fbpx

Tips Membuat CV yang Bikin Dipanggil

Usia antara 20 tahun hingga 30 tahun barangkali merupakan salah satu usia krusial dimana banyak generasi muda yang mulai bekerja, setelah sekian lamanya mengenyam pendidikan. Baik itu pendidikan dasar hingga pendidikan di dunia perguruan tinggi.

Sebelum bisa mulai bekerja ada satu tahap yang pasti akan dilewati oleh seluruh calon pekerja ini, yakni proses melamar kerja. Lebih jauh lagi salah satu persyaratan dalam melamar pekerjaan adalah dengan membuat CV.

Dalam prosesnya sendiri ada banyak kesulitan yang ditemui oleh para pembuat CV ini. Terutama apabila sebelumnya belum memiliki pengalaman di dalam bekerja, lebih jauh lagi banyak yang bingung membuat CV dari nol.

Tapi tenang saja, karena kami punya tips membuat CV yang bikin dipanggil. Karena biasanya sih selama CV mu benar dan tepat, setidaknya pihak HRD akan memanggilmu untuk melanjutkan ke dalam proses wawancara.

Sesuaikan Resume dan Portfolio dengan Posisi yang Kamu Lamar

portfolio contoh

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh para pelamar adalah memasukkan resume dan portfolio sebanyak-banyaknya. Biasanya mereka melakukan ini karena merasa semakin banyak resume, maka akan dianggap semakin berpengalaman.

Dalam beberapa kasus hal ini bisa bermanfaat, tapi tidak dalam semuanya. Memang ada beberapa HRD yang senang dengan calon pegawai yang memiliki resume mentereng dengan portfolio pekerjaan yang segudang.

Tapi tidak sedikit HRD yang justru lebih suka calon pegawai yang memiliki resume dan portfolio yang lebih sedikit namun lebih spesifik terhadap posisi yang dilamar. Apalagi di bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan dengan teknis.

Gunakan Format yang Lebih Modern dan Profesional

Di zaman dahulu dimana tidak banyak orang yang memiliki keterampilan desain visual dan dimana akses internet tidak semudah saat ini, banyak CV memiliki format tampilan yang seragam dan membosankan.

Kebanyakan orang di masa itu tidak terlalu mementingkan visual, melainkan isi yang dimaksimalkan. Selain memang alasan di atas, tentu saja alasan ini menjadi masuk akal mengingat pelamar kerja dahulu tidak sebanyak saat ini. Jadi untuk apa membuat CV yang menonjol?

Lain hal nya dengan proses melamar kerja di masa sekarang, dimana jumlah pelamar sudah jauh lebih meningkat. Membuat CV dengan format yang lebih modern dan memancing mata untuk melihat adalah keharusan.

Tapi tetap saja sih, kata kuncinya jangan terlalu berfokus pada visual namun mengabaikan konten yang baik dan tepat.

Bebas Error dan Mudah Dibaca

tampilan blue screen

Salah satu hal yang membuat para HRD menjadi enggan membaca CV mu hingga selesai adalah bila mereka menemukan kesalahan tulisan di sana sini. Baik kesalahan pengejaan, penggunaan kata yang kurang tepat, hingga typo yang mungkin terjadi.

Bila sudah ‘mulus’ maka sebaiknya kamu memoles CV yang kamu punya sehingga tampak lebih mudah dibaca. Gunakanlah bahasa-bahasa yang semudah, se-awam, dan sesederhana mungkin tanpa mengurangi bobot konten CV mu.

Selain itu buatlah CV mu se-mengalir mungkin dan tidak tampak dibuat-buat dengan tujuan agar CV yang kamu punya tersebut menjadi mudah dibaca.

Jangan Menulis Hal-Hal yang Tidak Perlu di Dalam CV mu

Salah satu budaya negatif yang seringkali ditemukan adalah budaya mengeluh dan menyalahkan orang lain. Sayangnya budaya semacam ini seringkali (pula) terbawa hingga ke dalam dunia kerja orang-orang tersebut.

Akibatnya orang-orang ini biasanya menjadi orang-orang yang mudah mengeluh terhadap kebijakan ataupun aturan-aturan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Lebih jauh lagi malah menjelek-jelekkan perusahaan lama mu kepada orang lain.

Nah hindarilah menulis kejelekan perusahaan lamamu kepada HRD, dalam bentuk apapun. Selain itu jangan membahas hobi (bila ditulis) terlalu panjang, ataupun pilihan-pilihan politik pribadimu di dalam CV yang kamu kirimkan untuk proses lamaran kerja.

Satu Halaman Terlalu Pendek

tumpukan kertas

Salah satu kesalahan yang cukup sering pula dilakukan oleh para pelamar kerja adalah jumlah halaman CV yang memang terlalu pendek. Memang sih tidak ada batas tertentu mengenai berapa halaman yang bisa kamu buat agar CV mu tampak menarik.

Tapi setidaknya gunakanlah lebih dari 1 halaman kertas A4 dengan standar font dan ukuran antara 10-12. Setidaknya buatlah CV dan resumemu semenarik dan tampak niat di dalam pembuatannya.

Kamu yang bekerja di bidang mekanika kilang minyak, misalnya. Tidak ada salahnya bahkan bila kamu ingin meletakkan berbagai pengalaman dibidang tersebut, walaupun skalanya belum terlalu besar.

Sertakan Cover Letter

Ada alasan lain yang menyebabkan surat lamaran kerjamu ditolak, dan menyebabkan kamu tidak dipanggil-panggil. Alasan ini adalah karena kita tidak menyertakan cover letter sebagai lampiran dari CV yang dikirim.

Cover letter sendiri di Indonesia lazim disebut dengan surat pengantar. Kamu tidak perlu membuat surat pengantar yang panjang lebar, melainkan surat pengantar yang cukup singkat namun menjelaskan beberapa hal di bawah ini:

  1. Judul surat pengantar.
  2. Identitas singkat dirimu.
  3. Maksud dari pengiriman CV.
  4. Bila memungkinkan jelaskan darimana kamu mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja yang ingin kamu lamar.
  5. Selain itu kamu juga bisa menyisipkan beberapa kalimat yang cukup menjual dirimu sebagai calon pegawai di perusahaan tersebut.

Meski jarang diminta, saran kami buatlah selalu surat pengantar dan sertakan kepada tempat kamu bekerja. Surat pengantar tidak perlu disertakan hanya jika HRD nya meminta secara terang-terangan di dalam poster atau info penerimaan pegawai.

14 Komponen CV yang Membuat Kamu Dipanggil HRD

Dilansir dari Business Insider Singapore, ada beberapa komponen penting yang harus kamu perhatikan apabila ingin membuat CV yang baik. Komponen ini seluruhnya mencakup konten loh ya, soal visual silahkan cari inspirasi lagi di tempat-tempat lain!

contoh cv

Profile online – komponen penting pertama adalah dicantumkannya URL profil online yang kamu punya. Di era teknologi seperti sekarang, rasa-rasanya cukup jarang ada orang yang tidak memiliki profil online di dunia maya.

Sebisa mungkin buatlah profil di akun LinkedIn misalnya, dan cantumkan URL profil LinkedIn mu di dalam CV tersebut. Tujuannya agar pihak HRD bisa mengeksplorasimu lebih jauh, dan tentu saja menghindari profilmu tertukar dengan orang lain.

Nama yang konsisten – hindari menggunakan nama yang berbeda-beda di setiap profil yang kamu cantumkan. Misalnya kamu yang memiliki nama Muhammad Fakhri Zahir, boleh menuliskannya secara lengkap atau menyingkatnya menjadi M Fakhri Zahir, atau bahkan Muhammad F Zahir.

Apapun diperbolehkan, selama nama tersebut selalu sama baik itu di CV, akun LinkedIn, akun email, dan berbagai macam profil yang kamu punya. Selain itu bila nama yang kamu punya adalah nama yang umum, ada baiknya kamu menyertakan seluruh nama lengkapmu tanpa membubuhi singkatan.

Korespondensi – korespondensi atau kontak yang bisa dihubungi oleh pihak HRD adalah hal yang wajib kamu cantumkan di dalam CV mu tentu saja. Tujuannya agar kamu bisa dikabari segera hasil seleksi awal yang mereka lakukan.

Nah perlu diingat dalam mencantumkan nomor ponsel ataupun alamat email, gunakanlah nomor ponsel dan alamat email yang sama. Gunakan satu buah saja dan jangan pernah mencantumkan kontak lebih dari satu buah.

Ringkasan diri lebih penting daripada menceritakan tujuan – salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar kerja adalah mencantumkan tujuan kerja, misalnya “saya siap berkembang dan maju menjadi teknisi yang handal di perusahaan ini.”

Tapi mereka lupa mencantumkan ringkasan diri mereka sendiri. Tidak ada salahnya mencantumkan tujuan kerja, namun jangan pernah lupa untuk mencantumkan ringkasan dirimu. Karena inilah yang sesungguhnya membuatmu dipanggil oleh pihak HRD.

Kamu yang pernah menjadi analis keuangan selama 5 tahun di beberapa perusahaan sebelumnya misalnya, boleh-boleh saja menuliskan hal tersebut dan bahkan menuliskan beberapa prestasimu bersama perusahaanmu sebelumnya.

Intinya kamu harus tahu bagaimana caramu untuk menjual dirimu kepada perusahaan sehingga mereka tertarik untuk menggunakan jasamu.

Gunakan reverse chronological order – atau urutan waktu terbalik ketika ingin membuat portfolio atau riwayat pendidikan dan pekerjaan. Karena hal ini akan memudahkan perekrut untuk melihat gambaran dirimu dalam beberapa tahun ke belakang.

Bila kamu cukup beruntung dan mereka melihat pengalamanmu di beberapa tahun ke belakang cocok untuk posisi yang dibuka, maka kemungkinan besar kamu akan diterima loh. Jadi jangan pernah meremehkan riwayat pendidikan, kursus, dan pekerjaan ya.

Kata kunci membantu – beberapa kata kunci teknis diketahui dapat membantumu dipanggil untuk proses wawancara kerja. Hal ini penting mengingat banyak perusahaan yang menyeleksi CV hanya melalui skrining cepat saja.

Misalnya kamu yang ingin melamar di posisi business analyst boleh mencantumkan beberapa kata kunci seperti strategic planning, statistical analysis, forecasting, dan seterusnya di kolom keahlian.

Bila kamu bingung kata kunci apa yang harus kamu masukkan di aplikasi lamaran kerjamu, kamu bisa kok dengan mudah mencari di internet tentang kata-kata kunci yang cukup sering keluar. Sehingga bisa kamu masukkan ke dalam CV mu.

Masukkan deskripsi perusahaan – kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh pelamar adalah tidak memasukkan deskripsi perusahaan tempatnya bekerja sebelumya. Padahal hal ini penting bagi seorang rekruter.

Karena dari sinilah kemudian para HRD atau rekruter tahu kapasitasmu. Kamu yang pernah menjadi analis bisnis di perusahaan multinasional besar pastilah memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan kamu yang baru sekali menjadi analis bisnis di perusahaan lokal rintisan.

Memang tidak selalu demikian, tapi sayangnya proses seleksi CV awal dilakukan dengan cara skrining cepat. Jadi bila pihak HRD tidak bisa mendapatkan gambaran mengenai dirimu melalui CV yang kamu kirimkan, siap-siap saja CV mu tertolak.

Nah tapi jangan sampai salah juga. Ketika kamu memasukkan deskripsi perusahaan tempatmu bekerja sebelumnya, jangan lupa untuk menyertakan alasan mengapa kamu memilih untuk melamar di tempat kerjamu yang baru.

Hal ini menjadi amat penting, apalagi bila perusahaan tempatmu bekerja adalah perusahaan yang cukup besar dan dikenal. Jangan sampai pihak HRD menduga-duga kepindahanmu karena alasan-alasan tertentu, sehingga CV mu tertolak.

Jangan menumpuk kalimat – di bagian pencapaian, seringkali orang-orang menumpuk-numpuk kalimat dan bercerita panjang lebar. Mereka berpikir dengan cara ini pihak HRD bisa mengetahui prestasi dan keberadaan mereka.

Sayangnya tidak demikian, kamu justru harus menceritakan ringkasan dan pencapaian utama yang kamu miliki saja. Selain itu untuk lebih detilnya kamu bisa mencantumkan pencapaian-pencapaian tersebut melalui poin-poin di bawahnya.

Sekali lagi, terutama bagi kamu yang multi talenta dan memiliki banyak pencapaian. Tuliskan semua pencapaian yang kira-kira berhubungan dengan posisi yang kamu lamar. Sehingga pihak HRD akan melihat kesinambungan lamaran kerja dengan posisi tersebut.

Kuantifikasi pencapaian – lebih jauh lagi, banyak pelamar kerja yang khawatir mencantumkan nominal-nominal dan angka-angka di dalam pencapaian. Padahal hal ini bila ada justru menjadi poin penting yang (perayalah) akan menarik perhatian perekrut loh!

Misalnya kamu yang pernah berjasa menaikkan penjualan sepatu di perusahaan olahraga X. Alih-alih menuliskan “Menaikkan penjualan unit A di perusahaan X secara tajam” tuliskanlah “menaikkan penjualan unit sepatu A di perusahaan X hingga 1.500.000 unit per tahun.”

Selama kamu jujur dan prestasi yang kamu punya sesuai dengan bidang kerja yang dibuka oleh perusahaan, maka hal ini bisa jadi hal yang menyelamatkanmu ketika mengirimkan CV kepada pihak perusahaan.

Merinci pencapaian – salah satu nilai tambah ketika menuliskan pencapaian adalah menjelaskan alasannya. Misalnya kamu yang memiliki pencapaian peningkatan mutu perusahaan X bisa menjelaskan bagaimana pencapaian tersebut kamu raih.

Dengan cara ini pihak perekrut bisa membayangkan bagaimana cara kamu bekerja dengan tim, dan tentu saja mereka akan menyesuaikan dengan seluruh CV mu. Apakah rangkaian CV mu runut dan saling menyambung atau malah dibuat-buat.

Oleh karena itu ketika kamu menyantumkan pencapaian-pencapaian ini dengan jujur, kamu harusnya percaya diri. Karena dengan kuantifikasi, menuliskan dalam poin-poin, dan merinci alasan pencapaian tersebut, pihak HRD pasti tertarik untuk memanggilmu.

Gunakan teknik white space – cara termudah untuk menarik perhatian perekrut adalah dengan memanfaatkan white space untuk informasi-informasi penting dan berharga yang kamu punya di dalam CV mu. Perhatikan contoh dibawah!


PENDIDIKAN

S1 Manajemen, Sekolah Bisnis Manajemen ITB, Bandung, 2012 (cum laude) | Masters of Business Administration, Harvard Business School, Harvard, 2015 (summa cum laude)

KEAHLIAN

Analis bisnis, analis finansial, manajemen keuangan.


Alih-alih menuliskan riwayat pendidikan dan keahlian di dalam poin-poin, apalagi narasi, kamu bisa membuatnya seperti contoh di atas. Dengan memberikan banyak ruang kosong di kanan kirinya maka besar kemungkinannya pihak perekrut akan melihat bagian ini.

Gunakan font standar – standar disini maksudnya gunakan font yang lazim dan formal misalnya Times New Roman, Tahoma, Arial, Calibri, Segoe, dan semacamnya. Selain itu gunakan pula warna hitam pada tulisan atau gunakan satu warna saja, yang sesuai dengan latar belakang CV.

Pengecualian bisa diberikan apabila kamu melamar posisi-posisi kreatif seperti web designer, product manager, serta posisi apapun yang melibatkan kreativitas visual. Kamu bisa membuatnya sekreatif mungkin, karena dengan inilah justru pihak penerima kerja akan menerimamu!

Kata ganti orang pertama – kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh pelamar kerja adalah dengan menggunakan kata ganti orang ketiga di dalam pembuatan CV. Padahal pihak HRD pun tahu bahwa kamu sendiri lah yang membuat CV tersebut.

Seharusnya kamu menggunakan kata ganti orang pertama ketika membuat CV yang kamu punya, terutama apabila kamu ingin menggunakan narasi-narasi di dalam CV yang kamu kirim kepada perusahaan.

Hindari penggunaan tabel dan gambar – apabila CV dikirimkan secara online ataupun soft copy. Alasannya sederhana, karena saat ini ada beberapa perusahaan yang menggunakan piranti lunak untuk mempercepat proses skrining CV.

Sayangnya kita tidak tahu perusahaan manakah yang masih menggunakan cara manual dan perusahaan mana saja yang sudah menggunakan bantuan komputer untuk melakukan skrining CV.

Oleh karena itulah ketika kamu diminta mengirimkan CV secara online, agar lebih aman hindari penggunaan gambar wajah dan (apalagi) tabel. Untuk memudahkan mereka mengenalmu, sertakanlah alamat URL profile online seperti yang kami jelaskan pada poin awal.

Header dan Footer = Haram – mungkin jarang dilakukan oleh pelamar kerja, tapi kamu perlu tahu bahwa di dalam membuat CV lamaran kerja, haram hukumnya menggunakan header dan footer. Lagi-lagi hanya jika perusahaan tersebut menggunakan piranti lunak untuk skrining CV.

Riwayat pendidikan di tulis paling akhir – nah bila kamu bukan seorang lulusan baru (fresh graduate) ada baiknya kamu menuliskan riwayat pendidikan di bagian terbawah atau terakhir dari CV yang kamu kirimkan.

Selain itu jangan pernah mencantumkan informasi apapun terkait sekolahmu sebelum sekolah tinggi (universitas), kecuali memang diminta oleh pihak pemberi kerja. Pengecualian kembali, bila kamu adalah seorang fresh graduate.

Penutup

Nah itulah tadi beberapa tips penting yang bisa kamu manfaatkan untuk membuat CV kamu. Harapannya tentu saja agar CV mu tampak lebih menarik dan memperbesar kemungkinanmu untuk diterima bekerja. Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *