pra Kerja.

Adapun kriteria yang dijabarkan oleh bapak Menteri Hanif Dhakiri tersebut adalah:

  1. Setiap orang yang baru lulus sekolah ataupun kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan.
  2. Setiap orang yang telah bekerja namun berhenti karena ingin mendapatkan skill
  3. Setiap orang yang menjadi “korban” PHK oleh perusahaan sebelumnya dan ingin mencari tempat kerja yang baru.

Masih menurut bapak Menteri Hanif Dhakiri, nantinya diperkirakan para penerima Kartu Pra Kerja akan menerima manfaat berupa insentif serta bantuan pelatihan skill yang sesuai untuk masing-masing penerimanya bekerja di kemudian hari.

Bagi penerima yang baru lulus dan baru di PHK akan diberikan pelatihan selama tiga bulan dan insentif pasca training tersebut selama tiga bulan. Setelah pemberian insentif tiga bulan, nantinya pemberian insentif tersebut akandihentikan.

Bagi para pekerja yang ingin mendapatkan pelatihan tambahan (poin 2), mereka akan mendapatkan insentif selama mereka menjalankan masa pelatihan. Namun masa pelatihan yang ditanggung oleh pemerintah hanya berkisar 2 bulan.

Selain itu nantinya direncanakan jumlah insentif pengganti yang diberikan bisa jadi 100% upah, 75% upah, atau malah 50% upah. Hal ini masih akan dipertimbangkan berdasarkan kekuatan perekonomian negara, melalui simulasi fiskal oleh Kementerian Keuangan.

Hingga saat artikel ini dikeluarkan, pemerintah berencana untuk mengeluarkan sekitar 2 juta Kartu Pra Kerja di awal kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo periode kedua, nantinya. Anggaran yang disiapkan oleh Kemenkeu terkait hal ini diperkirakan sekitar Rp 10 triliun!

Fungsi dan Tujuan Kartu Pra Kerja

jokowi

Meski sepintas Kartu Pra Kerja yang merupakan proyeksi dari gaji pengangguran ini tampak bak angin segar oleh banyak penganggur di Indonesia. Fungsi dan tujuan Kartu Pra Kerja sebenarnya tidak sesederhana itu.

Kartu Pra Kerja dikeluarkan dengan tujuan re-skilling dan up-skillling bagi para lulusan baru ataupun bagi para pekerja yang masih bekerja dan telah di PHK.

Sebagai contoh seorang mahasiswa lulusan politeknik mesin ingin melakukan up-skilling dengan belajar koding karena terkait tugas di tempat kerjanya. Orang ini kemudian berhak meminta Kartu Pra Kerja selama ia mengikuti up-skilling tersebut.

Kembali lagi, dengan batas waktu dan persentase upah yang kemudian akan ditentukan oleh pemerintah. Memang hingga saat ini pemerintah belum menentukan batas waktu dan persentase upah yang jelas mengingat aturan gaji pengangguran ini belum rampung.

Bisa disimpulkan Kartu Pra Kerja ini sedikit berbeda dengan unemployment benefit yang banyak diterapkan di negara-negara maju dengan kemampuan fiskal yang baik. Melainkan merupakan pemberian benefit yang bisa didapatkan bagi para pengangguran ‘sementara’ yang berencana kembali bekerja.

Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kemampuan negara dalam pemberian tunjangan tersebut, dan juga tentu saja beban moral hazard yang dapat timbul apabila masyarakat diberikan unemployment benefit.

Sifatnya pun, menurut pemerintah lebih seperti beasiswa. Dimana para penganggur sendiri lah yang berhak meminta Kartu Pra Kerja bila sedang menganggur. Namun pemerintah tidak akan serta merta memberikan kartu ini kepada seluruh pengangguran yang ada di Indonesia.

Lalu Berapa Gaji Pengangguran di Luar Negeri?

mata uang asing

Sebelum membahas gaji pengangguran di luar negeri, ada baiknya kamu mengetahui sedikit sejarah mengenai gaji pengangguran alias unemployment benefit yang ada di dunia.

Program gaji pengangguran ini pertama kali dikeluarkan oleh pemerintahan United Kingdom pada tahun 1911. Awalnya gaji pengangguran diberikan sebagai bentuk kontribusi kelompok pekerja untuk asuransi penyakit dan PHK.

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini, tidak kurang dari 25 negara maju di dunia telah menerapkan sistem gaji pengangguran ini. Dengan Amerika Serikat, memiliki sistem yang paling baik tentunya diantara negara lainnya.

Pertanyaannya berapa sih gaji pengangguran di masing-masing negara tersebut?

Australia – melalui sistem perpajakannya, Australia sukses membuat program gaji pengangguran yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakatnya. Nilai insentif ini selalu diubah setiap dua tahun berdasarkan angka inflasi ataupun deflasi yang ada.

Adapun nilai insentif yang diberikan adalah sebagai berikut:

  1. Masyarakat single berusia 18 tahun ke bawah yang masih tinggal bersama orang tua diberikan insentif sebesar AUD 91.60 (sekitar 900 ribu rupiah) per minggu.
  2. Masyarkat single berusia antara 18 tahun hingga 20 tahun yang masih tinggal bersama orang tuanya diberikan insentif sebesar AUD 110.15 (sekitar 1,07 juta rupiah) per minggu.
  3. Masyarakat single berusia antara 18 tahun hingga 20 tahun yang sudah tinggal sendiri diberikan insentif sebesar AUD 167.35 (sekitar sekitar 1,6 juta rupiah) per minggunya.
  4. Bagi masyarakat yang berusia di atas 21 dan di bawahusia pensiun, merekaberhak mendapatkan uang hingga AUD 228 (sekitar 2,2 juta) per minggunya. Tentu saja dengan beberapa ketentuan khusus, seperti adanya persiapan menuju bekerja kembali dan kriteria kepemilikan aset yang harus sesuai.

Kanada – sistem gaji pengangguran saat ini dikenal dengan program Employment Insurance di Kanada. Sama seperti AS, orang yang berhak mendapatkan EI adalah orang yang menganggur namun bukan disebabkan oleh dirinya sendiri.

Misalnya karena kekurangan lahan kerja, atau memiliki skill dan kemampuan namun belum menemukan tempat kerja yang mau menerimanya. Selain itu penerima EI wajib mengajukan permintaan maksimal 4 minggu setelah tidak bekerja, atau terancam tidak mendapatkan benefit dari sana.

Adapun insentif yang bisa didapatkan rata-rata adalah sekitar 55% dari rata-rata pendapatan mingguan di negara bagian. Namun Kanada menetapkan seseorangmaksimal mendapatkan hingga CAD 562 per minggu (sekitar 4 juta rupiah).

Selain itu pemerintah kanada juga telah menetapkan jangka waktu penerimaan gaji pengangguran yakni berkisar antara 14 minggu hingga paling lama 45 minggu. Lamanya pemberian gaji pengangguran didasarkan atas angka pengangguran di masing-masing regio di Kanada. Wah keren ya!

Tiongkok – nah yang mengejutkan, ternyata negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia bisa juga loh memiliki sistem gaji pengangguran, atau di Tiongkok dinamakan dengan sistem unemployment insurance.

Hingga saat ini pemerintah Tiongkok menyediakan gaji pengangguran secara khusus bagi para pengangguran yang sumber dananya adalah dari pembayaran premi para pekerja. Maksimal gaji yang didapatkan oleh para pengangguran amat bervariasi yakni mulai dari 12 bulan hingga 24 bulan dengan berbagai ketentuan yang, tentu saja, amat ketat.

Denmark – bersama Finlandia yang merupakan sesama negara Nordic, Denmark memiliki sistem gaji pengangguran yang cukup baik loh. Bahkan bisa menjadi salah satu proyek percontohan oleh negara-negara lainnya.

Para pengangguran di Denmark yang berhhak mendapatkan insentif adalah yang telah mendaftar asuransi sebelumnya dan setidaknya telah menjadi anggota selama satu tahun, dengan pendapatan minimal sebelumnya DKK (Kron Denmark) 228.348 (sekitar 500 juta rupiah) atau DKK 152.232 (sekitar 320 juta rupiah) per tahunnya bagi para part-timer.

Selain itu bagi lulusan baru, mereka bisa mendapatkan insentif ini selama telah terdaftar di jobcentret dan belum mendapatkan kerja. Selain itu alasan pengangguran yang disebabkan oleh kesalahan sendiri pun tidak dapat dibenarkan.

Adapun insentif yang bisa didapatkan oleh para anggota pembayar premi asuransi ini adalah:

  1. Full time insured maksimal mendapatkan DKK 223.596 per tahun (sekitar 500 juta rupiah).
  2. Full time insured, baru lulus kuliah, belum memiliki anak, maksimal mendapatkan DKK 159.876 per tahun (sekitar 320 juta rupiah).
  3. Full time insured, baru lulus kuliah, memiliki anak, maksimal mendapatkan DKK 183.348 per tahun (sekitar 390 juta rupiah).
  4. Part time insured maksimal mendapatkan DKK 149.064 per tahun (sekitar 315 juta rupiah).
  5. Part time insured, baru lulus kuliah, belum memiliki anak, maksimal mendapatkan DKK 106.548 per tahun (sekitar 225 juta rupiah).
  6. Part time insured, baru lulus kuliah, memiliki anak, maksimal mendapatkan DKK 122.232 per tahun (sekitar 260 juta rupiah).
  7. Full time insured di bawah usia 25 tahun maksimal mendapatkan DKK 111.804 per tahun (sekitar 236 juta rupiah).
  8. Part time insured di bawah usia 25 tahun maksimal mendapatkan DKK 74.532 per tahun (sekitar 160 juta rupiah).

Finlandia – sebagaimana yang telah kami jabarkan sebelumnya, bersama Denmark sesama negara Nordic, Finlandia memiliki sistem jaminan gaji pengangguran yang terbaik dan cukup sering menjadi proyek percontohan.

Nilai manfaat yang diberikan oleh pemerintah bagi para pengangguran di negaranya adalah sekitar 60% dari upah dan maksimal diberikan selama 500 hari. Bila belum bekerja maka dimungkinkan bagi pemerintah untuk memberikan subsidi.

Selain itu orang-orang yang berhak atas manfaat ini adalah orang-orang yang memiliki ijazah sarjana dengan riwayat kerja dua tahun full time. Biaya gaji pengangguran yang cukup besar ini (mencapai 11 juta per bulan) didapatkan dari pajak yang ada di Finlandia.

Inggris (UK) – UK sebagai salah satu pelopor gaji pengangguran di dunia saat ini masih tetap memberikan gaji bagi para pengangguran yang sedang mencari kerja. Adapun orang-orang yang berhak mendapatkan gaji pengangguran (Jobseeker Allowance / JSA) ini adalah sebagai berikut:

  1. Sudah bekerja minimal 2-3 tahun dan membayar asuransi kelas 1
  2. Berusia di atas 18 tahun, namun di bawah usia pensiun.
  3. Tidak sedang menjalani pendidikan penuh waktu.
  4. Siap kerja.
  5. Tidak sedang bekerja atau bekerja namun kurang dari 16 jam per minggu.
  6. Tidak memiliki penyakit atau disabilitas yang menyebabkan tidak bisa kerja.
  7. Tinggal di Inggris, Skotlandia, atau Wales.
  8. Memiliki izin dan hak untuk bekerja di UK.

Adapun nilai JSA yang diberlakukan oleh pemerintah UK saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Usia 18 sampai 24 tahun mendapatkan maksimal 57.9 poundsterling atau sekitar 1 juta rupiah per minggu.
  2. Usia lebih dari 25 tahun mendapatkan maksimal 73.10 poundsterling atau sekitar 1,3 juta rupiah per minggu.
  3. Pasangan yang telah berusia di atas 18 tahun mendapatkan maksimal 114.85 poundsterling atau sekitar 2 juta rupiah per minggunya.

Pembayaran JSA ini dilakukan setiap 2 minggu sekali dan langsung ditransfer menuju bank, atau akun credit union yang dimiliki oleh warganya. Nilai dari manfaat yang diberikan didasarkan atas berbagai faktor seperti aturan di regio tertentu hingga perhitungan pajak di region tertentu.

Swedia – masih berkutat dengan Negara Nordic selain Finlandia dan Denmark, Swedia! Swedia juga ternyata memiliki sistem gaji pengangguran yang cukup baik loh. Saat ini mereka menggunakan sistem yang diberi nama sebagai sistem Ghent.

Orang-orang yang ingin mendapatkan manfaat dari sini wajib menjadi anggota setidaknya 12 bulan, dan telah bekerja setidaknya 6 bulan sebelum melakukan klaim manfaat gaji pengangguran yang mereka miliki.

Nilai maksimal gaji pengangguran di Swedia adalah sekitar SEK (Swedish Krona) 980 per hari nya, atau sekitar 1 juta rupiah per harinya. Namun biasanya sih selama 200 hari pertama, rata-rata penerima manfaat akan menerima sejumlah 80% rata-rata upahnya sebelum menjadi pengangguran.

Nilai ini akan dikurangi menjadi 70% di hari ke 201 – 300 dan menjadi 65% di hari ke 301 – 450. Pemberian di atas hari ke 300 pun hanya diberlakukan bagi orang tua yang memiliki tanggungan anak berusia di bawah 18 tahun.

Arab Saudi – sebagai salah satu negara paling kaya di dunia, boleh dibilang Arab Saudi memiliki sistem keamanan sosial yang cukup baik. Salah satunya adalah dengan pemberian perawatan medis gratis disertai gaji pengangguran yang cukup besar.

Menariknya sistem keamanan sosial yang dimiliki oleh Arab Saudi didanai bukan oleh pajak, namun oleh pendapatan dari bisnis minyak milik negaranya. Diketahui saat ini Arab Saudi memberikan 2000 SAR atau sekitar 7,5 juta rupiah per bulan selama maksimal 12 bulan sebagai gaji penganggurannya.

Penutup

Bisa dilihat kalau salah satu kebijakan Presiden Joko Widodo terkait gaji pengangguran, dalam hal ini Kartu Pra Kerja, merupakan salah satu terobosan baru yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan perlu diapresiasi.

Memang dalam pelaksanaannya tentu akan banyak evaluasi dan dibutuhkan kontrol ketat dari masyarakat yang ada. Apalagi dengan belum terbentuknya peraturan yang baku, jelas, dan baik, potensi kerugian dan kelemahan sistem ini tampak begitu besar.

Nah tapi biar bagaimanapun, kami rasa proyek gaji pengangguran ini patut didukung. Tentu saja bila sistem ini sudah berjalan dengan baik, maka sistem keamanan sosial di Indonesia akan semakin lengkap dan sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *