Serba-Serbi Jurnal Review dan Cara Membuatnya

Salah satu tugas yang seringkali diberikan oleh dosen namun tidak disukai oleh banyak mahasiswa adalah tugas untuk mereview jurnal. Karena biasanya mereview jurnal jurnal membutuhkan waktu yang panjang serta langkah-langkah yang rumit.

Belum lagi proses pencarian referensi yang seringkali tidak mudah apalagi bila dosen yang memberikan tugas memberikan kriteria-kriteria tertentu mengenai jurnal yang harus di-review oleh oleh para mahasiswa.

Akan tetapi kami di sini akan mencoba menjabarkan kepada kamu mengenai apa itu review jurnal, bagaimana review jurnal yang baik, serta langkah-langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk membuat review jurnal yang berkualitas.

Lebih jauh lagi kami akan memberikan kamu template review jurnal yang bisa kamu copy paste dan kamu edit-edit isinya tentu saja sehingga tidak plagiat.

Baca Juga Cara Membuat Analisis SWOT, Cara Membuat Laporan Keuangan, Usaha Sampingan yang Mudah

Poin Penting di Dalam Mereview Jurnal

Berikut ini adalah beberapa poin penting harus kamu perhatikan apabila kamu mendapatkan tugas untuk mereview jurnal dari dosen di universitas terlepas dari apapun jurusan yang sedang kamu ambil.

1. Jurnal yang Relevan adalah Kunci

Sebelum menemukan jurnal yang relevan tentu saja kamu harus mengetahui tentang topik utama alias isi dari materi yang ingin kamu bahas. Apabila kamu sudah mengetahui materi Yang kamu bahas baru lah kamu bisa mencari jurnal untuk di review.

Cara mencari jurnal yang relevan adalah dengan memilih mengolah kata kunci di internet. Emang keberadaan internet menjadi salah satu kelebihan dari mahasiswa di era digital seperti saat ini, sehingga proses pencarian jurnal dan literatur menjadi jauh lebih mudah.

Akan tetapi bila kamu tidak tahu cara mencari jurnal di internet tentu saja hasil dari jurnal peristiwa yang akan kamu buat akan menjadi zonk alias tidak berisi dan barangkali akan dicemooh oleh dosen mu.

Di internet sendiri untuk mencari jurnal yang relevan dan valid kamu bisa mencarinya di search engine khusus jurnal ilmiah. Kamu bisa mencari jurnal jurnal gratis dibandingkan harus membayar jurnal yang harganya pasti mahal.

Jurnal jurnal gratis tersebut bisa kamu dapatkan baik di Google Scholar, Science Direct, Cochrane, LIPI, NCBI, Scopus, dan masih banyak lagi serius engine jurnal ilmiah bisa kamu gunakan di internet.

2. Jurnal yang Direview Harus Valid

Setelah mencari jurnal yang relevan dengan konten yang ingin kamu review, kamu tentu saja harus mencari jurnal yang valid. Untuk yang satu ini sih memang kamu harus memiliki banyak pengalaman, tapi kamu juga bisa membaca beberapa panduan di bawah ini.

Beberapa poin yang bisa kamu jadikan pertimbangan dalam menentukan validitas dari suatu jurnal adalah sebagai berikut ini:

  1. Pertama-tama kamu bisa menentukan dari sumber jurnal tersebut. Kalau kamu mendapatkan jurnal dari situs-situs peer review, publikasi-publikasi akademik, hingga nama-nama situs akademik kamu sudah melewati tahap pertama dalam mengecek validitas jurnal tersebut.
  2. Sebuah jurnal yang valid harus memiliki sitasi alias sumber yang terpercaya. Bila kamu menemukan jurnal yang tidak terdapat sitasi atau daftar pustaka maka kamu pada curiga bahwa jurnal tersebut bukanlah jurnal yang layak untuk dibaca dan menurut kami malah bukan merupakan jurnal yang valid.
  3. Lebih jauh lagi di setiap jurnal yang dibuat untuk saja ada nama penulis dari jurnal terus artikel tersebut. Kalau kamu cukup rajin kamu bisa langsung melakukan pengecekan kredensial dari si penulis tersebut. Kamu yang merupakan anak teknik misalnya menemukan sebuah jurnal yang membahas keilmuan yang kamu dalami, ketika kamu mencari nama si penulis di Google dan kamu mendapatkan bahwa orang tersebut merupakan Profesor di bidang teknik yang sama tentu saja jurnal ini akan menjadi valid dari segi penulis.
  4. Selain itu kamu juga bisa melakukan pengecekan apakah jurnal yang kamu temukan beserta artikel tersebut sudah terindeks secara akademis?

Dengan berpatokan kepada 4 poin ini menurut kami kamu seharusnya sudah bisa menentukan apakah artikel dari sebuah jurnal yang kamu temukan di dalam internet tersebut valid ataupun tidak.

3. Diskusi Memperlihatkan ‘Isi Kepala’ si Penulis

Salah satu bagian penting yang harus kamu lihat sebelum melakukan review dari sebuah jurnal adalah membaca diskusi dari artikel jurnal yang kamu temukan tersebut. Karena di sanalah kamu bisa melihat secara tidak langsung isi kepala dari si penulis.

Selain itu artikel jurnal yang baik tentu saja harus menjawab segala pertanyaan penelitian yang ada di dalam bagian diskusi. Bila sekiranya bagian diskusi tidak menjawab pertanyaan penelitian sebaiknya kamu tidak mengambil jurnal tersebut untuk di review.

Selain itu dengan menemukan jurnal yang menjawab pertanyaan penelitian dengan baik. Maka kamu akan bisa membuat review jurnal yang sangat menarik dan tentu saja akan menjadi penuh dengan diskusi.

4. Kesimpulan Harus Menjawab Pertanyaan Penelitian

Sebenarnya ketika kamu sedang dalam proses mencari jurnal yang akan kamu review kamu bisa melompat dari bagian awal pertanyaan penelitian langsung ke bagian kesimpulan dari penelitian yang kamu baca tersebut.

Apabila kesimpulan yang ada menurutmu tidak menjawab pertanyaan penelitian di awal. Atau malah jika kesimpulan tersebut menggantung dan membuat kamu bingung sebaiknya kamu tidak mengambil jurnal tersebut untuk dirimu.

Sama seperti bagian pembahasan, kesimpulan dari suatu jurnal artikel yang tidak baik akan membuat diskusi di dalam jurnal review yang kamu buat menjadi tidak hidup dan tidak menarik untuk dibaca dan didiskusikan.

Intinya sih kamu cukup melihat apakah kesimpulan tersebut mampu menjawab pertanyaan penelitian. Terlepas dari kesimpulan yang ada menjawab bahwa hipotesis terbukti ataupun tidak terbukti, selama masih menyambung dari pertanyaan penelitian maka kesimpulan tersebut dianggap sebagai kesimpulan yang baik.

5. Membaca Keseluruhan Artikel Jurnal

Bila kamu sudah berhasil menentukan jurnal yang ingin kamu baca, saatnya sekarang kamu membaca seluruh artikel dari jurnal yang kamu temukan tersebut. Jangan pernah membuat review jurnal sebelum kamu membaca keseluruhan isi dari artikel.

Sebisa mungkin Jangan hanya membaca isi dari jurnal artikel tersebut melainkan pahami maksud dari si peneliti. Jika kamu sudah bisa memahami memahami isi dari artikel jurnal yang kamu baca tersebut maka kamu akan bisa melakukan review jurnal secara lebih luas dan tentu saja isinya Menurut kami akan menjadi lebih menarik.

Selain itu perlu diketahui, bila kamu menemukan kesimpulan yang membuktikan bahwa hipotesis tidak benar atau tidak terbukti bukan berarti artikel dari jurnal yang kamu baca tersebut merupakan artikel dengan kualitas rendah.

Selama seluruh isi dari artikel jurnal tersebut saling menyatu dari awal hingga akhir, maka artikel tersebut bisa dikatakan sebagai artikel dari jurnal yang berkualitas dan layak untuk di buat reviewnya.

Format Review Jurnal Ilmiah

  • Judul Jurnal :
  • Jurnal :
  • Volume dan Halaman :
  • Tahun Terbit :
  • Penulis :
  • Reviewer :
  • Tanggal :
  • Tujuan Penelitian :
  • Subjek Penelitian :
  • Metode Penelitian :
  • Definisi Operasional
    • Variabel Dependen :
    • Variabel Independen :
  • Hasil Penelitian :
  • Kelebihan Penelitian :
  • Kekurangan Penelitian

Format review jurnal diatas merupakan salah satu format yang paling umum digunakan di kampus kampus yang ada di Indonesia. Demikian kadang kala dosen pembimbing menginginkan format yang berbeda. Sesuaikanlah format tersebut dengan yang diinginkan oleh dosen.

Itulah cara me-review jurnal yang mudah serta format yang bisa kamu copy paste dan mengeditnya sesuka hati kamu sesuai dengan jurnal yang sedang kamu review saat ini. Semoga berhasil.

Baca Juga Usaha Sampingan Untuk Mahasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *