Tips Bisnis di Online Shop 2019

Saat ini budaya kerja sambil berbisnis tampaknya sedang “meracuni” banyak pekerja di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Terbukti dengan banyaknya entrepreneur-entrepreneur muda yang mengawali bisnisnya sambil bekerja.

Hal ini dilatarblekangi oleh semakin mudah dan praktisnya seseorang dalam membuka bisnisnya sendiri, terutama setelah fenomena menjamurnya online shop. Bisnis yang dahulu dianggap ribet sekarang bisa dibuka hanya dengan sentuhan-sentuhan jari jemari saja.

Meski demikian masih banyak para pekerja muda yang sekadar mencoba saja, tapi tidak tahu tips bisnis online shop supaya usaha mereka makin lancar. Yang ada omzet turun dikit aja, eh udah nyerah duluan.

Padahal kamu bisa loh cari tips bisnis online shop dimana-mana. Termasuk di dalam artikel yang kami buat ini! Daripada berlama-lama lanjut aja yuk baca beberapa tips bisnis online shop di bawah, semoga bisnis mu makin lancar ya!

Cek juga: Pilihan ide bisnis yang menjanjikan di 2019


Luruskan Pola Pikirmu Mengenai Bisnis

Bill gates membaca buku

Hal yang paling penting dalam menjadi seorang entrepreneur, gak peduli bentuk bisnismu dan tentu saja termasuk bisnis online shop, adalah memiliki mindset seorang pebisnis.Hal inilah yang justru sulit dimunculkan oleh orang yang baru mulai berbisnis, apalagi kalau sebelumnya pernah menjadi karyawan.

Membangung bisnis artinya “menabung” aset di awal secara perlahan-lahan hingga suatu hari aset tersebut akan bekerja dan memberikan kita uang yang waw jumlahnya.

Salah besar kalau kamu masih bekerja seorang diri dalam bisnis kamu. Kalau kamu masih bekerja di dalam bisnis yang kamu bangun sendiri berarti kamu masih menjadi one man employer dan bukan seorang pebisnis.

Lihatlah Bill Gates misalnya, sudah lebih dari 20 tahun sejak ia meninggalkan Microsoft dan ia tetap kaya berkat aset-aset yang ia bangun perlahan-lahan sebelumnya. Itulah yang dinamakan pebisnis sejati.

Elon Musk didepan rak buku

Kenapa sih di awal-awal tips bisnis online shop kita malah kasih saran yang bentuknya abstrak dan ngawang gini? Percaya deh dalam berbisnis hampir 99% faktor kesuksesannya ditentukan oleh kualitas si pebisnis itu, baru sisanya bergantung sama teknis bisnisnya.

Kamu boleh punya modal gede, kemampuan desain yang baik misalnya atau kemampuan membuat website yang canggih dan menarik. Tapi kalau gak punya visi, gak punya tujuan, dan cuma peduli sama uang dan gimana caranya memperkaya diri. Percaya deh bisnismu gak akan bertahan lama.


Riset, Riset, dan Riset

Bill gates melakukan riset

Lagi-lagi ya, kalau kamu sering mengikuti seri tips bisnis dari kami, pasti semua langkah pertama yang kami sarankan buat kamu adalah melakukan riset yang baik. Karena riset yang baik adalah separuh dari langkah awal menuju bisnis yang baik.

Seringkali orang-orang yang memulai bisnis diawali oleh passionnya masing-masing. Orang yang hobi makan biasanya akan membuka bisnis kuliner pertamanya, orang yang hobi menggambar atau desain pakaian biasanya akan membuka bisnis “clothingan” pertama mereka.

Adapula orang-orang yang senang berdandan dan kemudian membuka bisnis alat-alat make up, hingga menjadi distributor make up yang sukses. Pertanyaannya bisa kah kita membuka bisnis yang tidak sesuai passion kita?

Jawabannya adalah bisa! Hanya saja dengan mengikuti passion kita, kita biasanya akan lebih baik dalam memahami produk kita. Kalau kita menjual barang yang berada di luar passion kita, secara otomatis kita harus lebih banyak belajar mengenai produk tersebut. Itu aja kok bedanya.

Dari sini kamu bisa deh nentuin kira-kira produk apa yang mau kamu jual. Kalau bisa pilihlah lebih dari satu produk, supaya kamu punya alternatif misalnya ketika nanti baru ketahuan kalau produkmu mungkin sepi pasarnya, dan masalah-masalah lain.

Nah kalau sudah mau menentukan produk apa yang dijual, banyak-banyaklah melakukan survey. Kamu bisa melakukan survey terbatas kepada lingkup yang kecil, misalnya keluarga dan teman-temanmu, atau langsung melakukannya dalam skala besar.

Survey yang dilakukan adalah dengan survey produk. Beberapa produk yang saat ini sudah besar bahkan dulu melakukan langkah awal yang ekstrem loh, misalnya dengan menjual produk dengan harga modal dan kemudian meminta feedback dari si pembeli.

Karena di awal tujuan mereka memang meminta masukan sebanyak-banyaknya dari orang yang kira-kira akan menjadi target pasar mereka.


Pahami Platform Toko Online Mu

Jeff bezos di panggung amazon

Langkah kedua mungkin bukan langkah yang sulit, karena saat ini sudah banyak platform e-commerce yang memiliki tampilan antarmuka yang cukup baik dan mudah.

Tapi lain cerita kalau kamu cukup idealis dan memilih untuk membuat website mu sendiri. Tidak ada salahnya kok, hanya saja kami menyarankan di awal-awal agar kamu menggunakan platform yang sudah ada.

Beberapa e-commerce yang bisa kamu manfaatkan jasanya misalnya Bukalapak, OLX, hingga Tokopedia dan JDID. Kalau kamu punya cukup sumber daya, bahkan kamu bisa loh menggunakan lebih dari satu e-commerce.

Sebenarnya pemilihan platform ini nantinya akan banyak menentukan dan amat terkait dengan calon konsumenmu. Misalnya kamu yang banyak menyasar kalangan menengah ke atas berusia remaja hingga paruh baya, tentu kamu harus mengembangkan usahamu di Instagram. Sementara kalau produkmu lebih menyasar orang tua, kamu bisa mengembangkan usahamu di Facebook.

Tapi biar gimanapun juga, enggak ada patokan khusus tentang platform apa yang mesti kita gunakan berdasarkan target pasar kita. Yang jelas sih memiliki toko di marketplace menurut kami adalah keharusan.

Achmad Zaky bukalapak

Sementara gunakanlah platform lain untuk menaikkan nama brand mu sehingga orang-orang mulai mengenalmu. Gunakanlah facebook dan Instagram misalnya untuk membuat brand mu perlahan-lahan dikenal orang. Tapi tetap arahkan mereka ke e-commerce untuk membeli produkmu.

Dengan strategi macam ini, dijamin tokomu bisa tokcer karena kamu mengalirkan banyak orang ke toko onlinemu. Tapi hati-hati ya, jangan sampai pembeli produkmu melampaui kapasitas produksimu. Banyak pemilik toko online yang tidak mengantisipasi hal ini, bisa-bisa produknya jadi dinilai buruk deh oleh pelanggannya.


Pelajari Ilmu Bisnis Dasar

Mengajarkan ilmu bisnis di papan tulis

Yah lagi-lagi hal yang abstrak ya. Tapi mempelajari dasar-dasar berbisnis enggak ada salahnya loh. Apalagi kalau dilakukan sambil menerapkan ilmu itu dengan membuka bisnis online shop mu, lengkap sudah!

Hal yang harus kamu pelajari disini tidak terlalu banyak kok, kira-kira seperti ini

1. Pelajari cara-cara mengembangkan brand. Jangan disangka mengembangkan brand itu hal yang mudah loh. Mengembangkan brand bukan cuma persoalan memilih logo, memilih warna logo, dan hal-hal semacam itu. Ilmu mengembangkan brand bisa kamu baca dari berbagai macam buku, atau membaca kisah-kisah para pendiri start up dan bagaimana cara mereka mengembangkan brand mereka sendiri.

2. Pelajari cara-cara marketing dasar. Bagaimana caranya membuat orang-orang tertarik dengan brand yang sudah kamu kembangkan sebelumnya, dan bagaimana membuat orang yang telah membeli barangmu untuk bisa terus-terusan membeli barangmu di kemudian hari. Pelajari pula sistem marketing yang baik dan cocok untuk digunakan online shop mu, karena sistem marketing seharusnya bisa berubah-ubah sesuai dengan skala online shop yang kamu miliki.

3. Pelajari ilmu keuangan dan akuntansi dasar. Kalau kamu enggak punya modal untuk menyewa seorang akuntan ataupun ahli keuangan, mau gak mau di awal bisnismu kamu harus mempelajari hal ini seorang diri. Dengan mempelajari kedua ilmu ini, kamu bisa mengatur dan mengevaluasi cash flow mu dengan baik. Kalau kamu sudah memiliki pencatatan keuangan yang baik, dijamin deh kamu bisa menentukan kapan harus mulai ‘nyetok barang lagi, kapan harus tahan barang di gudang, kapan harus produksi ulang, dan kapan-kapan lainnya yang amat berkaitan dengan keuangan perusahaanmu.

4. Pelajari juga ilmu chain supply Berhubungan dengan cash flow mu, dan beberapa hal di poin ketiga. Dengan memahami ilmu chain supply dasar kamu bisa menentukan apa yang harus kamu lakukan dengan barangmu. Kapan harus memproduksi barang ulang, kapan harus menahan di gudang, dan pertanyaan lain macam ini.


Pelajari Ilmu Pemasaran Digital

Neil patel - SEO

Yang kami maksud dengan ilmu pemasaran digital disini, mudahnya adalah pelajari cara-cara untuk meningkatkan traffic di platform yang kamu gunakan.

Kalau kamu menggunakan website untuk meningkatkan traffic dan menarik pembeli, otomatis kamu harus mempelajari ilmu-ilmu Search Engine Optimization (SEO). Atau pelajari cara meningkatkan follower Instagram mu secara organik kalau kamu menggunakan IG.

Intinya sih, percuma kamu punya website atau Instagram yang ciamik tapi kamu enggak tahu caranya menarik orang-orang ke sana. Ibaratnya sebagus apapun toko jualanmu, kalau kamu gak pandai-pandai menarik orang, gimana orang-orang mau tau produk yang kamu jual kan?

Sama hal nya dengan analogi tadi, hanya saja sekarang kamu harus mencari caranya di dunia maya. Caranya ya dengan hal-hal yang tadi kami sebutkan. Oh iya, kami enggak mungkin mengajarkan satu-satu cara meningkatkan pengunjung toko mu, karena masing-masing platform memiliki algoritma sendiri.

Kamu harus banyak-banyak belajar sendiri, bagaimana caranya meningkatkan pengunjung di platform toko online mu. Banyak kok caranya di Youtube, banyak orang yang mengajarkannya secara cuma-cuma.


Jual Aja Dulu!

Jualan snack kaya raya

Ini adalah saran yang paling banyak diberikan oleh pebisnis-pebisnis sukses: jual aja dulu! Bahkan beberapa yang cukup ekstrem diantaranya malah memberikan saran gak usah pusing dengan branding dan cukup berjualan di awal.

Tips ini sebenarnya cukup logis loh. Dengan melakukan jualan sebanyak-banyaknya, kamu bisa mempelajari sistem penjualan online yang mungkin asing bagi kamu yang baru pertama kali terjun ke dunia ini.

Selain itu dengan melakukan jualan sebanyak-banyaknya kamu perlahan akan menemukan pola bisnismu sendiri. Bagaimana nantinya menghadapi klien, dan pastinya kamu akan menemukan banyak masalah.

Dengan menemukan banyak masahal, secara otomatis kamu akan menciptakan sistem bisnis yang sempurna. Karena sistem ini dibangun berdasarkan banyak evaluasi dan masalah yang telah ditemui.

Sambil berjualan, boleh deh kamu mulai pusing-pusing mengurusi brand kamu. Mulai dari mendesain logo, menentukan warna, hingga nantinya memikirkan kemasan produk dan segala macam tetek bengek yang berhubungan dengan desain desain dan desain!

Lagipula percuma juga bukan kalian membuat desain logo brand yang ciamik, sistem yang mutakhir, dengan website kelas wahid, tapi kalian ga mulai-mulai berjualan. Yang ada kalian banyak membuang-buang modal di awal.

Meski terdengar lucu tapi nyatanya banyak loh perusahaan rintisan yang gagal karena hal sepele macam ini. Uangnya terlalu banyak dialokasikan untuk hal-hal semacam ini sampai mereka lupa jualan, akhirnya cash flow tersendat dan mati lah usaha mereka.

Yang punya cafe cantik

Nah meski tips bisnis online shop kami terdengar ngawang dan mungkin berat, saran kami yang paling utama sih: jual aja dulu! Mulai aja dulu, dan percaya deh kalian akan menemukan polanya perlahan-lahan. Semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *