Yuk Bahas Tentang Pekerjaan di Divisi Marketing

Kami yakin pertama kali kamu baca judul ini, kata-kata yang langsung terlintas di kepala kamu adalah sales, iya kan? Padahal bicara tentang pekerjaan di divisi marketing jauh lebih luas daripada sekadar menjadi seorang salesman ataupun saleswoman.

Boleh dibilang divisi marketing merupakan separuh nyawa dari ujung tombak penjualan produk di suatu perusahaan, tidak peduli jenis dan skala penjualan produk tersebut. Tak peduli pula besar kecilnya perusahaan, divisi marketing dibutuhkan secara mutlak!

Bisa jadi ilmu baru kan buat kamu yang belum paham akan pentingnya marketing? Untuk itulah kami ngerangkum beberapa hal penting nih tentang pekerjaan di Divisi Marketing khusus untuk kamu baca.

Kami akan bahas apa itu sebenarnya divisi marketing, keterampilan apa aja yang dibutuhkan para pekerja di divisi marketing, hingga jabatan apa aja yang ada di divisi marketing dan udah pasti berapa penghasilan mereka?

Penasaran?


Marketing & Sales, Apa Bedanya?

Sales mobil

Di berbagai perusahaan memang pekerjaan divisi sales dan marketing seringkali disatukan, karena dianggap pekerjannya memiliki fungsi yang sama. Memang benar sales dan marketing merupakan bagian dari cara perusahaan memenuhi target pemasukan.

Meski begitu sebenarnya baik marketing dan sales ternyata memiliki fokus utama yang berbeda loh, dan kamu harus tau. Terutama kalau kamu mau terjun ke dunia ini!

Dari definisinya sendiri sales merupakan bagian perusahaan yang memiliki tujuan utama menjual produk dan aset baik yang terlihat ataupun tidak dengan harga yang pas. Pas dari sisi perusahaan dan tentu saja pas bagi konsumen.

Sementara marketing merupakan suatu kegiatan penerapan strategi yang kemudian dijalankan secara sistematis. Artinya seorang marketing harus mampu membuat sistem yang rapi sehingga penjual maupun pembeli bisa menemukan satu titik temu yang baik.

Divisi marketing rapat

Kalau masih bingung, dari cara kerja pun mereka berdua ternyata berbeda loh. Sales memiliki tugas dengan cara berhadapan secara langsung dengan konsumen. Apapun caranya baik bertemu muka, menghubungi lewat telepon, hingga menghubungi via media sosial.

Sementara tim marketing memiliki tugas untuk menganalisis pasar, mengetahui kebutuhan konsumen, serta mengolah hasil analisis tersebut menjadi strategi bagi perusahaan. Tujuannya agar perusahaan mampu membuat produk yang dicari-cari oleh target pasar mereka.

Di sini semakin terlihat jelas kan perbedaannya? Seorang marketing wajib membina relasi dengan banyak orang alias berorientasi jangka panjang. Sementara tim sales biasanya memiliki orientasi jangka pendek, dengan mempersuasi calon pembeli untuk membeli produk perusahaan mereka.

Dari semua penjabaran di atas bisa disimpulkan bahwa marketing maupun sales merupakan dua hal yang berbeda, boleh dibilang perbedaannya juga cukup mencolok. Tapi kenapa banyak perusahaan menggabungkan kedua divisi ini?

Jawabannya bisa jadi untuk efisiensi anggaran, terlalu banyak divisi tidak sehat untuk perusahaan bukan? Terutama perusahaan kecil. Meski disatukan dalam satu divisi, biasanya orang-orang yang mengurusi urusan sales dan orang-orang yang mengurusi urusan marketing adalah orang-orang yang berbeda.

Dengan demikian tanggung jawab dan fungsi yang dimiliki bisa terbagi dengan baik. Sehingga perusahaan bisa merampingkan struktur perusahaan tanpa menurunkan efektivitas mereka dalam bidang penjualan.

Kalo kamu udah paham bedanya sales dan marketing, untuk bisa bicara banyak tentang pekerjaan di divisi marketing sekarang kamu harus tau nih keterampilan apa aja sih yang wajib dimiliki oleh orang-orang di bidang ini?


Jago Ngomong? Engga juga tuh!

Kalau dibilang orang-orang marketing harus jago sepik-sepik alias bersilat lidah, engga juga kok. Karena pada kenyataannya justru keterampilan lain yang wajib mereka punya. Yuk kita bahas satu persatu.

Keterampilan penting yang pertama wajib dipunya oleh orang di divisi marketing adalah orientasi pada detil. Orang-orang di divisi marketing wajib memiliki perhatian yang baik terhadap setiap detil yang ada.

Karena mereka nantinya akan berhubungan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang, mereka wajib memerhatikan setiap detil perbedaan antara satu orang ataupun satu pihak dengan orang atau pihak yang lainnya.

Ketika orang yang bekerja di divisi marketing tidak berorientasi pada detil, dan membuat satu kesalahan kecil saja. Bisa jadi klien akan menilai seluruh perusahaanmu secara negatif. Ini pun berdampak buruk mengingat efeknya bisa jadi efek jangka panjang.

Mesin tik merah

Kemampuan kedua yang tidak kalah penting adalah kemampuan menulis. Menulis yang dimaksud disini adalah menulis copywriting, makanya gak heran di dalam divisi marketing ada orang-orang yang bekerja sebagai copywriter.

Mereka wajib memiliki kemampuan menulis yang bersifat persuasi dengan baik. Coba aja kamu liat misalnya Instagram perusahaan-perusahaan besar. Beberapa konten mereka pasti punya tulisan yang super halus tapi ngajak pembacanya buat beli produk mereka.

Bahasa kekiniannya sih mungkin modus ya. Seorang yang bekerja di divisi marketing harus mampu menulis copywriting yang baik pula. Walaupun sepele, tapi sudah jadi rahasia umum kalau copywriting yang baik dapat meningkatkan omzet perusahaan dengan pesat!

Conan o brien

Keterampilan wajib selanjutnya adalah sepik-sepik! Alias komunikasi interpersonal dan public speaking. Gak dipungkiri lagi kalau orang-orang marketing nantinya akan banyak bernegosiasi dengan banyak pihak.

Dengan kemampuan interpersonal yang baik, seorang marketing bukan hanya mampu melakukan persuasi ketika bernegosiasi. Namun mereka juga mampu membaca lawan bicara mereka, sehingga tau kapan waktu yang tepat untuk mundur atau terus bernegosiasi.

Sementara public speaking sebenarnya enggak mutlak sih. Tapi menurut kami orang-orang yang memiliki kemampuan public speaking yang baik biasanya memiliki kepercayaan diri yang baik pula. Otomatis hal ini akan membantu seorang divisi marketing untuk bekerja.

cumberbatch berpikir

Kemampuan lain yang wajib dimiliki seorang marketing adalah logika, kemampuan berpikir kritis, dan kreatif. Hal ini karena mereka akan menghadapi berbagai macam tuntutan dari perusahaan, dan rata-rata sih perusahaan pokoknya “tau jadi aja!” dan mereka lah yang akan berpikir.

Misalnya suatu perusahaan mau meningkatkan revenue nya dengan target sekian persen, atau mereka berencana membuat produk dengan spesifikasi khusus. Seorang marketing nantinya wajib menganalisis rencana perusahaan tersebut dan membuat strategi supaya customer tertarik membeli produk tersebut.

Ini gak mudah loh, makanya mereka juga dituntut memiliki kreativitas. Gak jarang orang-orang marketing punya cara-cara unik dalam mempromosikan produk-produk dari perusahaan mereka. Contoh perusahaan yang menurut kami punya divisi marketing yang ciamik, misalnya Go Jek!

Rheumatir marketing gojek

Berapa kali mereka membuat cara-cara yang unik dalam menggaet pelanggan (kayak gambar di atas tuh), dan semuanya berhasil! Ckckck gak heran ya!

Selain itu seorang marketing wajib banget mampu bekerja dalam tim dan bisa mengatasi rasa stress. Sama seperti divisi lain, terutama kalau mereka bekerja di perusahaan besar. Kedua hal ini wajib dipunya sih. Sepertinya gak perlu kami bahas banyak-banyak ya, pasti kamu juga paham kok!

Terakhir, seorang marketing harus menguasai produk alias product knowledge. Ini adalah salah satu tantangan yang harus dilewati oleh setiap orang yang bergelut di dalam dunia marketing. Tanpa pengetahuan produk yang baik, boro-boro bernegosiasi, membuat strategi penjualan saja pasti tidak akan sanggup!

Nah udah deh, itu tuh beberapa kualitas yang wajib banget dipunya sama orang-orang yang kerja di divisi marketing. Sekarang ngomong-ngomong tentang pekerjaan di divisi marketing, sebenernya ada posisi apa aja sih? Yuk lanjut!


Pekerjaan di Divisi Marketing

1. Product Manager/ Brand Manager

Brand Manager Samsung

Product/brand manager atau di beberapa perusahaan disebut product executive adalah orang yang bertanggung jawab di dalam brand dan omzet penjualan di suatu perusahaan, meski mereka tidak terjun langsung di dalam proses penjualan.

Orang-orang ini biasanya diberikan tanggung jawab langsung untuk memegang anggaran komunikasi. Jadi mereka harus tau apa kapan dan bagaimana nantinya perusahaannya akan membuat iklan, event, hingga diskon-diskon tertentu.

Mereka biasanya membawahi orang-orang yang bekerja sebagai salesperson di suatu perusahaan. Mereka wajib membina orang-orang ini, karena salesperson merupakan ujung tombak perusahaan tempatnya bekerja.

Meski tidak terjun langsung ke lapangan, kalau pemasukan dari perusahaan turun biasanya mereka adalah orang pertama yang akan disalahkan. Waduh tanggung jawabnya besar banget ya!

Karena tanggung jawab yang besar inilah dalam sebulan mereka bisa diberikan gaji pokok rata-rata sebesar Rp 30.000.000,- hingga Rp 50.000.000,- per bulannya loh! Eh tapi ini senior brand manager ya, untuk posisi junior barangkali rata-rata mendapatkan belasan hingga 20an juta!

2. Community Manager/ Engagement Manager

Community Manager Yelp

Sesuai dengan namanya, orang-orang yang bekerja sebagai engagement manager ini bertugas untuk menjaga ‘hubungan baik’ antara perusahaan dengan konsumen perusahaan tersebut. Tapi enggak secara langsung loh ya.

Mereka wajib menganalisis produk yang dijual oleh perusahaan, dan kemudian menerapkan strategi berdasarkan evaluasi tersebut sehingga keluhan yang ada tertangani dan ‘hubungan baik’ pun akan terjaga dalam jangka waktu yang panjang.

Tujuannya? Tentu saja repeat order ataupun kesetiaan konsumen dalam membeli produk mereka. Biasanya mereka diberikan target pemasukan minimal atupun customer engagement minimal oleh perusahaan mereka.

Sama-sama memiliki tanggung jawab besar, seorang senior engagement manager dalam sebulan rata-rata diberikan gaji sebesar Rp 20.000.000,- hingga Rp 50.000.000,- Wah bikin ngiler juga ya ternyata.

3. Area Manager

Area Manager neXt

Kalau kedua bidang di atas banyak berurusan dengan soal penjualan yang berorientasi kepada konsumen, maka seorang area manager banyak berurusan dengan soal penjualan yang berorientasi kepada lokasi.

Mereka tidak dituntut banyak berpikir soal pengembangan brand, soal iklan hingga strategi diskon, dan tetek bengek lainnya karena itu semua sudah diurus oleh brand manager. Tapi mereka akan berhubungan dengan “panen” produk di pasar dan mengurus masalah yang ada.

Konkretnya misalnya mereka akan membuat strategi bagaimana caranya toko-toko di suatu area yang ia pegang yakin untuk mendistribusikan baran yang ia jual. Kalau toko malas mengambil barang dengan berbagai alasan, ia harus menyelesaikan masalah ini tentunya.

Selain itu mereka juga wajib banget punya ilmu mengenai manajemen stok dan rantai pasok. Kalau permintaan tinggi dan stok kosong maka area manager akan menjadi sasaran yang disalahkan oleh perusahaan.

Penghasilan mereka tidak sebesar brand manager dan engagement manager tentunya, yakni berkisar antara Rp 15.000.000,- hingga Rp 25.000.000,-per bulannya.

4. Marketing Director

Marketing director

Gak perlu panjang lebar lagi, seorang marketing director memiliki tanggung jawab yang besar dan langsung terhadap semua proses marketing yang ada di dalam perusahaan. Seluruh strategi pemasaran yang diurus jabatan-jabatan di atas harus berdasarkan arahan seorang marketing director.

Gak usah panjang lebar ya, bisa dibilang marketing director merupakan bos besar dari marketing di suatu perusahaan. Gak heran kalau seorang senior marketing director di perusahaan besar di Indonesia bisa mendapatkan gaji Rp 50.000.000,- hingga Rp 150.000.000,- per bulannya!


Gimana? Apa sekarang kalian udah tercerahkan? Sales dan marketing itu hal yang berbeda jauh loh. Apalagi bicara tentang pekerjaan di divisi marketing, mungkin engga bisa dicampur adukkan dengan pekerjaan di divisi sales, meski keduanya berkaitan.

Kalau kalian mau masuk ke sini, pastikan kalian punya keterampilan-keterampilan yang kita jabarin di atas, dan selamat meniti karir, tentunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *